<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	<description>Informasi KajianJurusan Teknik Mesin ITS</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2009 15:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ashshaffmesinits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f0e1f5d52e95cf17aab88898c812d3a2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/osd.xml" title=".: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :." />
		<item>
		<title>Topeng Emansipasi</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/topeng-emansipasi/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/topeng-emansipasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Feb 2009 15:10:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=114</guid>
		<description><![CDATA[
Penyusun: Ummu Khadijah dan Ummul Hasan
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar
Saudariku yang semoga dirahmati Allah, sudah tidak asing terdengar di telinga kita bahwa baiknya wanita akan menjadi kunci kebaikan umat. Peran dan partisipasi seorang wanita adalah suatu hal yang sangat penting. Wanita laksana pedang bermata dua, jika ia baik dan menunaikan tugas-tugas utamanya sesuai dengan yang Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=114&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="PostContent">
<p>Penyusun: Ummu Khadijah dan Ummul Hasan<br />
Muraja’ah: Ust. Aris Munandar</p>
<p>Saudariku yang semoga dirahmati Allah, sudah tidak asing terdengar di telinga kita bahwa baiknya wanita akan menjadi kunci kebaikan umat. Peran dan partisipasi seorang wanita adalah suatu hal yang sangat penting. Wanita laksana pedang bermata dua, jika ia baik dan menunaikan tugas-tugas utamanya sesuai dengan yang Allah gariskan maka ia bagaikan batu-bata yang baik bagi bangunan masyarakat Islam. Namun jika ia telah menyimpang dari syari’at yang Allah tetapkan, maka ia ibarat pedang yang akan merusak dan menghancurkan umat.<span id="more-114"></span></p>
<p><strong><a title="Topeng Emansipasi" href="http://http//muslimah.or.id/aqidah/topeng-emansipasi.html">Emansipasi Wanita</a></strong></p>
<p>Musuh-musuh Islam sangat paham bahwa peran wanita muslimah sangat penting dalam membangun masyarakat Islam. Oleh karena itu, mereka selalu berusaha menyerang Islam melalui kaum wanitanya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan menghancurkan wanita muslimah melalui “emansipasi”. Mereka menamakan emansipasi sebagai gerakan yang membebaskan wanita dari kezhaliman dan untuk memenuhi hak-hak mereka secara adil (menurut mereka) –dengan slogan toleransi, kebebasan wanita, persamaan gender, dan sebagainya.</p>
<p>Namun ketahuilah wahai Saudariku, emansipasi tumbuh dari sistem sekuler yang memisahkan antara kehidupan dan nilai agama. Mereka menginginkan wanita menjadi pesaing bagi laki-laki dan memperebutkan kedudukan dengan kaum laki-laki. Wanita dalam konsep mereka ibarat barang dagangan yang dipajang di etalase, yang siap dijadikan tontonan bagi para hamba syahwat dan menjadi budak nafsu mereka. <em>Na`udzubillah</em>, mereka juga berusaha menjauhkan wanita dari hijab dan rumah-rumah mereka, mengabaikan pengasuhan anak dengan mengatakan bahwa mengasuh anak tidak mendatangkan materi, membunuh kreatifitas dan menghambat potensi sumber daya manusia kaum wanita. Coba kita perhatikan, betapa menyedihkannya pemikiran mereka ini yang memandang baik buruknya kehidupan dari sudut pandang materi.</p>
<p>Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan syubhat-syubhat (kerancuan) yang mereka lontarkan. Mungkin secara sepintas, wacana emansipasi mampu menjawab problematika wanita dan mengangkat harkatnya tapi tidaklah mungkin itu diraih dengan mengorbankan kehormatan dan harga diri wanita. Sungguh, tak akan bisa disatukan antara yang haq dengan yang bathil. Mereka tidaklah ingin membebaskan wanita dari kezhaliman tetapi sesungguhnya merekalah yang ingin bebas menzhalimi wanita!!!</p>
