<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :.</title>
	<atom:link href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	<description>Informasi KajianJurusan Teknik Mesin ITS</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2009 15:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ashshaffmesinits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :.</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/osd.xml" title=".: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>6 Kerusakan Valentine’s Day</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/6-kerusakan-valentine%e2%80%99s-day/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/6-kerusakan-valentine%e2%80%99s-day/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:17:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[manhaj Salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/6-kerusakan-valentine%e2%80%99s-day/</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam. Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=118&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Alhamdulillahilladzi hamdan katsiron thoyyiban mubarokan fih kama yuhibbu robbuna wa yardho. Allahumma sholli ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</em></p>
<p>Banyak kalangan pasti sudah mengenal hari valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day). Hari tersebut dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Perwujudan yang bukan hanya untuk sepasang muda-mudi yang sedang jatuh cinta. Namun, hari tersebut memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih sayang antara sesama, pasangan suami-istri, orang tua-anak, kakak-adik dan lainnya. Sehingga valentine’s day biasa disebut pula dengan hari kasih sayang.<span id="more-118"></span><br />
<strong>Cikal Bakal Hari Valentine</strong></p>
<p>Sebenarnya ada banyak versi yang tersebar berkenaan dengan asal-usul Valentine’s Day. Namun, pada umumnya kebanyakan orang mengetahui tentang peristiwa sejarah yang dimulai ketika dahulu kala bangsa Romawi memperingati suatu hari besar setiap tanggal 15 Februari yang dinamakan Lupercalia. Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (<em>queen of feverish love</em>) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan dijadikan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.</p>
<p>Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Book Encyclopedia 1998).</p>
<p><strong>Kaitan Hari Kasih Sayang dengan Valentine</strong></p>
<p>The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.</p>
<p>Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.</p>
<p>Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).</p>
<p>Versi lainnya menceritakan bahwa sore hari sebelum Santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati sebagai pahlawan karena memperjuangkan kepercayaan), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis “Dari Valentinusmu”. (Sumber pembahasan di atas: http://id.wikipedia.org/ dan lain-lain)</p>
<p>Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan:</p>
<ol>
<li>Valentine’s Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan.</li>
<li>Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine.</li>
<li>Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta.</li>
<li>Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”.</li>
</ol>
<p>Sungguh ironis memang kondisi umat Islam saat ini. Sebagian orang mungkin sudah mengetahui kenyataan sejarah di atas. Seolah-olah mereka menutup mata dan menyatakan boleh-boleh saja merayakan hari valentine yang cikal bakal sebenarnya adalah ritual paganisme. Sudah sepatutnya kaum muslimin berpikir, tidak sepantasnya mereka merayakan hari tersebut setelah jelas-jelas nyata bahwa ritual valentine adalah ritual non muslim bahkan bermula dari ritual paganisme.</p>
<p>Selanjutnya kita akan melihat berbagai kerusakan yang ada di hari <a title="Valentine's Day" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html">Valentine</a>.</p>
<p><strong>Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir</strong></p>
<p>Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau <em>Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim</em> (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.”</em> (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (<em>Iqtidho’</em>, 1/185)</p>
<p>Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.”</em> (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam <em>Iqtidho’</em> [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam <em>Irwa’ul Gholil</em> no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.</p>
<p><strong>Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman </strong></p>
<p>Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا</p>
<p><em>“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.”</em> (QS. Al Furqon [25]: 72)</p>
<p>Ibnul Jauziy dalam <em>Zaadul Maysir</em> mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.</p>
<p>Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat <em>Iqtidho’</em>, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.</p>
<p><strong>Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti</strong></p>
<p>Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.</p>
<p>Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p>مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ</p>
<p><em>“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata,</p>
<p>مَا أَعْدَدْتَ لَهَا</p>
<p><em>“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”</em></p>
<p>Orang tersebut menjawab,</p>
<p>مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ</p>
<p><em>“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”</em></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> berkata,</p>
<p>أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ</p>
<p><em>“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam riwayat lain di <em>Shohih Bukhari</em>, Anas mengatakan,</p>
<p>فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</p>
<p><em>“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”</em></p>
<p>Anas pun mengatakan,</p>
<p>فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ &#8211; صلى الله عليه وسلم &#8211; وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ</p>
<p><em>“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”</em></p>
<p>Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> di atas: <em>“Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?</em></p>
<p>Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!</p>
<p><strong>Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat</strong></p>
<p>“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)</p>
<p>Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.</p>
<p>Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim <em>rahimahullah </em>dalam kitabnya <em>Ahkamu Ahlidz Dzimmah</em> (1/441, <em>Asy Syamilah</em>). Beliau <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”</p>
<p><strong>Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina</strong></p>
<p>Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.</p>
<p>Dalam semangat hari <a title="Valentine's Day" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html">Valentine</a> itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. <em>Na’udzu billah min dzalik.</em></p>
<p>Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p>وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”</em> (QS. Al Isro’ [17]: 32)</p>
<p>Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.</p>
<p><strong>Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan</strong></p>
<p>Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,</p>
<p>وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ</p>
<p><em>“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.”</em> (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, <em>“Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.”</em> (Lihat <em>Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim</em>)</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Itulah sebagian kerusakan yang ada di hari valentine, mulai dari paganisme, kesyirikan, ritual Nashrani, perzinaan dan pemborosan. Sebenarnya, cinta dan kasih sayang yang diagung-agungkan di hari tersebut adalah sesuatu yang semu yang akan merusak akhlak dan norma-norma agama. Perlu diketahui pula bahwa Valentine’s Day bukan hanya diingkari oleh pemuka Islam melainkan juga oleh agama lainnya. Sebagaimana berita yang kami peroleh dari internet bahwa hari Valentine juga diingkari di India yang mayoritas penduduknya beragama Hindu. Alasannya, karena hari valentine dapat merusak tatanan nilai dan norma kehidupan bermasyarakat. Kami katakan: “Hanya orang yang tertutup hatinya dan mempertuhankan hawa nafsu saja yang enggan menerima kebenaran.”</p>
<p>Oleh karena itu, kami ingatkan agar kaum muslimin tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine, tidak boleh mengucapkan selamat hari Valentine, juga tidak boleh membantu menyemarakkan acara ini dengan jual beli, mengirim kartu, mencetak, dan mensponsori acara tersebut karena ini termasuk tolong menolong dalam dosa dan kemaksiatan. Ingatlah, Setiap orang haruslah takut pada kemurkaan Allah Ta’ala. Semoga tulisan ini dapat tersebar pada kaum muslimin yang lainnya yang belum mengetahui. Semoga Allah memberi taufik dan hidayah kepada kita semua.</p>
<p><em>Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.</em></p>
<p>Panggang, Gunung Kidul, 12 Shofar 1430 H<br />
Yang selalu mengharapkan ampunan dan rahmat Rabbnya</p>
<p>Penulis: <a title="Blog Muhammad Abduh Tuasikal" href="http://rumaysho.wordpress.com/">Muhammad Abduh Tuasikal</a><a title="Blog Muhammad Abduh Tuasikal" href="http://rumaysho.wordpress.com/"><br />
</a>Artikel <a title="Valentine's Day" href="http://muslim.or.id/manhaj-salaf/6-kerusakan-valentines-day.html">www.muslim.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=118&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/6-kerusakan-valentine%e2%80%99s-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah Kita Dimasukkan ke Liang Kubur…</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/setelah-kita-dimasukkan-ke-liang-kubur%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/setelah-kita-dimasukkan-ke-liang-kubur%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ummu Salamah Farosyah dan Ummu Rumman Adakah dari kita yang tidak mengetahui bahwa suatu ketika akan datang kematian pada kita. Allah Ta’ala telah berfirman, yang artinya, “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al Anbiyaa’: 35). Ya, setiap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=116&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="PostContent">
<p>Penulis: Ummu Salamah Farosyah dan Ummu Rumman</p>
<p>Adakah dari kita yang tidak mengetahui bahwa suatu ketika akan datang kematian pada kita. Allah Ta’ala telah berfirman, yang artinya, <em>“Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.”</em> (QS. Al Anbiyaa’: 35). Ya, setiap dari kita insya Allah telah menyadari dan menyakini hal ini. Tetapi kebanyakan orang telah lalai atau bahkan sengaja melalaikan diri mereka sendiri. Satu persatu orang yang kita kasihi telah pergi (meninggal-ed) tapi seakan-akan kematian mereka tidak meninggal faidah bagi kita, kecuali rasa sedih akibat kehilangan mereka.<span id="more-116"></span></p>