<p><a title="Topeng Emansipasi" href="http://muslimah.or.id/aqidah/topeng-emansipasi.html"><strong>Wanita Dalam Islam</strong></a></p>
<p>Islam benar-benar memperhatikan peran wanita muslimah, karena di balik peran mereka inilah lahir pahlawan dan pemimpin agung yang mengisi dunia dengan hikmah dan keadilan. Wanita begitu dijunjung dan dihargai perannya baik ketika menjadi seorang anak, ibu, istri, kerabat, atau bahkan orang lain.</p>
<p>Saat menjadi anak, kelahiran anak wanita merupakan sebuah kenikmatan agung, Islam memerintahkan untuk mendidiknya dan akan memberikan balasan yang besar sebagaimana dalam hadits riwayat `Uqbah bin ‘Amir bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda yang artinya,</p>
<p><em>“Barangsiapa yang mempunyai tiga orang anak wanita lalu bersabar menghadapi mereka dan memberi mereka pakaian dari hasil usahanya maka mereka akan menjadi penolong baginya dari neraka.”</em> (HR. Ibnu Majah: 3669, Bukhori dalam “Adabul Mufrod”: 76, dan Ahmad: 4/154 dengan sanad shahih, lihat “Ash-Shahihah: 294).</p>
<p>Ketika menjadi seorang ibu, seorang anak diwajibkan untuk berbakti kepadanya, berbuat baik kepadanya, dan dilarang menyakitinya. Bahkan perintah berbuat baik kepada ibu disebutkan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebanyak tiga kali baru kemudian beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> sebutkan perintah untuk berbuat baik kepada ayah. Dari Abu Hurairah berkata,</p>
<p><em>“Datang seseorang kepada Rasulullah lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak untuk menerima perbuatan baik dari saya?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu,’ dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu,’ dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah kembali menjawab, ‘Ibumu,’ lalu dia bertanya lagi, ‘Lalu siapa?’ Rasulullah menjawab, ‘Bapakmu.’”</em> (HR. Bukhori: 5971, Muslim: 2548)</p>
<p>Begitu pun ketika menjadi seorang istri, Islam begitu memperhatikan hak-hak wanita sebagaimana disebutkan dalam surat An-Nisa’ ayat-19 yang artinya:</p>
<p><em>“…Dan pergaulilah mereka (para istri) dengan cara yang baik…”</em></p>
<p>Dan saat wanita menjadi kerabat atau orang lain pun Islam tetap memerintahkan untuk mengagungkan dan menghormatinya. Banyaknya pembahasan tentang wanita di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah menunjukkan kemuliaan mereka. Karena sesuatu yang banyak dibahas dan mendapat banyak perhatian tentunya adalah sesuatu yang penting dan mulia. Lalu masih adakah yang berani mengatakan bahwa Islam menzhalimi wanita?!</p>
<p>Wahai saudariku, demikianlah syari’at Islam menempatkan wanita di singgasana kemuliaan. Adapun di zaman sekarang, kenyataan yang terjadi di masyarakat sungguh jauh dari itu semua. Penyebabnya tidak lain adalah karena jauhnya umat Islam dari pemahaman yang benar terhadap agama mereka. Seringkali ada orang yang menjadikan kesalahan orang lain sebagai hujjah (argumentasi) baginya untuk turut berbuat kesalahan yang sama. Terkadang pula orang-orang menilai syari’at Islam dari perilaku orang-orang yang menyatakan bahwa mereka beragama Islam, namun pada hakekatnya perilaku mereka belumlah menggambarkan yang demikian. Oleh karena itu wahai Saudariku, janganlah menjadikan perilaku manusia sebagai dalil. Jadikanlah Al-Qur`an dan Sunnah dengan pemahaman para shahabat sebagai petunjuk bagi kita. Sungguh kita berlindung kepada Allah dari butanya hati dan akal dari kebenaran. <em>Wallahul musta’an</em>.</p>
<p>Dinukil dari:<br />
Artikel <cite>“Keagungan Wanita Dalam Naungan Islam”</cite> (sumber: <cite>Majalah Al-Furqon</cite> Tahun 6 Edisi 9 Rabi’uts Tsani 1428 H)<br />
Buku <cite>“Emansipasi Wanita”</cite> karya Syaikh Shalih bin ‘Abdullah bin Humaid<br />
Buku <cite>“Wanita-wanita Teladan Di Masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”</cite> karya Mahmud Mahdi Al-Istanbuli dan Musthafa Abu An-Nashr Asy-Syalabi dengan perubahan seperlunya.</p>
<p>***</p>
<p>Artikel <a title="Topeng Emansipasi" href="http://muslimah.or.id/aqidah/topeng-emansipasi.html">muslimah.or.id</a></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/114/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=114&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/02/11/topeng-emansipasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>REALITA KEBANGKITAN ISLAM</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/realita-kebangkitan-islam/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/realita-kebangkitan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 07:32:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Syaikh Abu Usamah Salim bin &#8216;Ied Al-Hilaaly
Realita Kebangkitan Islam
Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri yang  tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama  dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai  memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang  lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=108&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Oleh<br />
Syaikh Abu Usamah Salim bin &#8216;Ied Al-Hilaaly</p>
<p>Realita Kebangkitan Islam</p>
<p align="justify">Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri yang  tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama  dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai  memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang  lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa jama&#8217;ah-jama&#8217;ah yang begerak di  medan dakwah pada masa ini saling berselisih seputar manhaj dakwah, dari mana  memulai dan bagaimana memulainya.</p>
<p>Perselisihan yang paling bebahaya yang  menghalangi persatuan mereka diatas satu kata adalah dua hal :<span id="more-108"></span><br />
Pertama :  Ketidak Tahuan akan Besarnya Kekuatan Mereka.</p>
<p>Kita masih terus melihat  hizbiyah yang sempit telah menguasai banyak akal pemikiran dan jama&#8217;ah yang  bergerak dalam medan dakwah kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, sehingga mereka  tidak melihat kecuali diri mereka sendiri dan meniadakan keberadaan yang lain  disekitarnya. Berkembanglah hal ini hingga kita melihat sebagian mereka mengaku  sebagai jama&#8217;ah muslimin dan pemimpin mereka sebagai imam muslimin, lalu  menetapkan dengan dasar itu beberapa prasangka :</p>
<p>Sebagiannya mengklaim  kewajban berba&#8217;iat kepada imamnya dan yang lain mengkafirkan kaum muslimin  setelah generasi-generasi terbaik yang dimuliakan. Sekelompok lainnya mengklaim  bahwa merekalah jama&#8217;ah induk yang wajib bagi selainnya untuk berhimpun dan  berlindung di bawah benderanya. Kebanyakan mereka telah melupakan bahwa mereka  bergerak untuk mengembalikan jama&#8217;ah muslimin, maka seandainya jama&#8217;ah muslimin  sudah ada dan imamnya pun ada maka kita tidak akan melihat perselisihan dan  berbilangnya kelompok yang tidak diturunkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala keterangan  astasnya. Pada hakikatnya mereka yang bergerak untuk Islam tersebut adalah  jama&#8217;ah dari sebagian kaum muslimin yaitu dari ahlil kiblat dan bukan jamaah  muslimin.</p>
<p>Ketahuilah wahai muslim, jama&#8217;ah muslimin adalah jama&#8217;ah yang  seluruh kaum muslimin bergabung dalam menjalankannya dan memiliki seorang imam  yang melaksanakan hukum-hukum Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala sehingga diwajibkan taat  kepadanya dan diberikan kepatuhan dan ketundukan kepadanya. Itulah negara Islam  yang dipimpin oleh seorang khalifah yang melaksanakan hukum-hukum Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Adapun jama&#8217;ah-jama&#8217;ah yang bergerak untuk mengembalikan  daulah kekhilafahan maka dia adalah jama&#8217;ah dari sebagian kaum muslimin yang  wajib saling tolong menolong di antara mereka dan menghilangkan penghalang yang  memisahkan pribadi-pribadi mereka agar berpadu di atas kata yang satu yaitu  kalimat tauhid dan assunnah serta pemahaman salaf umat ini.</p>