<p>Saudariku, kematian adalah benar adanya. Begitu pula dengan kehidupan setelah kematian. Kehidupan akhirat, inilah yang seharusnya kita tuju. Kampung akhiratlah tempat kembali kita. Maka persiapkanlah bekal untuk menempuh jauhnya perjalanan. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, <em>“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”</em> (QS. Al An’am: 32)</p>
<p>Ketahuilah wahai hamba Allah! Bahwa kuburan adalah persinggahan pertama menuju akhirat. Orang yang mati, berarti telah mengalami kiamat kecil. Apabila seorang hamba telah dikubur, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya nanti pada pagi hari, yakni antara waktu fajar dan terbit matahari, serta waktu sore, yakni antara waktu dzhuhur hingga maghrib. Apabila ia termasuk penghuni Jannah, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Jannah, dan apabila ia termasuk penghuni Naar, akan diperlihatkan tempat tinggalnya di Naar.</p>
<p><strong>Fitnah Kubur</strong></p>
<p>Fitnah secara bahasa berarti ujian (<em>ikhtibaar</em>), sedangkan secara istilah fitnah kubur adalah pertanyaan yang ditujukan kepada mayit tentang Rabbnya, agamanya dan Nabinya. Hal ini benar berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah. (Lihat <em>Syarah Lum’atul I’tiqod</em> hal 67, syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin)</p>
<p>Diriwayat oleh Bukhari dan Muslim dari hadits Al Barra’ bin ‘Azib bahwasanya ketika seorang mayit telah selesai dikuburkan dan dihadapkan pada alam akhirat, maka akan datang padanya dua malaikat (yaitu malaikat Munkar dan Nakir) yang akan bertanya kepada sang mayit tiga pertanyaan.<br />
Pertanyaan pertama, <em>“Man Robbuka?”</em> … Siapakah Robbmu?<br />
Kedua, <em>“Wa maa diinuka?”</em> … dan apakah agamamu?<br />
Ketiga, <em>“Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?”</em> … dan siapakah orang yang telah diutus di antara kalian ini?</p>
<p>Tiga pertanyaan inilah yang disebut dengan fitnah kubur. Oleh karena itu, tiga pertanyaan pokok ini merupakan masalah besar yang penting dan mendesak untuk diketahui. Wajib bagi setiap manusia untuk mengetahui, meyakini dan mengamalkan hal ini, baik secara lahir maupun bathin. Tidak seorang pun dapat beralasan untuk tidak mengetahui tiga hal tersebut dan tidak mempelajarinya. Bahkan ketiga hal ini harus dipelajari sebelum hal lain. Perhatikanlah hal ini wahai saudariku!</p>
<p>Tiga pertanyaan ini juga awal dari nikmat dan siksaan di alam kubur. Orang-orang yang bisa menjawab adalah orang-orang yang paham, yakin dan mengamalkannya selama hidup sampai akhir hayat dan meninggal dalam keimanan. Seorang mukmin yang bisa menjawab ketiga pertanyaan, maka dia akan memperoleh nikmat kubur. Adapun orang kafir yang tidak bisa menjawabnya, maka dia akan dihadapkan kepada adzab kubur.</p>
<p>Saudariku, Allah Ta’ala telah berfirman dalam Al Qur’an surah Ibrahim 27, yang artinya, <em>“Allah Meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan Allah akan Menyesatkan orang-orang yang dzalim dan Memperbuat apa yang Dia kehendaki.”</em></p>
<p>Menurut Ibnu Katsir yang dimaksud dengan “ucapan yang teguh” adalah seorang mukmin akan teguh di atas keimanan dan terjaga dari syubhat dan ia akan terjaga di atas keimanan. Sedangkan di akhirat, ia akan meninggal dalam keadaan <em>husnul khatimah</em> (dalam keadaan beriman) dan bisa menjawab tiga pertanyaan.<br />
Kita memohon kepada Allah semoga Dia meneguhkan iman kita ketika masih hidup dan ketika akan meninggal dunia. Meneguhkan kita ketika menjawab ketiga pertanyaan serta ketika dibangkitkan kelak di akhirat. Keteguhan iman di dunia dan akhirat, inilah hakikat kebahagiaan yang sesungguhnya.</p>
<p><strong>Bentuk-Bentuk Siksa Kubur</strong></p>
<p>Saudariku, telah disebutkan bahwa seorang yang kafir akan disiksa karena tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan. Akan tetapi, bukan berarti seorang mukmin pasti akan terlepas dari adzab kubur. Seorang mukmin bisa saja diadzab disebabkan maksiat yang dilakukannya, kecuali bila Allah mengampuninya.<br />
Syaikh Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath Thahawi berkata dalam kitabnya <em>Aqidah Ath-Thahawiyah</em>, “Kita mengimani adanya adzab kubur bagi orang yang berhak mendapatkannya, kita mengimani juga pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir kepadanya di dalam kubur tentang Rabbnya, agamanya, dan Nabinya berdasar kabar dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam serta para sahabat ridhwanallahu ‘alaihim ajma’in. Alam kubur adalah taman-taman jannah atau kubangan Naar.”</p>
<p>Di antara bentuk-bentuk adzab kubur dan kriteria orang yang mengalaminya:</p>
<ol>
<li>Dipecahkan kepalanya dengan batu, kemudian Allah tumbuhkan lagi kepalanya, dipecahkan lagi demikian seterusnya. Ini adalah siksa bagi orang yang mempelajari Al-Qur’an lalu tidak mengamalkannya dan  juga siksa bagi orang yang meninggalkan sholat wajib.</li>
<li>Dibelah ujung mulut hingga ke belakang kepala, demikian juga hidung dan kedua matanya. Merupakan siksa bagi orang yang pergi dari rumahnya di pagi hari lalu berdusta dan kedustaannya itu mencapai ufuk.</li>
<li>Ada kaum lelaki dan perempuan telanjang berada dalam bangunan menyerupai tungku. Tiba-tiba datanglah api dari bawah mereka. Mereka adalah para pezina lelaki dan perempuan.</li>
<li>Dijejali batu, ketika sedang berenang, mandi di sungai. Ini merupakan siksa bagi orang yang memakan riba.</li>
<li>Kaum yang separuh jasadnya bagus dan separuhnya lagi jelek adalah kaum yang mencampurkan antara amal shalih dengan perbuatan jelek, namun Allah mengampuni perbuatan jelek mereka.</li>
<li>Kaum yang memiliki kuku dari tembaga, yang mereka gunakan untuk mencakari wajah dan dada mereka. Mereka adalah orang-orang yang suka memakan daging orang lain (menggunjing) yakni membicarakan aib mereka.</li>
</ol>
<p>Adzab dan nikmat kubur adalah benar adanya berdasarkan Al Qur’an, As Sunnah dan ‘ijma ahlu sunnah. Nabi shallahu ‘alaihi wasallam selalu memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur dan memerintahkan umatnya untuk melakukan hal itu. Dan hal ini hanya diingkari oleh orang-orang <em>Mulhid</em> (atheis). Mereka mengatakan bahwa seandainya kita membongkar kuburan tersebut, maka akan kita dapati keadaannya seperti semula. Namun, dapat kita bantah dengan dua hal:</p>
<ol>
<li>Dengan dalil Al Qur’an dan Sunnah dan ‘ijma salaf yang menunjukkan tentang adzab kubur.</li>
<li>Sesungguhnya keadaan akhirat tidak bisa disamakan dengan keadaan dunia, maka adzab atau nikmat kubur tidaklah sama dengan apa yang bisa ditangkap dengan indra di dunia. (Diringkas dari <em>Syarah Lum’atul I’tiqod</em>, hal 65-66)</li>
</ol>
<p>Banyak hadits-hadits mutawatir dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang pembuktian adzab dan nikmat kubur bagi mereka yang berhak mengecapnya. Demikian juga pertanyaan Munkar dan Nakir. Semua itu harus diyakini dan diimani keberadaannya. Dan kita tidak boleh mempertanyakan bagaimananya. Sebab akal memang tidak dapat memahami bentuk sesungguhnya. Karena memang tak pernah mereka alami di dunia ini.</p>
<p>Ketahuilah, bahwa siksa kubur adalah siksa di alam Barzakh. Barangsiapa yang mati, dan berhak mendapatkan adzab, ia akan menerima bagiannya. Baik ia dikubur maupun tidak. Meski dimangsa binatang buas, atau terbakar hangus hingga menjadi abu dan bertaburan dibawa angin; atau disalib dan tenggelam di dasar laut. Ruh dan jasadnya tetap akan mendapat siksa, sama seperti orang yang dikubur. (lihat <em>Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah</em>, Syaikh Abdul Akhir Hammad al Ghunaimi)</p>
<p><strong>Apakah Adzab Kubur terjadi terus-menerus atau kemudian berhenti ?</strong></p>
<p>Maka jawaban untuk pertanyaan ini ada dua macam:</p>
<p>Pertama, untuk orang kafir yang tidak bisa menjawab ketiga pertanyaan, maka adzab berlangsung terus-menerus. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, yang artinya, <em>“Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat (Dikatakan pada malaikat): Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras.”</em> (QS. Ghafir: 46)</p>
<p>Demikian juga dalam hadits Al Barra’ bin ‘Azib tentang kisah orang kafir, <em>“Kemudian dibukakan baginya pintu Naar sehingga ia dapat melihat tempat tinggalnya di sana hingga hari kiamat.”</em> (HR. Imam Ahmad)</p>
<p>Kedua, untuk para pelaku maksiat yang ringan kemaksiatannya, maka adzab hanya berlangsung beberapa waktu kemudian berhenti. Mereka disiksa sebatas dosanya, kemudian diberi keringanan. (lihat <em>Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah</em>, Syaikh Abdul Akhir Hammad al Ghunaimi)</p>
<p>Saudariku, semoga Allah Melindungi kita dari adzab kubur dan memudahkan perjalanan setelahnya. Seringan apapun adzab kubur, tidak ada satupun dari kita yang sanggup menahan penderitaannya. Begitu banyak dosa telah kita kerjakan… maka jangan siakan waktu lagi untuk bertaubat. Janganlah lagi menunda berbuat kebaikan. Amal perbuatan kita, kita sendirilah yang akan mempertanggungjawabkannya dan mendapatkan balasannya. Jika bukan kita sendiri yang beramal shalih demi keselamatan dunia dan akhirat kita, maka siapa lagi ???</p>
<p>Sungguh indah nasihat Yazid Ar Riqasyi <em>rahimahullah</em> yang dikatakannya pada dirinya sendiri, <em>“Celaka engkau wahai Yazid! Siapa yang akan mendirikan shalat untukmu setelah engkau mati? Siapa yang akan berpuasa untukmu setelah engkau mati? Siapa yang akan memintakan maaf untukmu setelah engkau mati?”</em> Lalu ia berkata, <em>“Wahai manusia, mengapa kalian tidak menangis dan meratapi dirimu selama sisa hidupmu. Barangsiapa yang akhirnya adalah mati, kuburannya sebagai rumah tinggalnya, tanah sebagai kasurnya dan ulat-ulat yang menemaninya, serta dalam keadaan demikian ia menunggu hari kiamat yang mengerikan. Wahai, bagaimanakah keadaan seperti ini?”</em> Lalu beliau menangis. <em>Wallahu Ta’ala a’lam.</em></p>
<p><strong>Maraji’:</strong></p>
<ol>
<li><em>Aqidah Ath-Thahawiyah</em>, Syaikh Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath Thahawi (diambil dari <em>Mutuunut Tauhidi wal ‘Aqiidati</em>)</li>
<li><em>Syarah Al Waajibaat al Mutahattimaat al Ma’rifah ‘alaa kulli Muslim wa Muslimah</em> (edisi terjemah), Syaikh Ibrahim bin asy-Syaikh Shalih bin Ahmad al Khuraishi, Pustaka Imam Syafi’i</li>
<li><em>Syarah Lum’atul I’tiqod</em>, Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin</li>
<li><em>Tahdzib Syarh Ath Thahawiyah</em> (jilid 2. edisi Terjemah), Syaikh Abdul Akhir  Hammad al Ghunaimi, Penerbit At Tibyan</li>
</ol>
<p>***</p>