<p>Al-Hafidz  Ibnu Hajar menukilkan dalam Fathul Bariiy 13/37 perkataan Ath-Thabariy  Rahimahullah : Masalah ini dan masalah jama&#8217;ah telah diperselihkan : berkata  satu kaum : itu untuk wajib, dan Al-Jama&#8217;ah adalah kelompok yang paling besar,  kemudian membawakan dalil dari Muhammad bin Siriin Rahimahullah dari Ibnu Mas&#8217;ud  Radhiyallahu &#8216;anhu bahwa beliau mewasiatkan kepada orang yang bertanya kepadanya  ketika Utsman terbunuh : wajib atas kamu berpegang teguh dengan Al-Jama&#8217;ah,  karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala tidak akan mengumpulkan umat Muhammad diatas  kesesatan. Dan berkata yang lain : yang dimaksud dengan Al-Jama&#8217;ah adalah para  sahabat dan orang yang setelahnya dan berkata yang lain lagi : yang dimaksud  adalah ahli ilmu, karena Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menjadikan mereka sebagai  hujjah atas makhluknya dan manusia ikut mereka dalam masalah agama.</p>
<p>Dan  yang benar bahwa maksud dari hadits yang memerintahkan untuk berpegang teguh  kepada Al-Jama&#8217;ah adalah jama&#8217;ah yang manusia bersepakat untuk menjadikan  seorang amir atasnya, maka siapa yang melepas ba&#8217;iatnya berarti telah keluar  dari Al-Jama&#8217;ah. Dan dalam hadits disebutkan : Ketika terjadi pada manusia tidak  ada imam dan mereka berpecah belah menjadi kelompok-kelompok maka janganlah  seorang itu ikut dalam perpecahan tersebut dan hendaklah dia meninggalkannya  semua kalau mampu, khawatir terjatuh dalam keburukan dan dengan demikian maka  semua hadits dapat ditempatkan dan dapat dikompromikan apa yang dianggap berbeda  darinya.</p>
<p>Maka wajib atas setiap muslim membantu jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini pada  kebenaran yang dimilikinya dan wajib untuk melakukan nasehat dan arahan pada  hal-hal yang menyimpang dari kebenaran atau tidak dapat menunaikannya dengan  baik dari kebenaran tersebut. Dan wajib atas jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini untuk saling  tolong menolong pada kebenaran yang telah disepakati dan saling menasehati  diantara mereka pada hal-hal yang diperselisihkan serta memohon kepada Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala untuk menunjuki mereka dalam hal itu kepada jalan yang  lurus. [1]</p>
<p>Wajib bagi jama&#8217;ah-jama&#8217;ah tersebut untuk menjadi satu tangan  dalam membangun istana Islam yang megah dan mengembalikan kejayaannya, karena  jika bergerak sendiri-sendiri maka mereka tidak mampu, dan Allah Subhanahu wa  Ta&#8217;ala walinya orang-orang yang shalih. Wajib pula atas jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini  untuk mengisi para pengikutnya dengan kebenaran dan kecintaan kepada seluruh  kaum muslimin sehingga dapat menghancurkan penghalang hizbiyah (fanatis  kelompok) yang telah memporak-porandakan persatuan dan melemahkan kekuatan serta  ketangguhan mereka.</p>
<p>Dengan demikian, maka orang yang keluar dari  jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini bukanlah orang yang keluar dari jama&#8217;ah muslimin karena  jama&#8217;ah-jama&#8217;ah ini tidak memiliki sifat tersebut dan tidak juga pendirinya  pantas mengaku sebagai imam.</p>
<p>Kedua : Perbedaan Mereka dalam Sumber  Pengambilan dan Pemahaman Al-Kitab dan Assunnah</p>
<p>Rasulullah Shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam telah memerintahkan Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu untuk  meninggalkan semua kelompok yang mengajak kepada neraka pada masa-masa keburukan  dan fitnah ketika kaum muslimin tidak memiliki jama&#8217;ah dan imam.</p>
<p>Beragam  perkataan para ulama dalam menjelaskan hadits ini dan yang saya anggap lebih  sesuai adalah perintah kenabian ini berisi kewajiban berpegang teguh kepada  kebenaran, menolong ahlinya dan tolong menolong di atas dasarnya, dan inilah  penjelasannya :</p>
<p>[1]. Ini merupakan perintah berpegang teguh dengan  Al-Kitab dan As-Sunnah dengan pemahaman As-Salaf Ash-Shalih, hal ini ditunjukkan  oleh sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dalam hadits Irbaadh bin  Saariyah radhiyallahu &#8216;anhu.</p>
<p>&#8220;Artinya : Barangsiapa yang masih hidup dari  kalian maka akan melihat perselisihan yang banyak. Maka berpegang teguhlah  kepada Sunnahku dan Sunnah para Khalifah rasyidin yang memberi petunjuk  berpegang teguhlah kepadanya dan gigitlah dia dengan gigi geraham kalian. Dan  waspadalah terhadap perkara-perkara yang baru (yang diada-adakan) karena hal itu  adalah kebid&#8217;ahan dan setiap kebid&#8217;ahan adalah kesesatan&#8221; [Akan datang  Takhrijnya]</p>
<p>Dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu, terdapat perintah  untuk menggigit pokok-pokok ketika terjadi perselisihan dalam rangka berlepas  diri dari kelompok-kelompok sesat dan dalam hadits Irbadh Radhiyallahu &#8216;anhu  terdapat perintah menggigit As-Sunnah yang Shahih yang dipahami dengan paham  As-Salaf Ash-Shalih dengan geraham ketika terjadi perselisihan dan untuk  menjauhi dari hal-hal yang baru karena dia adalah kesesatan.</p>
<p>Jika kita  kompromikan antara kedua hadits ini akan tampak satu makna yang indah yaitu  berpegang teguh kepada sunnah nabi dengan pemahaman As-Salaf Ash-Shalih ketika  muncul kelompok-kelompok sesat dan lenyapnya jama&#8217;ah muslimin dan  Imamnya.</p>
<p>[2]. Yang menunjukkan hal itu bahwa perintah menggigit pokok  pohon dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu bukanlah yang dimaksud  lahiriyahnya, akan tetapi yang dimaksud adalah tetap sabar di atas kebenaran dan  berlepas dari kelompok-kelompok sesat yang menyalahi kebenaran. Atau maknanya  pohon Islam yang rindang dan subur akan diterpa badai angin sehingga mematahkan  ranting-rantingnya dan tidak tingga kecuali pokoknya saja yang kokoh berdiri  menantang badai-badai tersebut. Di saat itu wajib atas kaum muslimin untuk  memelihara pokok ini dan mengorbankan jiwa dan harta yang berharga karena pokok  tadi akan tumbuh kembali walaupun dahsyatnya badai angin tersebut.</p>
<p>[3].  Pada waktu itu wajib atas seorang muslim untuk memberikan bantuan kepada  kelompok yang merangkul pokok pohon yang kokoh ini untuk menolak darinya  serangan fitnah dan ujian.</p>
<p>Kelompok ini senantiasa menegakkan kebenaran  sampai akhir mereka memerangi Dajjal. [Akan datang keterangan tentang  hadits-hadits yang ada tentang hal ini]</p>
<p>Dengan ini dapat disimpulkan  penutup hadits Hudzaifah dalam tiga hal :</p>
<p>[a]. Kewajiban berpegang teguh  kepada jama&#8217;ah muslimin dan taat kepada para pemimpin mereka walaupun mereka  bermaksiat, bukanlah Rasulullah telah bersabda dalam riwayat yang  lain.</p>
<p>&#8220;Artinya : Saya bertanya : Apa yang saya perbuat wahai Rasulullah  jika hal itu menimpaku ? Beliau menjawab : patuh (dengar) dan taatilah amir  (pemimpin) walaupun dia memukul punggungmu dan megambil hartamu, patuhlah  (dengarlah) dan taatilah&#8221; [Diriwayatkan Muslim 12/236-237]</p>
<p>Ini merupakan  perkara yang tidak diketahui kebanyakan dari kaum muslimin ketika mereka melihat  kerusakan dan kedzaliman para khalifah terakhir dalam negara kekhalifahan, lalu  berusaha bekerja sama dengan orang-orang kafir untuk melenyapkan negara  kekhalifahan dan mereka lupa akan larangan memberontak dari para pemimpin selama  belum melihat pada mereka kekafiran dan kesyirikan yang jelas sekali yang dapat  dipertanggung jawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan diputuskan oleh  para Ulama robbani berdasarkan kaidah-kaidah fiqih dakwah yang diambil dari  Al-Kitab dan As-Sunnah serta sikap-sikap As-Salaf Ash-Shalih.</p>