<p>Artikel www.muslimah.or.id</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=116&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/setelah-kita-dimasukkan-ke-liang-kubur%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Topeng Emansipasi</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/topeng-emansipasi/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/topeng-emansipasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[Penyusun: Ummu Khadijah dan Ummul Hasan Muraja’ah: Ust. Aris Munandar Saudariku yang semoga dirahmati Allah, sudah tidak asing terdengar di telinga kita bahwa baiknya wanita akan menjadi kunci kebaikan umat. Peran dan partisipasi seorang wanita adalah suatu hal yang sangat penting. Wanita laksana pedang bermata dua, jika ia baik dan menunaikan tugas-tugas utamanya sesuai dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=114&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="PostContent">
<p>Penyusun: Ummu Khadijah dan Ummul Hasan<br />
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar</p>
<p>Saudariku yang semoga dirahmati Allah, sudah tidak asing terdengar di telinga kita bahwa baiknya wanita akan menjadi kunci kebaikan umat. Peran dan partisipasi seorang wanita adalah suatu hal yang sangat penting. Wanita laksana pedang bermata dua, jika ia baik dan menunaikan tugas-tugas utamanya sesuai dengan yang Allah gariskan maka ia bagaikan batu-bata yang baik bagi bangunan masyarakat Islam. Namun jika ia telah menyimpang dari syari’at yang Allah tetapkan, maka ia ibarat pedang yang akan merusak dan menghancurkan umat.<span id="more-114"></span></p>
<p><strong><a title="Topeng Emansipasi" href="http://http//muslimah.or.id/aqidah/topeng-emansipasi.html">Emansipasi Wanita</a></strong></p>
<p>Musuh-musuh Islam sangat paham bahwa peran wanita muslimah sangat penting dalam membangun masyarakat Islam. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha menyerang Islam melalui kaum wanitanya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menghancurkan wanita muslimah melalui “emansipasi”. Mereka menamakan emansipasi sebagai gerakan yang membebaskan wanita dari kezhaliman dan untuk memenuhi hak-hak mereka secara adil (menurut mereka) –dengan slogan toleransi, kebebasan wanita, persamaan gender, dan sebagainya.</p>
<p>Namun ketahuilah wahai Saudariku, emansipasi tumbuh dari sistem sekuler yang memisahkan antara kehidupan dan nilai agama. Mereka menginginkan wanita menjadi pesaing bagi laki-laki dan memperebutkan kedudukan dengan kaum laki-laki. Wanita dalam konsep mereka ibarat barang dagangan yang dipajang di etalase, yang siap dijadikan tontonan bagi para hamba syahwat dan menjadi budak nafsu mereka. <em>Na`udzubillah</em>, mereka juga berusaha menjauhkan wanita dari hijab dan rumah-rumah mereka, mengabaikan pengasuhan anak dengan mengatakan bahwa mengasuh anak tidak mendatangkan materi, membunuh kreatifitas dan menghambat potensi sumber daya manusia kaum wanita. Coba kita perhatikan, betapa menyedihkannya pemikiran mereka ini yang memandang baik buruknya kehidupan dari sudut pandang materi.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan syubhat-syubhat (kerancuan) yang mereka lontarkan. Mungkin secara sepintas, wacana emansipasi mampu menjawab problematika wanita dan mengangkat harkatnya tapi tidaklah mungkin itu diraih dengan mengorbankan kehormatan dan harga diri wanita. Sungguh, tak akan bisa disatukan antara yang haq dengan yang bathil. Mereka tidaklah ingin membebaskan wanita dari kezhaliman tetapi sesungguhnya merekalah yang ingin bebas menzhalimi wanita!!!</p>
<p><a title="Topeng Emansipasi" href="http://muslimah.or.id/aqidah/topeng-emansipasi.html"><strong>Wanita Dalam Islam</strong></a></p>
<p>Islam benar-benar memperhatikan peran wanita muslimah, karena di balik peran mereka inilah lahir pahlawan dan pemimpin agung yang mengisi dunia dengan hikmah dan keadilan. Wanita begitu dijunjung dan dihargai perannya baik ketika menjadi seorang anak, ibu, istri, kerabat, atau bahkan orang lain.</p>
<p>Saat menjadi anak, kelahiran anak wanita merupakan sebuah kenikmatan agung, Islam memerintahkan untuk mendidiknya dan akan memberikan balasan yang besar sebagaimana dalam hadits riwayat `Uqbah bin ‘Amir bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya,</p>
<p><em>“Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak wanita lalu bersabar menghadapi mereka dan memberi mereka pakaian dari hasil usahanya maka mereka akan menjadi penolong baginya dari neraka.”</em> (HR. Ibnu Majah: 3669, Bukhori dalam “Adabul Mufrod”: 76, dan Ahmad: 4/154 dengan sanad shahih, lihat “Ash-Shahihah: 294).</p>
<p>Ketika menjadi seorang ibu, seorang anak diwajibkan untuk berbakti kepadanya, berbuat baik kepadanya, dan dilarang menyakitinya. Bahkan perintah berbuat baik kepada ibu disebutkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebanyak tiga kali baru kemudian beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebutkan perintah untuk berbuat baik kepada ayah. Dari Abu Hurairah berkata,</p>
<p><em>“Datang seseorang kepada Rasulullah lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak untuk menerima perbuatan baik dari saya?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu,’ dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu,’ dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah kembali menjawab, ‘Ibumu,’ lalu dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Bapakmu.’”</em> (HR. Bukhori: 5971, Muslim: 2548)</p>
<p>Begitu pun ketika menjadi seorang istri, Islam begitu memperhatikan hak-hak wanita sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat-19 yang artinya:</p>
<p><em>“…Dan pergaulilah mereka (para istri) dengan cara yang baik…”</em></p>
<p>Dan saat wanita menjadi kerabat atau orang lain pun Islam tetap memerintahkan untuk mengagungkan dan menghormatinya. Banyaknya pembahasan tentang wanita di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan kemuliaan mereka. Karena sesuatu yang banyak dibahas dan mendapat banyak perhatian tentunya adalah sesuatu yang penting dan mulia. Lalu masih adakah yang berani mengatakan bahwa Islam menzhalimi wanita?!</p>
<p>Wahai saudariku, demikianlah syari’at Islam menempatkan wanita di singgasana kemuliaan. Adapun di zaman sekarang, kenyataan yang terjadi di masyarakat sungguh jauh dari itu semua. Penyebabnya tidak lain adalah karena jauhnya umat Islam dari pemahaman yang benar terhadap agama mereka. Seringkali ada orang yang menjadikan kesalahan orang lain sebagai hujjah (argumentasi) baginya untuk turut berbuat kesalahan yang sama. Terkadang pula orang-orang menilai syari’at Islam dari perilaku orang-orang yang menyatakan bahwa mereka beragama Islam, namun pada hakekatnya perilaku mereka belumlah menggambarkan yang demikian. Oleh karena itu wahai Saudariku, janganlah menjadikan perilaku manusia sebagai dalil. Jadikanlah Al-Qur`an dan Sunnah dengan pemahaman para shahabat sebagai petunjuk bagi kita. Sungguh kita berlindung kepada Allah dari butanya hati dan akal dari kebenaran. <em>Wallahul musta’an</em>.</p>
<p>Dinukil dari:<br />
Artikel <cite>“Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam”</cite> (sumber: <cite>Majalah Al-Furqon</cite> Tahun 6 Edisi 9 Rabi’uts Tsani 1428 H)<br />
Buku <cite>“Emansipasi Wanita”</cite> karya Syaikh Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid<br />
Buku <cite>“Wanita-wanita Teladan Di Masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”</cite> karya Mahmud Mahdi Al-Istanbuli dan Musthafa Abu An-Nashr Asy-Syalabi dengan perubahan seperlunya.</p>
<p>***</p>
<p>Artikel <a title="Topeng Emansipasi" href="http://muslimah.or.id/aqidah/topeng-emansipasi.html">muslimah.or.id</a></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=114&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/topeng-emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Juru Bicara Kaum Wanita</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/sang-juru-bicara-kaum-wanita/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/sang-juru-bicara-kaum-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:04:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Ummu Muhammad Muraja’ah: Ust. Aris Munandar Wahai saudariku, tahukah kalian siapa beliau? Beliau adalah Asma’ binti Yazid bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhaliyah. Wanita mulia di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbai’at kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tahun pertama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=111&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="PostContent">
<p>Penulis: Ummu Muhammad<br />
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar</p>
<p>Wahai saudariku, tahukah kalian siapa beliau? Beliau adalah <a title="Sang Juru Bicara Kaum Wanita" href="http://muslimah.or.id/wp-admin/http/muslimah.or.id/aqidah/juru-bicara-kaum-wanita.html" target="_self">Asma’ binti Yazid</a> bin Sakan bin Rafi’ bin Imri’il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris Al-Anshariyah Al Ausiyyah Al Asyhaliyah. Wanita mulia di masa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, yang berbai’at kepada beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pada tahun pertama Hijriyah, yaitu dalam bai’at Aqabah.<span id="more-111"></span></p>
<p>Asma’ <em>radhiallahu ‘anha</em> adalah termasuk shahabiyah Anshar yang pertama masuk Islam yang keilmuannya sangat luas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abdil Barr bahwa Asma’ adalah seorang wanita yang cerdas dan bagus agamanya. Asma’ ikut aktif mendengar hadits Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan sering bertanya tentang persoalan-persoalan yang menjadikan dia paham urusan agama. Oleh karena itu, ia menjadi ahli hadits yang mulia, sehingga mendapat julukan “juru bicara wanita”. Asma’ dipercaya oleh kaum muslimah sebagai wakil mereka untuk berbicara dengan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang persoalan-persoalan yang mereka hadapi.</p>
<p>Suatu ketika Asma’ mendatangi Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya adalah utusan bagi seluruh wanita muslimah yang di belakangku, seluruhnya mengatakan sebagaimana yang aku katakan dan seluruhnya berpendapat sesuai dengan pendapatku. Sesungguhnya Allah mengutusmu bagi seluruh laki-laki dan wanita, kemudian kami beriman kepada anda dan membai’at anda. Adapun kami para wanita terkurung dan terbatas gerak langkah kami. Kami menjadi penyangga rumah tangga kaum laki-laki dan kami adalah tempat menyalurkan syahwatnya. Kamilah yang mengandung anak-anak mereka. Akan tetapi kaum laki-laki mendapat keutamaan melebihi kami dengan shalat Jum’at, mengantarkan jenazah, dan berjihad. Apabila mereka keluar untuk berjihad, kamilah yang menjaga harta mereka dan mendidik anak-anak mereka. Maka apakah kami juga mendapat pahala sebagaimana yang mereka dapat dengan amalan mereka?”</p>
<p>Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menoleh kepada para sahabat dan bersabda, <em>“Pernahkah kalian mendengar pertanyaan seorang wanita tentang agama yang lebih baik dari apa yang dia tanyakan?”</em></p>
<p>Para sahabat menjawab, “Benar, kami belum pernah mendengarnya ya, Rasulullah!”</p>
<p>Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, <em>“<a title="Sang Juru Bicara Kaum Wanita" href="http://muslimah.or.id/aqidah/juru-bicara-kaum-wanita.html" target="_self">Kembalilah wahai Asma’ </a>dan beritahukan kepada para wanita yang berada di belakangmu, bahwa perlakuan baik salah seorang di antara mereka kepada suaminya, upayanya untuk mendapat keridhaan suaminya, dan ketundukkannya untuk senantiasa mentaati suami, itu semua dapat mengimbangi seluruh amal yang kamu sebutkan yang dikerjakan oleh kaum laki-laki.”</em></p>
<p>Maka kembalilah Asma’ sambil bertahlil dan bertakbir merasa gembira dengan apa yang disabdakan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. (HR. Muslim)</p>
<p>Kita lihat begitu semangatnya para shahabiah, hatinya senantiasa bergantung kepada akhirat. Tidaklah yang ia cita-citakan dalam seluruh amalnya kecuali ridha Allah Ta’ala sehingga ia merasa sangat gembira ketika diberitahu bahwa tugas yang selama ini ia lakukan pahalanya menyamai amalan kaum laki-laki yang sangat berat. Sungguh hal ini menunjukkan kemurahan Allah kepada hamba-Nya.</p>
<p>Asma’ juga pernah bertanya kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tentang tata cara mandi haidh, sebagaimana telah diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p><em> “Hendaklah seorang di antara kamu menyiapkan air dan air perasan bidara. Kemudian bersucilah dengannya dan membaguskan bersucinya. Kemudian menuangkan air ke atas kepalanya dan hendaklah ia menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga membasahi akar-akar rambutnya, lalu menuangkan air ke atasnya. Kemudian hendaklah ia mengambil sepotong kapas yang telah dibubuhi minyak wangi, lalu bersihkanlah dengannya.”</em></p>
<p>Lalu Asma’ bertanya lagi, “Bagaimana membersihkannya dengan kapas?”</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab, <em>“Subhanallah, bersihkanlah dengannya.”</em></p>
<p><em></em>‘Aisyah berkata, seolah-olah beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyembunyikan hal ini (karena malu), “Yaitu engkau membersihkan darah padanya.” (HR. Bukhari Muslim)</p>
<p>Begitulah saudariku, para shahabiyah sangat bersemangat untuk mencari ilmu agama. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk bertanya. Karena mereka tahu, hanya dengan ilmu, amalan mereka akan bernilai (mendapat pahala) di sisi Allah. Benarlah perkataan ‘Aisyah bahwa sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar, mereka tidaklah terhalang oleh rasa malu untuk mendalami urusan agama. (HR. Muslim)</p>
<p>Tentunya, kita ingin menjadi wanita terbaik bukan? Maka, contohlah para <a title="Sang Juru Bicara Kaum Wanita" href="http://muslimah.or.id/aqidah/juru-bicara-kaum-wanita.html" target="_self">shahabiah</a>. Belajarlah ilmu agama karena dengannya derajat kita akan ditinggikan dan jalan menuju surga akan dimudahkan. Semoga Allah senantiasa memudahkan bagi kita jalan menuju Ilmu. Aamiin.<br />
<em>“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan  orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”</em> (Qs. Al Mujadilah:11)<br />
<em>“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya, dengan hal itu, jalan menuju surga.”</em> (HR. Muslim)</p>
<p><strong>Maraji’:</strong><br />
<em>Wanita-Wanita Teladan di masa Rasulullah shallallahu ’’laihi wa sallam</em> (Mahmud Mahdi Al-Istanbuli, Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi)</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=111&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/sang-juru-bicara-kaum-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REALITA KEBANGKITAN ISLAM</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/realita-kebangkitan-islam/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/realita-kebangkitan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 07:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin &#8216;Ied Al-Hilaaly Realita Kebangkitan Islam Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri yang tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang lain. Oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=108&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh<br />
Syaikh Abu Usamah Salim bin &#8216;Ied Al-Hilaaly</p>
<p>Realita Kebangkitan Islam</p>
<p align="justify">Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri yang  tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama  dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai  memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang  lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jama&#8217;ah-jama&#8217;ah yang begerak di  medan dakwah pada masa ini saling berselisih seputar manhaj dakwah, dari mana  memulai dan bagaimana memulainya.</p>
<p>Perselisihan yang paling bebahaya yang  menghalangi persatuan mereka diatas satu kata adalah dua hal :<span id="more-108"></span><br />
Pertama :  Ketidak Tahuan akan Besarnya Kekuatan Mereka.</p>
<p>Kita masih terus melihat  hizbiyah yang sempit telah menguasai banyak akal pemikiran dan jama&#8217;ah yang  bergerak dalam medan dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, sehingga mereka  tidak melihat kecuali diri mereka sendiri dan meniadakan keberadaan yang lain  disekitarnya. Berkembanglah hal ini hingga kita melihat sebagian mereka mengaku  sebagai jama&#8217;ah muslimin dan pemimpin mereka sebagai imam muslimin, lalu  menetapkan dengan dasar itu beberapa prasangka :</p>
<p>Sebagiannya mengklaim  kewajban berba&#8217;iat kepada imamnya dan yang lain mengkafirkan kaum muslimin  setelah generasi-generasi terbaik yang dimuliakan. Sekelompok lainnya mengklaim  bahwa merekalah jama&#8217;ah induk yang wajib bagi selainnya untuk berhimpun dan  berlindung di bawah benderanya. Kebanyakan mereka telah melupakan bahwa mereka  bergerak untuk mengembalikan jama&#8217;ah muslimin, maka seandainya jama&#8217;ah muslimin  sudah ada dan imamnya pun ada maka kita tidak akan melihat perselisihan dan  berbilangnya kelompok yang tidak diturunkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala keterangan  astasnya. Pada hakikatnya mereka yang bergerak untuk Islam tersebut adalah  jama&#8217;ah dari sebagian kaum muslimin yaitu dari ahlil kiblat dan bukan jamaah  muslimin.</p>
<p>Ketahuilah wahai muslim, jama&#8217;ah muslimin adalah jama&#8217;ah yang  seluruh kaum muslimin bergabung dalam menjalankannya dan memiliki seorang imam  yang melaksanakan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sehingga diwajibkan taat  kepadanya dan diberikan kepatuhan dan ketundukan kepadanya. Itulah negara Islam  yang dipimpin oleh seorang khalifah yang melaksanakan hukum-hukum Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Adapun jama&#8217;ah-jama&#8217;ah yang bergerak untuk mengembalikan  daulah kekhilafahan maka dia adalah jama&#8217;ah dari sebagian kaum muslimin yang  wajib saling tolong menolong di antara mereka dan menghilangkan penghalang yang  memisahkan pribadi-pribadi mereka agar berpadu di atas kata yang satu yaitu  kalimat tauhid dan assunnah serta pemahaman salaf umat ini.</p>
<p>Al-Hafidz  Ibnu Hajar menukilkan dalam Fathul Bariiy 13/37 perkataan Ath-Thabariy  Rahimahullah : Masalah ini dan masalah jama&#8217;ah telah diperselihkan : berkata  satu kaum : itu untuk wajib, dan Al-Jama&#8217;ah adalah kelompok yang paling besar,  kemudian membawakan dalil dari Muhammad bin Siriin Rahimahullah dari Ibnu Mas&#8217;ud  Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa beliau mewasiatkan kepada orang yang bertanya kepadanya  ketika Utsman terbunuh : wajib atas kamu berpegang teguh dengan Al-Jama&#8217;ah,  karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala tidak akan mengumpulkan umat Muhammad diatas  kesesatan. Dan berkata yang lain : yang dimaksud dengan Al-Jama&#8217;ah adalah para  sahabat dan orang yang setelahnya dan berkata yang lain lagi : yang dimaksud  adalah ahli ilmu, karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menjadikan mereka sebagai  hujjah atas makhluknya dan manusia ikut mereka dalam masalah agama.</p>
<p>Dan  yang benar bahwa maksud dari hadits yang memerintahkan untuk berpegang teguh  kepada Al-Jama&#8217;ah adalah jama&#8217;ah yang manusia bersepakat untuk menjadikan  seorang amir atasnya, maka siapa yang melepas ba&#8217;iatnya berarti telah keluar  dari Al-Jama&#8217;ah. Dan dalam hadits disebutkan : Ketika terjadi pada manusia tidak  ada imam dan mereka berpecah belah menjadi kelompok-kelompok maka janganlah  seorang itu ikut dalam perpecahan tersebut dan hendaklah dia meninggalkannya  semua kalau mampu, khawatir terjatuh dalam keburukan dan dengan demikian maka  semua hadits dapat ditempatkan dan dapat dikompromikan apa yang dianggap berbeda  darinya.</p>
<p>Maka wajib atas setiap muslim membantu jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini pada  kebenaran yang dimilikinya dan wajib untuk melakukan nasehat dan arahan pada  hal-hal yang menyimpang dari kebenaran atau tidak dapat menunaikannya dengan  baik dari kebenaran tersebut. Dan wajib atas jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini untuk saling  tolong menolong pada kebenaran yang telah disepakati dan saling menasehati  diantara mereka pada hal-hal yang diperselisihkan serta memohon kepada Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk menunjuki mereka dalam hal itu kepada jalan yang  lurus. [1]</p>
<p>Wajib bagi jama&#8217;ah-jama&#8217;ah tersebut untuk menjadi satu tangan  dalam membangun istana Islam yang megah dan mengembalikan kejayaannya, karena  jika bergerak sendiri-sendiri maka mereka tidak mampu, dan Allah Subhanahu wa  Ta&#8217;ala walinya orang-orang yang shalih. Wajib pula atas jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini  untuk mengisi para pengikutnya dengan kebenaran dan kecintaan kepada seluruh  kaum muslimin sehingga dapat menghancurkan penghalang hizbiyah (fanatis  kelompok) yang telah memporak-porandakan persatuan dan melemahkan kekuatan serta  ketangguhan mereka.</p>
<p>Dengan demikian, maka orang yang keluar dari  jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini bukanlah orang yang keluar dari jama&#8217;ah muslimin karena  jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini tidak memiliki sifat tersebut dan tidak juga pendirinya  pantas mengaku sebagai imam.</p>
<p>Kedua : Perbedaan Mereka dalam Sumber  Pengambilan dan Pemahaman Al-Kitab dan Assunnah</p>
<p>Rasulullah Shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam telah memerintahkan Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu untuk  meninggalkan semua kelompok yang mengajak kepada neraka pada masa-masa keburukan  dan fitnah ketika kaum muslimin tidak memiliki jama&#8217;ah dan imam.</p>
<p>Beragam  perkataan para ulama dalam menjelaskan hadits ini dan yang saya anggap lebih  sesuai adalah perintah kenabian ini berisi kewajiban berpegang teguh kepada  kebenaran, menolong ahlinya dan tolong menolong di atas dasarnya, dan inilah  penjelasannya :</p>
<p>[1]. Ini merupakan perintah berpegang teguh dengan  Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman As-Salaf Ash-Shalih, hal ini ditunjukkan  oleh sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam hadits Irbaadh bin  Saariyah radhiyallahu &#8216;anhu.</p>