<p>[b]. Jika  tidak ada jama&#8217;ah muslimin dan imam mereka, maka wajib bagi setiap muslim untuk  meninggalkan kelompok-kelompok dan sekte yang sesat tersebut.</p>
<p>[c].  Meninggalkan kelompok-kelompok sesat tidak berarti beruzlah (mengasingkan diri)  secara keseluruhan dan membiarkan kebatilan bertebaran dan berkembang tanpa ada  yang menghalanginya ; bahkan seharusnya kaum muslimin berpegang teguh kepada  pokok-pokok agama ini berdasarkan Kitabullah dan As-Sunnah dan memahami keduanya  dengan pemahaman sahabat Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam dan  orang-orang yang telah berjalan diatas manhaj mereka dari para imam-imam  petunjuk, mengajak manusia kepada dua pokok yang agung ini yang akan menjadi  hakim bagi bumi dan seisinya dan agar kamu ketahui berita kebenarannya setelah  ini karena keberadaan kelompok-kelompok sesat ini tidak berarti kosongnya dunia  dari orang yang menegakkan kebenaran dengan hujjah. Rasulullah Shallallahu  &#8216;alaihi wa sallam telah mengkhabarkan dalam hadits-hadits mutawatir tentang  keberadaan kelompok yang membawa kebenaran pada setiap masa hingga datang hari  kiamat sedangkan dalam keadaan itu tidak merugikan mereka orang yang menyelisihi  dan menghina mereka.</p>
<p>[Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj  As-Salafy, edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf (Studi Kritis Solusi  Problematika Umat) oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaly, terbitan  Pustaka Imam Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]<br />
_________<br />
Foote  Note.<br />
[1] Berbeda dengan kaidah : Kita saling tolong menolong pada apa saja  yang kita sepakati dan kita saling memaafkan pada apa yang kita perselisihkan.  Dan telah menjelaskan rusak dan bahayanya oleh Al-Akh Hamd Al-Utsmaan dalam  kitabnya : Zajrul Mutahaawin bin dhorori qaidah Al-uzru wat Ta&#8217;awun. Adapun  saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan diantara kaum muslimin  merupakan perkara wajib syar&#8217;i lebih-lebih pada orang-orang yang bergerak di  medan dakwah, akan tetapi tidak sempurna ta&#8217;awun ini kecuali dengan dua pokok,  yaitu :<br />
[a] Manhaj As-Salaf Ash-Shalih<br />
[b] Meninggalkan Tahazzub  (fanatisme golongan).<br />
Jika setiap jama&#8217;ah atau kelompok tetap berada pada  aqidah mereka yang menyimpang dari As-Salaf dan memiliki tatanan yang terpisah  dari yang lainnya maka tidak ada tolong menolong kecuali tolong menolong yang  dimurkai Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, mereka menganggap bersatu akan tetapi pada  kenyataannya hati-hati mereka&#8230;&#8230;, adapaun usaha sekelompok orang yang mengaku  ahlus sunnah untuk meremehkan pentingnya permasalahan ini dan mengklaim itu  sebagai dakwah salafiyah yang benar maka janganlah kamu termasuk orang yang  tertipu, karena ucapan mereka seperti madu dan sikap mereka terhadap manhaj  salaf dan ulamanya seperti duri yang tajam.</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=423&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=108&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/realita-kebangkitan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AS Kirim Ratusan Ton Amunisi ke Israel</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:48:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/</guid>
		<description><![CDATA[LONDON, RABU — Amerika Serikat sedang mencari kapal untuk disewa guna mengirim ratusan ton senjata ke Israel dari Yunani pada akhir bulan ini. Demikian dilaporkan Reuters belum lama ini dari dokumen tender.