<p>&#8220;Artinya : Barangsiapa yang masih hidup dari  kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah  kepada Sunnahku dan Sunnah para Khalifah rasyidin yang memberi petunjuk  berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan  waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan) karena hal itu  adalah kebid&#8217;ahan dan setiap kebid&#8217;ahan adalah kesesatan&#8221; [Akan datang  Takhrijnya]</p>
<p>Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu, terdapat perintah  untuk menggigit pokok-pokok ketika terjadi perselisihan dalam rangka berlepas  diri dari kelompok-kelompok sesat dan dalam hadits Irbadh Radhiyallahu &#8216;anhu  terdapat perintah menggigit As-Sunnah yang Shahih yang dipahami dengan paham  As-Salaf Ash-Shalih dengan geraham ketika terjadi perselisihan dan untuk  menjauhi dari hal-hal yang baru karena dia adalah kesesatan.</p>
<p>Jika kita  kompromikan antara kedua hadits ini akan tampak satu makna yang indah yaitu  berpegang teguh kepada sunnah nabi dengan pemahaman As-Salaf Ash-Shalih ketika  muncul kelompok-kelompok sesat dan lenyapnya jama&#8217;ah muslimin dan  Imamnya.</p>
<p>[2]. Yang menunjukkan hal itu bahwa perintah menggigit pokok  pohon dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu bukanlah yang dimaksud  lahiriyahnya, akan tetapi yang dimaksud adalah tetap sabar di atas kebenaran dan  berlepas dari kelompok-kelompok sesat yang menyalahi kebenaran. Atau maknanya  pohon Islam yang rindang dan subur akan diterpa badai angin sehingga mematahkan  ranting-rantingnya dan tidak tingga kecuali pokoknya saja yang kokoh berdiri  menantang badai-badai tersebut. Di saat itu wajib atas kaum muslimin untuk  memelihara pokok ini dan mengorbankan jiwa dan harta yang berharga karena pokok  tadi akan tumbuh kembali walaupun dahsyatnya badai angin tersebut.</p>
<p>[3].  Pada waktu itu wajib atas seorang muslim untuk memberikan bantuan kepada  kelompok yang merangkul pokok pohon yang kokoh ini untuk menolak darinya  serangan fitnah dan ujian.</p>
<p>Kelompok ini senantiasa menegakkan kebenaran  sampai akhir mereka memerangi Dajjal. [Akan datang keterangan tentang  hadits-hadits yang ada tentang hal ini]</p>
<p>Dengan ini dapat disimpulkan  penutup hadits Hudzaifah dalam tiga hal :</p>
<p>[a]. Kewajiban berpegang teguh  kepada jama&#8217;ah muslimin dan taat kepada para pemimpin mereka walaupun mereka  bermaksiat, bukanlah Rasulullah telah bersabda dalam riwayat yang  lain.</p>
<p>&#8220;Artinya : Saya bertanya : Apa yang saya perbuat wahai Rasulullah  jika hal itu menimpaku ? Beliau menjawab : patuh (dengar) dan taatilah amir  (pemimpin) walaupun dia memukul punggungmu dan megambil hartamu, patuhlah  (dengarlah) dan taatilah&#8221; [Diriwayatkan Muslim 12/236-237]</p>
<p>Ini merupakan  perkara yang tidak diketahui kebanyakan dari kaum muslimin ketika mereka melihat  kerusakan dan kedzaliman para khalifah terakhir dalam negara kekhalifahan, lalu  berusaha bekerja sama dengan orang-orang kafir untuk melenyapkan negara  kekhalifahan dan mereka lupa akan larangan memberontak dari para pemimpin selama  belum melihat pada mereka kekafiran dan kesyirikan yang jelas sekali yang dapat  dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan diputuskan oleh  para Ulama robbani berdasarkan kaidah-kaidah fiqih dakwah yang diambil dari  Al-Kitab dan As-Sunnah serta sikap-sikap As-Salaf Ash-Shalih.</p>
<p>[b]. Jika  tidak ada jama&#8217;ah muslimin dan imam mereka, maka wajib bagi setiap muslim untuk  meninggalkan kelompok-kelompok dan sekte yang sesat tersebut.</p>
<p>[c].  Meninggalkan kelompok-kelompok sesat tidak berarti beruzlah (mengasingkan diri)  secara keseluruhan dan membiarkan kebatilan bertebaran dan berkembang tanpa ada  yang menghalanginya ; bahkan seharusnya kaum muslimin berpegang teguh kepada  pokok-pokok agama ini berdasarkan Kitabullah dan As-Sunnah dan memahami keduanya  dengan pemahaman sahabat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan  orang-orang yang telah berjalan diatas manhaj mereka dari para imam-imam  petunjuk, mengajak manusia kepada dua pokok yang agung ini yang akan menjadi  hakim bagi bumi dan seisinya dan agar kamu ketahui berita kebenarannya setelah  ini karena keberadaan kelompok-kelompok sesat ini tidak berarti kosongnya dunia  dari orang yang menegakkan kebenaran dengan hujjah. Rasulullah Shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam telah mengkhabarkan dalam hadits-hadits mutawatir tentang  keberadaan kelompok yang membawa kebenaran pada setiap masa hingga datang hari  kiamat sedangkan dalam keadaan itu tidak merugikan mereka orang yang menyelisihi  dan menghina mereka.</p>
<p>[Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj  As-Salafy, edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf (Studi Kritis Solusi  Problematika Umat) oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaly, terbitan  Pustaka Imam Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]<br />
_________<br />
Foote  Note.<br />
[1] Berbeda dengan kaidah : Kita saling tolong menolong pada apa saja  yang kita sepakati dan kita saling memaafkan pada apa yang kita perselisihkan.  Dan telah menjelaskan rusak dan bahayanya oleh Al-Akh Hamd Al-Utsmaan dalam  kitabnya : Zajrul Mutahaawin bin dhorori qaidah Al-uzru wat Ta&#8217;awun. Adapun  saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan diantara kaum muslimin  merupakan perkara wajib syar&#8217;i lebih-lebih pada orang-orang yang bergerak di  medan dakwah, akan tetapi tidak sempurna ta&#8217;awun ini kecuali dengan dua pokok,  yaitu :<br />
[a] Manhaj As-Salaf Ash-Shalih<br />
[b] Meninggalkan Tahazzub  (fanatisme golongan).<br />
Jika setiap jama&#8217;ah atau kelompok tetap berada pada  aqidah mereka yang menyimpang dari As-Salaf dan memiliki tatanan yang terpisah  dari yang lainnya maka tidak ada tolong menolong kecuali tolong menolong yang  dimurkai Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, mereka menganggap bersatu akan tetapi pada  kenyataannya hati-hati mereka&#8230;&#8230;, adapaun usaha sekelompok orang yang mengaku  ahlus sunnah untuk meremehkan pentingnya permasalahan ini dan mengklaim itu  sebagai dakwah salafiyah yang benar maka janganlah kamu termasuk orang yang  tertipu, karena ucapan mereka seperti madu dan sikap mereka terhadap manhaj  salaf dan ulamanya seperti duri yang tajam.</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=423&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=108&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/realita-kebangkitan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benteng Pertahanan Kita (Umat Islam) Terancam dari Dalam</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/benteng-pertahanan-kita-umat-islam-terancam-dari-dalam/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/benteng-pertahanan-kita-umat-islam-terancam-dari-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 06:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Benteng Pertahanan Kita [Umat Islam] Terancam Dari Dalam Serta Masa-Masa Yang Menipu Agar umat Islam tidak sadar dari pengaruh suntikan racun yang berisi bakteri penyakit mematikan yang disuntikan kedalam tubuhnya, dan dalam rangka menyesatkan, menggelapkannya serta menutupi kenyataan yang sebenarnya dari pandangan mereka, maka para tokoh pimpinan orang-orang kafir membangun produk-produk dalam tubuh kaum muslimin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=97&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Benteng Pertahanan Kita [Umat Islam] Terancam Dari Dalam Serta Masa-Masa Yang Menipu</p>
<p align="justify">Agar umat Islam tidak sadar dari pengaruh suntikan racun yang berisi bakteri  penyakit mematikan yang disuntikan kedalam tubuhnya, dan dalam rangka  menyesatkan, menggelapkannya serta menutupi kenyataan yang sebenarnya dari  pandangan mereka, maka para tokoh pimpinan orang-orang kafir membangun  produk-produk dalam tubuh kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk mengokohkan  racun-racun dari dalam sehingga tidak nampak akibat jelek dari penyakit yang  berbahaya ini kecuali setelah jangka waktu yang sangat panjang dan pada saat itu  menyulitkan para dokter dan membuat kebingungan para cendekiawan (dalam  mengobatinya, -pent).<span id="more-97"></span></p>
<p>Produk-produk yang selalu dibesar-besarkan oleh  musuh Islam di telinga umat Islam dan membawa misi apa yang telah disuntikaan  kepadanya adalah para pemimpin yang mengajak kepada api nereka. Mereka berasal  dari bangsa kita, berbicara dengan bahasa kita dan mengaku punya kepedulian  terhadap umat dan beramal untuk membawa kemajuan kita.</p>
<p>Oleh karena itu,  sesungguhnya yang menanam bibit penyakit tersebut kedalam tubuh umat Islam  adalah anak-anak Islam sendiri. Akan tetapi Nabi yang penuh rahmat dan pemberi  petunjuk Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak membiarkan suatu kesamaranpun dalam  masalah ini. Beliau menjelaskannya dengan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala  dan bukan reka-reka darinya. Maka dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu  terdapat penafsiran kelompok orang-orang hasil didikan dan pembinaan langsung  para tokoh pemimpin kafir. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Ya, para da&#8217;i yang mengajak ke pintu-pintu neraka  (Jahannam), barangsiapa yang menerima ajakan mereka, niscaya mereka jerumuskan  ke dalam neraka. Aku bertanya lagi : Wahai Rasulullah berilah tahu kami  sifat-sifat mereka ? Beliau menjawab : Mereka dari kaum kita dan berbicara  dengan bahasa kita&#8221;.</p>
<p>Ini adalah sifat pertama yang menjadi ciri-ciri  mereka yaitu mereka dari bangsa Arab baik secara nasab atau  bahasa.</p>
<p>Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari  13/36.</p>
<p>&#8220;Yaitu dari bangsa, berbahasa dan beragama seperti kita, dan ada  padanya isyarat bahwa mereka dari bangsa Arab, berkata Ad-Dawudi : &#8216;Yaitu dari  bani Adam, berkata Al-Qaabisi : maknanya secara lahiriyah berada di atas agama  kita akan tetapi mereka menyelisihi kita secara bathin karena kulit sesuatu  adalah permukaannya dan dia asalnya adalah selaput penutup tubuh. Dan ada yang  mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Arab, adalah warna kulit mereka umumnya  sawo matang (kecoklat-coklatan) dan warna hanya tampak dari  kulitnya&#8221;.</p>
<p>Dan dalam riwayat lain.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan akan ada  dikalangan mereka orang-orang yang berhati syaithan dengan jasad manusia&#8221;  [Diriwayatkan oleh Muslim 12/236-237 An-Nawaawi]</p>
<p>Ini adalah sifat kedua  yang menjadi ciri-ciri mereka yaitu mereka menampakkan kepedulian atas umat,  kemaslahatan, kepemimpinan, kemerdekaan dan kemajuan &#8230; mereka menyenangkan  umat dengan lisan-lisan mereka, namun hati-hati mereka tidak menginginkan  kecuali melaksanakan apa yang telah mereka pelajari dan dapatkan dari pembinaan  majikan-majikan mereka dari kalangan orang-orang Salib dan Yahudi. Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Orang-orang Yahudi dan Nashrani  tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka&#8221; [ Al-Baqarah  : 120]</p>
<p>Inilah yang telah dirancang para majikan dari bangsa Eropa dan  Yahudi dan dilaksanakan oleh para budak dari orang rendahan umat ini yang  menjadi kuat di tanah air kita karena mereka telah tinggal menetap dan memakan  kekayaannya akan tetapi telah terdidik oleh pembinaan kelompok syaithan dan  tentara iblis yang telah mendidik mereka diatas doktrin-doktrin salibisme yang  membunuh. Sesungguhnya dia perlahan-lahan akan tetapi pasti berdaya  guna.</p>
<p>Dan inlilah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala  dalam firman-Nya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi  Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal mereka memperoleh  kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap  kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan  mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang  fasik (tidak menepati perjanjian)&#8221; [At-Taubah : 8]</p>
<p>Dan firman Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan bila mereka berjumpa dengan  orang-orang yang beriman, mereka mengatakan : &#8216;Kami telah beriman&#8217;. Dan bila  mereka kembali kepada syaitah-syaithan mereka, mereka mengatakan : &#8216;Sesungguhnya  kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok&#8221; [Al-Baqarah :  14]</p>
<p>Demikianlah mereka menakut-nakuti bangsa dan umat dan ditaati serta  diserahkan kepada mereka tali kepemimpinan, karena umat ini telah menyimpang  dari Manhaj Ilahi. Merekapun menyeret umat Islam kedalam Api neraka dan  menginginkan agar umat menjadi penghuninya.</p>
<p>Mereka tidak pernah berhenti  berdakwah kepada kesesatan dan kemungkaran. Mereka mengadakan  pertemuan-pertemuan, partai-partai, muktamar-muktamar dan konperensi-konperensi,  oleh karena itu mereka disifati dengan nama du&#8217;at (para penyeru/  dai&#8217;-dai&#8217;).</p>
<p>Dan kata du&#8217;at dengan didhomahkan huruf dalnya adalah bentuk  jamak dari da&#8217;i yang bermakna jama&#8217;ah yang melaksanakan urusannya dan menyeru  manusia untuk menerimanya.[Lihat Aunul Ma'bud 11/317]</p>
<p>Peringatan dan  penegasan kenabian ini adalah isyarat telunjuk untuk orang-orang yang menderita  buta warna sehingga mereka menjadi terompet semata, yang mengulang apa yang  disampaikan kepadanya dari balik laut atau luar perbatasan !</p>
<p>Sesungguhnya  ia merupakan penggugah umat Islam agar merekan berhati-hati terhadap tipu daya  orang-orang kafir dan sadar lalu tidak mengikuti jalannya orang-orang  mujrimin.</p>
<p>Sesungguhnya kita telah mengetahui pengaruhnya dalam sejarah  kaum muslimin dan telah kita lihat kejelekannya di dunia manusia seluruhnya.  Adapun contoh-contohnya sangat banyak sekali dan itu turun temurun pada setiap  masa dan tempat.</p>
<p>Para du&#8217;at kepada kesesatan, sampai saat ini senantiasa  mengangkat propagandanya menyeru manusia ke neraka, semoga Allah melindungi kita  dari mereka.</p>
<p>Maka inilah para penyeru demokrasi berkampanye, inilah pula  tokoh-tokoh sosialis berkoar-koar, dan inilah mereka penyeru nasionalisme  berteriak-teriak, sementara orang-orang pun mengikuti mereka di  belakang.</p>
<p>Dan dengan demikian pembuat Dakhan adalah pendahulu para  penyeru kesesatan dan dengan ini juga jelaslah bahwa mata rantai persekongkolan  (konspirasi) terhadap Islam, pemeluk dan negaranya memiliki akar yang kuat dalam  sejarah Islam.</p>
<p>[3]. Masa-Masa Yang Menipu</p>
<p>Sesunguhnya laihiriyah  masa-masa ini baik, akan tetapi dibaliknya tersimpan kerusakan. Bukankah  Rasulullah telah mengatakan dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu yang  diriwayatkan oleh Muslim.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan akan ada dikalangan mereka  orang-orang yang berhati syaithan dengan jasad manusia&#8221;.</p>
<p>Ini terkadang  menipu kebanyakan manusia yang hanya memandang kepada lahiriyah sesuatu namun  pandangan terhadap hakikat sesuatu itu tertutup. Akibatnya, mereka tidak  memperhatikan sama sekali perbaikan kerusakan-kerusakan dari awal-awalnya  sehingga tidak membesar dan melebar sobekan pada kain  tambalan.</p>
<p>Sesunguhnnya Ad-Dakhan berkembang mematikan kebaikan sehingga  mengalahkannya lalu muncullah masa-masa yang penuh kejelekan dan permulaan  munculnya pada du&#8217;at kesesatan dan kelompok-kelompok sesat.</p>
<p>Sesungguhnya  para pembuat fitnah sangat bersemangat dalam beramal sedangkan orang-orang yang  berada dalam kebenaran lengah dan terlelap. Buktinya adalah, dakhan ini membesar  sampai mengalahkan kebenaran, menyerang kebenaran dan ahlinya,menyerahkan urusan  kepada selain ahlinya serta meletakkan kebenaran bukan pada  tempatnya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu beliau berkata telah  bersabda Rasulullah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Akan datang masa-masa yang menipu  dimana-mana para pendusta dibenarkan dan didustakan orang-orang yang jujur, para  penghianat diberi amanat dan orang yang amanah dianggap penghianat dan berbicara  pada masa itu para ruwaibidhah. Lalu ada yang mengatakan : &#8216;Siapakah Ruwaibidhah  itu ? Beliau menjawab : &#8216;Orang yang bodoh berbicara pada permasalahan  umat&#8221;.[1]</p>
<p>[Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy,  edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf (Studi Kritis Solusi Problematika  Umat) oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaly, terbitan Pustaka Imam  Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]<br />
_________<br />
Foote Note.<br />
[1] Shahih  Lighoiri, diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4036), Ahmad (2/291), Al-Haakim (4/465.  466 dan 512), Al-Khoraaithiy dalam Makaarimul Akhlaaq hal.30 dan Asy-Syazriy  dalam Amaalinya 2/256 dan 265 dari jalan periwayatan Abdil Malik bin Qudaamah  Aljumahiy dari Ishaaq bin Abi Furaat dari Al-Muqbiriy dari Abi Haurairah beliau  berkata : Bersabda Rasulullah : Lalu menyebut haditsnya.<br />
Berkata Al-Haakim :  sanadnya shahih dan disepakati oleh Adz-Dzahaabiy.<br />
Saya berkata : Tidaklah  seperti keduanya katakan, karena sanad hadits ini lemah, ada padanya Abdul Malik  bin Qudaamah Al-Jumaahiy yang telah dilemahkan oleh Adz-Dzahabiy dalam beberapa  kitabnya dan telah dinukil oleh banyak ulama pelemahan beliau ini. Juga ada  Ishaaq bin Ai Furaat, dia itu majhul (tidak ada yang mentadinya) sebagaimana  dalam At-Taqriib. Akan tetapi hadits ini memiliki jalan periwayatan yang lain  yang menguatkannya : dikeluarkan oleh Ahmad 92/338 dari jalan periwayatan Fulaih  bin Sulaiman dari Sa&#8217;id bin Ubaid dari Abu Hurairah secara marfu&#8217;.</p>
<p>Aku  berkata : semua perawinya tsiqah kecuali Fulaih maka ad celaan dari sisi  hafalannya maka hadits Abu Hurairah ini dengan dua jalan periwayatan tadi  menjadi hasan akan tetapi hadits ini memiliki syahid-syahid yang mengangkatnya  shahih&#8230;dst..</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=409&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=409&amp;bagian=0</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=97&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/benteng-pertahanan-kita-umat-islam-terancam-dari-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABDULLAH BIN ZUBEIR,Seorang Tokoh Syahid Yang Luar Biasa</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 05:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya &#8230;. Ibunya Asma, &#8211; semoga Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=93&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya &#8230;. Ibunya Asma, &#8211; semoga Allah ridla kepadanya dan ia jadi ridla kepada Allah &#8211; setibanya di Quba, suatu dusun di luar kota Madinah, datanglah saat melahirkan, dan jabang bayi yang muhajir itu pun masuklah ke bumi Madinah bersamaan waktunya dengan masuknya muhajirin lainnya dari shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam &#8230; ! <span id="more-93"></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bayi yang pertama kali lahir pada saat hijrah itu, dibawa  kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam di rumahnya di Madinah, maka diciumnya kedua pipinya dan dikecupnya mulutnya, hingga yang mula  pertama masuk ke rongga perut Abdullah bin Zubeir itu ialah air selera Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi i wasallam  yang mulia. Kaum Muslimin berkumpul dan beramai-ramai membawa bayi yang dalam gendongan itu berkeliling kota sambil membaca tahlil dan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>takbir. </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Latar belakangnya ialah karena tatkala Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam  dan para shahabatnya tinggal menetap di Madinah, orang- orang Yahudi merasa terpukul dan iri hati, lalu melakukan perang urat saraf terhadap Kaum Muslimin. Mereka sebarkan berita bahwa dukun-dukun mereka telah menyihir Kaum Muslimin dan membuat mereka jadi mandul, hingga di Madinah tak seorang pun akan mempunyai bayi dari kalangan mereka&#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Maka tatkala Abdullah bin Zubeir muncul dari alam gaib, hal itu merupakan suatu kenyataan yang digunakan taqdir untuk menolak kebohongan orang-orang Yahudi di Madinah dan mematahkan tipu muslihat mereka &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Di masa hayat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam , Abdullah belum mencapai asia dewasa. Tetapi lingkungan hidup dan hubungannya yang akrab dengan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, telah membentuk kerangka kepahlawanan dan prinsip hidupnya, sehingga darma baktinya dalam menempuh kehidupan di dunia ini menjadi buah bibir orang dan tercatat dalam sejarah dunia. Anak kecil itu tumbuh dengan amat cepatnya dan menunjukkan hal-hal yang luar biasa dalam kegairahan, kecerdasan dan keteguhan pendirian. Masa mudanya dilaluinya tanpa noda, seorang yang suci, tekun beribadat, hidup sederhana dan perwira tidak terkira &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Demikianlah hari-hari dan peruntungan  itu dijalaninya dengan tabi&#8217;atnya yang tidak berubah dan semangat yang tak pernah kendor. Ia benar-benar seorang laki-laki yang mengenal tujuannya dan menempuhnya dengan kemauan yang keras membaja dan keimanan teguh luar biasa&#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Sewaktu pembebasan Afrika, Andalusia dan Konstantinopel, ia yang waktu itu belum melebihi usia tujuh belas tahun, tampak sebagai salah seorang pahlawan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>yang </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">namanya terlukis sepanjang masa &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Dalam pertempuran di Afrika sendiri, Kaum Muslimin yang jumlahnya hanya duapuluh ribu sang tentara, pernah menghadapi musuh yang berkekuatan sebanyak seratus duapuluh ribu orang. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pertempuran berkecamuk, dan pihak </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>Islam </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">terancam bahaya besar! Abdullah bin Zubeir melayangkan pandangannya meninjau kekuatan musuh hingga segeralah diketahuinya di mana letak kekuatan mereka. Sumber kekuatan itu tidak lain dari raja Barbar yang menjadi panglima tentaranya sendiri. Tak putus-putusnya raja itu berseru terhadap tentaranya dan membangkitkan semangat mereka dengan cara istimewa yang mendorong mereka untuk menerjuni maut tanpa rasa takut &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah maklum bahwa pasukan yang gagah perkasa ini tak mungkin ditaklukkan kecuali dengan jatunya panglima yang menakutkan ini. Tetapi betapa caranya untuk menemuinya, padahal untuk sampai kepadanya terhalang oleh tembok kukuh dari tentara musuh yang bertempur laksana angin puyuh &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tetapi semangat dan keberanian Ibnu Zubeir tak perlu diragukan lagi untuk selama-lamanya&#8230; ! Dipanggilnya sebagian kawan-kawannya, lalu katanya: &#8220;Lindungi punggungku dan mari menyerbu bersamaku&#8230; !&#8221; Dan tak ubah bagai anak panah lepas dari busurnya, dibelahnya barisan yang berlapis itu menuju raja musuh, dan demi sampai di hadapannya, dipukulnya sekali pukul, hingga raja itu jatuh tersungkur. Kemudian secepatnya bersama kawan-kawannya, ia mengepung tentara yang berada di sekeiiling raja dan menghancurkan mereka &#8230;,lalu dikuman dangkannya Allahu Akbar&#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Demi Kaum Muslimin melihat bendera mereka berkibar di sana, yakni di tempat panglima Barbar berdiri menyampaikan perintah dan mengatur siasat, tahulah mereka bahwa kemenangan telah tercapai. Maka seolah-olah satu orang jua, mereka menyerbu ke muka, dan segala sesuatu-pun berakhir dengan keuntungan di pihak Muslimin &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah bin Abi Sarah, panglima tentara Islam, mengetahui peranan penting yang telah diiakukan oleh Ibnu Zubeir. Maka sebagai imbalannya disuruhnya ia menyampaikan sendiri berita kemenangan itu ke Madinah terutama kepada khalifah Utsman bin Affan&#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Hanya kepahlawanannya dalam medan perang bagaimana juga unggul dan luar biasanya, tetapi itu tersembunyi di balik ketekunannya dalam beribadah &#8230;.Maka orang yang mempunyai tidak hanya satu dua alasan untuk berbangga dan menyombongkan dirinya ini akan menakjubkan kita karena selalu ditemukan dalam lingkungan orang-orang shaleh dan rajin beribadat. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Maka balk derajat maupun kemudaannya, kedudukan atau harta bendanya, keberanian atau kekuatannya, semua itu tidak mampu untuk menghalangi Abdullah bin Zubeir untuk menjadi seorang laki-laki &#8216;abid yang berpuasa di siang hari, bangun malam beribadat kepada Allah dengan hati yang khusu&#8217; niat yang suci. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz mengatakan kepada Ibnu Abi Mulaikah: &#8220;Cobalah ceritakan kepada kami kepribadian Abdullah bin Zubeir!&#8221; Maka ujarnya:  &#8220;Demi Allah! Tak pernah kulihat Jiwa yang tersusun dalam rongga tubuhnya itu seperti jiwanya! Ia tekun melakukan shalat, dan mengakhiri segala sesuatu dengannya. &#8230; Ia ruku&#8217; dan sujud sedemikian rupa, hingga karena amat lamanya, maka burung-burung gereja yang bertengger di atas bahunya atau punggungnya, menyangkanya dinding tembok atau kain yang tergantung. Dan pernah peluru meriam batu lewat antara janggut dan dadanya sementara ia shalat, tetapi demi Allah, ia tidak peduli dan tidak goncang, tidak pula memutus bacaan atau mempercepat waktu ruku&#8217; nya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Memang, berita-berita sebenamya yang diceritakan orang tentang ibadat Ibnu Zubeir, hampir merupakan dongeng. Maka di dalam shaum dan shalat, dalam menunaikan haji dan serta zakat, ketinggian cita serta kemuliaan diri dalam bertenggang di waktu malam &#8211; sepanjang hayatnya &#8211; untuk bersujud dan beribadat, dalam menahan lapar di waktu siang, &#8211; juga sepanjang usianya &#8211; untuk shaum dan jihadun nafs &#8230;, dan dalam keimanannya yang teguh kepada Allah &#8230;dalam semua itu ia adalah tokoh satu-satunya tak ada duanya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pada suatu kali Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu  ditanyai orang mengenai Ibnu Zubeir. Maka walaupun di antara kedua orang ini terdapat perselisihan paham, Ibnu Abbas berkata:  &#8220;Ia adalah seorang pembaca Kitabullah, dan pengikut sunnah Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wasallam, tekun beribadat kepada-Nya dan shaum di siang hari karena takut kepada-Nya.. · Seorang putera dari pembela Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dan ibunya ialah Asma puteri Shiddiq, sementara mak-tuanya ialah Khadijah istri dari Rasululiah shallallahu &#8216;alaihi wasallam.  Maka tak ada seorang pun sedang membicarakan khalifah yang telah pergi berlalu bernama Utsman bin Affan radhiyallahu &#8216;anhu, tanpa mengindahkan tata-tertib kesopanan dan tidak didasari oleh kesadaran, mereka dicelanya, katanya:  &#8220;Demi Allah, aku tak sudi meminta bantuan dalam menghadapi musuhku kepada orang-orang yang membenci Utsman &#8221;~ Pada saat itu ia sangat memerlukan bantuan, tak ubah bagai seorang yang tenggelam membutuhkan pertolongan, tetap uluran tangan orang tersebut ditolaknya Keterbukaannya terhadap diri pribadi serta kesetiaannya terhadap aqidah dan prinsipnya, menyebabkannya tidak peduli kehilangan duaratus orang pemanah termahir yang Agama mereka tidak dipercayai dan berkenan di hatinya! Padahal waktu itu ia sedang berada dalam peperangan yang akan menentukan hidup matinya, dan kemungkinan besar akan berubah arah, seandainya pemanah-pemanah ahli itu tetap berada di sampingnya.,,.! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian pembangkangannya terhadap Mu&#8217;awiyah dan puteranya Yazid sungguh-sungguh merupakan kepahlawanan! Menurut pandangannya, Yazid bin Mu&#8217;awiyah bin Abi Sufyan itu adalah laki-laki yang terakhir kali dapat menjadi khalifah Muslimin, seandainya memang dapat &#8230; ! Pandangannya ini memang beralasan, karena dalam soal apa pun juga, Yazid tidak becus! Tidak satu pun kebaikan dapat menghapus dosa-dosanya yang diceritakan sejarah kepada kita, maka betapa Ibnu Zubeir akan mau bai&#8217;at kepadanya, ? </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata-kata penolakannya terhadap Mu&#8217;awiyah selagi ia masih hidup amat keras dan tegas. Dan apa pula katanya kepada Yazid yang telah naik menjadi khalifah dan mengirim utusannya kepada Ibnu Zubeir mengancamnya dengan nasib jelek apabila ia tidak membai&#8217;at pada Yazid &#8230; ? Ketika itu Ibnu Zubeir memberikan jawabannya:  &#8220;Kapan pun, aku tidak akan bai&#8217;at kepada si pemabok &#8230; !&#8221; kemudian katanya berpantun :  &#8220;Terhadap hal bathil tiada tempat berlunak lembut kecuali bila geraham dapat mengunyah batu menjadi lembut &#8220;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ibnu Zubeir tetap menjadi Amirul Mu&#8217;minin dengan mengambil Mekah al-Mukarramah sebagai ibu kota pemerintahan dan membentangkan kekuasaannya terhadap Hijaz, Yaman, Bashrah, Kufah, Khurasan dan seluruh Syria kecuali Damsyik, setelah ia mendapat bai&#8217;at dari seluruh warga kota-kota daerah tersebut di atas. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tetapi orang-orang Banu Umaiyah tidak senang diam dan berhati puas sebelum menjatuhkannya, maka mereka melancarkan serangan yang bertubi-tubi, yang sebagian besar di antaranya berakhir dengan kekalahan dan kegagalan. Hingga akhirnya datanglah masa pemerilitahan Abdul Malik bin Marwan yang untuk menyerang Abdullah di Mekah itu memilih salah seorang anak manusia yang paling celaka dan paling merajalela dengan kekejaman dan kebuasannya &#8230; ! Itulah dia Hajjaj ats-Tsaqafi, yang mengenai pribadinya, Umar bin Abdul Aziz, Imam yang adil itu pernah berkata:  &#8220;Andainya setiap ummat datang dengan membawa kesalahan masing-masing, sedang kami hanya datang dengan kesalahan Hajjaj seorang saja, maka akan lebih berat lagi kesalahan kami dari mereka semua&#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Dengan mengerahkan anak buah dan orang-orang upahannya, Hajjaj datang memerangi Mekah ibukota Ibnu Zubeir. Dikepungnya kota itu serta penduduknya, selama lebih kurang enam bulan dan dihalanginya mereka mendapat makanan dan air, dengan harapan agar mereka meninggalkan Ibnu Zubeir sebatang kara, tanpa tentara dan sanak saudara. Dan karena tekanan bahaya kelaparan itu banyaklah yang menyerahkan diri, hingga Ibnu Zubeir mendapatkan dirinya tidak berteman atau kira-kira demikian &#8230;. Dan walaupun kesempatan untuk meloloskan diri dan menyelamatkan nyawanya masih terbuka, tetapi Ibnu Zubeir memutuskan akan memikul tanggung jawabnya sampai titik terakhir. Maka ia terus menghadapi serangan tentara Hajjaj itu dengan keberanian yang tak dapat dilukiskan, padahal ketika itu usianya telah mencapai tujuh puluh tahun Dan tidaklah dapat kita melihat gambaran sesungguhnya dari pendirian yang luar biasa ini, kecuali jika kita mendengar percakapan yang berlangsung antara Abdullah dengan ibunya yang agung dan mulia itu, Asma&#8217; binti Abu Bakar, yakni di saat-saat yang akhir dari kehidupannya. Ditemuinya ibunya itu dan dipaparkannya di hadapannya suasana ketika itu secara terperinci, begitupun mengenai akhir kesudahan yang sudah nyata tak dapat dielakkan lagi &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata &#8216;Asma&#8217; kepadanya:  &#8220;Anakku, engkau tentu lebih tahu tentang dirimu! Apabila menurut keyakinanmu, engkau berada di jalan yang benar dan berseru untuk mencapai kebenaran itu, maka shabar dan tawakallah dalam melaksanakan tugas itu sampai titik darah penghabisan. Tiada kata menyerah dalam kamus perjuangan melawan kebuasan budak-budak Bani Umaiyah &#8230; ! Tetapi  kalau menurut pikiranmu, engkau hanya mengharapkan dunia, maka engkau adalah seburuk-buruk hamba, engkau  celakakan dirimu sendiri serta orang-orang yang tewas bersamamu!&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ujar Abdullah: &#8220;Demi Allah, wahai bunda! Tidaklah ananda mengharapkan dunia atau ingin hendak mendapatkannya&#8230; ! Dan sekali-kali tidaklah anakanda berlaku aniaya dalam hukum Allah, berbuat curang atau melanggar batas &#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata Asma&#8217; pula: &#8211; &#8216;Aku memohon kepada Allah semoga ketabahan hatiku menjadi kebaikan bagi dirimu, baik engkau mendahuluiku menghadap Allah maupun aku. Ya Allah, semoga ibadahnya sepanjang malam, shaum sepanjang siang dan bakti kepada kedua orang tuanya, Engkau terima disertai cucuran Rahmat-Mu. Ya Allah, aku serahkan segala sesuatu tentang dirinya kepada kekuasaan-Mu, dan aku rela menerima keputusan-Mu. Ya Allah berilah aku pahala atas segala perbuatan Abdullah bin Zubeir ini, pahalanya orang-orang yang shabar dan bersyukur &#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian mereka pun berpelukan menyatakan perpisahan dan selamat tinggal.. Dan beberapa saat kemudian, Abdullah bin Zubeir terlibat dalam pertempuran sengit yang tak seimbang, hingga syahid agung itu akhirnya menerima pukulan maut yang menewaskannya. Peristiwa itu menjadikan Hajjaj kuasa Abdul Malik bin Marwan berkesempatan melaksanakan kebuasan dan dendam kesumatnya, hingga tak ada jenis kebiadaban yang lebih keji kecuali dengan menyalib tubuh syahid suci yang telah beku dan kaku itu. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bundanya, wanita tua yang ketika itu telah berusia sembilan puluh tujuh tahun, berdiri memperhatikan puteranya yang disalib. Dan bagaikan sebuah gunung yang tinggi, ia tegak menghadap ke arahnya tanpa bergerak. Sementara itu Hajjaj datang menghampirinya dengan lemah lembut dan berhina diri, katanya:  &#8220;Wahai ibu, Amirui Mu&#8217;minin Abdulmalik bin Marwan memberiku wasiat agar memperlakukan ibu dengan balk &#8230; !&#8221; &#8220;Maka adakah kiranya keperluan ibu   ?.  Bagaikan  berteriak dengan suara berwibawa wanita itu berkata: &#8220;Aku ini bukanlah ibumu &#8230; ! Aku adalah ibu dari orang yang disalib pada tiang karapan ..! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tiada sesuatu pun yang kuperlukan daripadamu. Hanya aku akan menyampaikan kepadamu sebuah Hadits yang kudengar dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam sabdanya: </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>&#8220;Akan muncul dari Tsaqif seorang pembohong dan seorang durjana </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">&#8230;! </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>Adapun si pembohong telah sama-sama kita hetahui &#8230;.!Adapun si durjana, sepengetahuanku hanyalah hamu </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">I&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah bin Umar radhiyallahu &#8216;anhu  datang menghiburnya dan mengajak- nya bershabar. Maka jawabnya: &#8212; &#8220;Kenapa pula aku tidak akan shahar, padahal kepala Yahya bin Zakaria sendiri telah diserahkan kepada salah seorang durjana dari durjana-durjana Bani Isra&#8217;il !&#8221;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Oh, alangkah agungnya anda, wahai puteri Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu &#8216;anhu &#8230; ! Memang, adakah lagi kata-kata yang lebih tepat diucapkan selain itu kepada (,rang-orang yang telah memisahkan kepala Ibnu Zubeir dari tubuhnya sebelum mereka menyalibnya ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tidak salah! Seandainya kepala Ibnu Zubeir telah diberikan sebagai hadiah bagi Hajjaj dan Abdul Malik, maka kepala Nabi yang mulia yakni Yahya &#8216;alaihissalam dulu juga telah diberikan sebagai hadiah bagi Salome, seorang wanita yang durjana dan</span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em> </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">hina dari Bani Israil &#8230; ! Sungguh, suatu tamsil yang tepat dan kata-kata yang jitu &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian mungkinkah kiranya bagi Ahdullah bin Zubeir akan melanjutkan hidupnya di bawah tingkat yang amat tinggi dari keluhuran, keutamaan dan kepahlawanan ini, sedang yang menyusukannya ialah wanita yang demikian corak bentuk-nya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Salam kiranya terlimpah atas Abdullah &#8230; ! Dan kiranya terlimpah pula atas Asma&#8217;&#8230;!<br />
Salam bagi kedua mereka di lingkungan syuhada yang tidak pernah fana&#8230; !<br />
Dan di lingkungan orang-orang utama lagi bertaqwa.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=93&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH ASAL USUL HAJAR ASWAD</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/kisah-asal-usul-hajar-aswad/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/kisah-asal-usul-hajar-aswad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keilmiahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung. Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=91&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.<br />
Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.<br />
Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, &#8220;Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.&#8221;<span id="more-91"></span></p>
<p>Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, &#8220;Dari mana kamu dapat batu ini?&#8221;</p>
<p>Nabi Ismail berkata, &#8220;Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).&#8221;<br />
Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja.<br />
Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a&#8217;alam.</p>
<p>Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyengutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.<br />
Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : &#8220;Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=91&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/kisah-asal-usul-hajar-aswad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AS Kirim Ratusan Ton Amunisi ke Israel</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/</guid>
		<description><![CDATA[LONDON, RABU — Amerika Serikat sedang mencari kapal untuk disewa guna mengirim ratusan ton senjata ke Israel dari Yunani pada akhir bulan ini. Demikian dilaporkan Reuters belum lama ini dari dokumen tender. Komando Militer Angkutan AL AS (MSC) menyebutkan, kapal yang dicari akan membawa 325 kontainer standar 20 kaki dengan muatan amunisi. Muatan itu akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=90&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>LONDON, RABU — Amerika Serikat sedang mencari kapal untuk disewa guna mengirim ratusan ton senjata ke Israel dari Yunani pada akhir bulan ini. Demikian dilaporkan Reuters belum lama ini dari dokumen tender.</p>
<p>Komando Militer Angkutan AL AS (MSC) menyebutkan, kapal yang dicari akan membawa 325 kontainer standar 20 kaki dengan muatan amunisi.<span id="more-90"></span></p>
<p>Muatan itu akan dibawa lewat dua perjalanan terpisah dari Pelabuhan Yunani Astakos ke Pelabuhan Israel Ashdod antara pertengahan dan akhir Januari.</p>
<p>Bahan-bahan berbahaya sesuai manifes adalah bahan peledak dan detonator, tetapi tidak ada rincian lainnya. &#8220;Pengiriman 3.000-an ton amunisi sekaligus adalah suatu hal besar, &#8221; ujar salah satu makelar yang minta namanya tidak disebutkan.</p>
<p>&#8220;Ini (permintaan) cukup langka dan kami sudah bertahun-tahun tidak menerima ada pesanan sebesar ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dihubungi oleh Reuters pada hari Jumat di Washington belum bisa memberi tanggapan.</p>
<p>MSC dengan armada sendiri bertugas mengangkut kendaraan lapis baja dan pasokan militer bagi pasukan AS, tetapi biasanya mereka menyewa kapal dagang jika logistik tersebut sangat diperlukan.</p>
<p>Tender itu menyusul penyewaan sebuah kapal pada Desember yang membawa lebih banyak muatan militer  dari Amerika Serikat ke Israel. Pengiriman itu dilakukan menjelang serangan udara ke Jalur Gaza.</p>
<p>Kapal yang dicarter selama 42 hari itu mampu mengangkut 989 kontainer standar 20 kaki dari Sunny Point, North Carolina, ke Pelabuhan Ashdod.</p>
<p>Dokumen tender mengatakan kapal itu  harus mampu membawa 2,6 juta kg bahan peledak dan para makelar mengatakan jumlah itu adalah sangat besar. Kapal yang dicarter mengangkut muatan tersebut pada 15 Desember.</p>
<p>Makelar perkapalan di London yang khusus bergerak di bidang angkutan senjata bagi militer Inggris dan AS, mengatakan carter kapal ke Israel seperti itu adalah jarang terjadi.</p>
<p>Seorang analis senior militer  di London yang minta namanya tidak disebut mengatakan pengiriman itu mungkin saja adalah sesuatu yang &#8220;tidak biasa&#8221; dan terkait serangan ke Gaza.</p>
<p>Pada September tahun lalu, Kongres Amerika Serikat menyetujui penjualan 1.000 rudal penghancur bunker ke Israel. Rudal GBU-39 dengan dipandu GPS disebut-sebut salah satu bom paling akurat di dunia.</p>
<p>Jerusalem Post yang mengutip sumber pejabat pertahanan Israel pekan lalu melaporkan bahwa kiriman pertama rudal tersebut tiba awal Desember dan Rudal itu digunakan untuk menghancurkan tempat-tempat peluncuran roket Hamas yang berada di bawah tanah.</p>
<p>from : www.kompas.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=90&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khalifah Gila?</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/</guid>
		<description><![CDATA[Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali kerana Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa. Dulu Umar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=89&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali kerana Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.<span id="more-89"></span></p>
<p>Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan sholat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahawa Umar bin Kaththab sudah gila?</p>
<p>Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan sholat Jumaat yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khutbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, &#8220;Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221; Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khutbah yang disampaikan. &#8220;Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila,&#8221; gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum sholat Jumat hari itu.</p>
<p>Tetapi Abdurrahman tidak mahu bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya, &#8220;Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khutbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?&#8221; Umar dengan tenang menjelaskan, &#8220;Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan Suriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhutbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankan diri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221;</p>
<p>Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. &#8220;Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan sholat fardhu?&#8221; tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, &#8220;Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubuat patung dari tepung gandum dan kusembah-sembah seperti Tuhan, bila ku lapar ku makan &#8216;Tuhan&#8217; ku itu&#8221;.</p>
<p>Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum boleh menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhutbah?</p>
<p>Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Iaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.</p>
<p>Komandor pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. &#8220;Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghentam kami dari berbagai penjuru. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat sholat Jumat yang seharusnya kami kerjakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan ghaib yang tajam dan tegas: &#8220;Bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221; Tiga kali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya. Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami.&#8221;</p>
<p>Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahman kemudian berkata, &#8220;Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melihatnya&#8221;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&amp;blog=4422465&amp;post=89&amp;subd=ashshaffmesinits&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