Komando Militer Angkutan AL AS (MSC) menyebutkan, kapal yang dicari akan membawa 325 kontainer standar 20 kaki dengan muatan amunisi.
Muatan itu akan dibawa lewat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=90&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>LONDON, RABU — Amerika Serikat sedang mencari kapal untuk disewa guna mengirim ratusan ton senjata ke Israel dari Yunani pada akhir bulan ini. Demikian dilaporkan Reuters belum lama ini dari dokumen tender.</p>
<p>Komando Militer Angkutan AL AS (MSC) menyebutkan, kapal yang dicari akan membawa 325 kontainer standar 20 kaki dengan muatan amunisi.<span id="more-90"></span></p>
<p>Muatan itu akan dibawa lewat dua perjalanan terpisah dari Pelabuhan Yunani Astakos ke Pelabuhan Israel Ashdod antara pertengahan dan akhir Januari.</p>
<p>Bahan-bahan berbahaya sesuai manifes adalah bahan peledak dan detonator, tetapi tidak ada rincian lainnya. &#8220;Pengiriman 3.000-an ton amunisi sekaligus adalah suatu hal besar, &#8221; ujar salah satu makelar yang minta namanya tidak disebutkan.</p>
<p>&#8220;Ini (permintaan) cukup langka dan kami sudah bertahun-tahun tidak menerima ada pesanan sebesar ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang dihubungi oleh Reuters pada hari Jumat di Washington belum bisa memberi tanggapan.</p>
<p>MSC dengan armada sendiri bertugas mengangkut kendaraan lapis baja dan pasokan militer bagi pasukan AS, tetapi biasanya mereka menyewa kapal dagang jika logistik tersebut sangat diperlukan.</p>
<p>Tender itu menyusul penyewaan sebuah kapal pada Desember yang membawa lebih banyak muatan militer  dari Amerika Serikat ke Israel. Pengiriman itu dilakukan menjelang serangan udara ke Jalur Gaza.</p>
<p>Kapal yang dicarter selama 42 hari itu mampu mengangkut 989 kontainer standar 20 kaki dari Sunny Point, North Carolina, ke Pelabuhan Ashdod.</p>
<p>Dokumen tender mengatakan kapal itu  harus mampu membawa 2,6 juta kg bahan peledak dan para makelar mengatakan jumlah itu adalah sangat besar. Kapal yang dicarter mengangkut muatan tersebut pada 15 Desember.</p>
<p>Makelar perkapalan di London yang khusus bergerak di bidang angkutan senjata bagi militer Inggris dan AS, mengatakan carter kapal ke Israel seperti itu adalah jarang terjadi.</p>
<p>Seorang analis senior militer  di London yang minta namanya tidak disebut mengatakan pengiriman itu mungkin saja adalah sesuatu yang &#8220;tidak biasa&#8221; dan terkait serangan ke Gaza.</p>
<p>Pada September tahun lalu, Kongres Amerika Serikat menyetujui penjualan 1.000 rudal penghancur bunker ke Israel. Rudal GBU-39 dengan dipandu GPS disebut-sebut salah satu bom paling akurat di dunia.</p>
<p>Jerusalem Post yang mengutip sumber pejabat pertahanan Israel pekan lalu melaporkan bahwa kiriman pertama rudal tersebut tiba awal Desember dan Rudal itu digunakan untuk menghancurkan tempat-tempat peluncuran roket Hamas yang berada di bawah tanah.</p>
<p>from : www.kompas.com</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=90&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/as-kirim-ratusan-ton-amunisi-ke-israel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saiyidina Ali Dengan Seorang Nasrani Tua</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/saiyidina-ali-dengan-seorang-nasrani-tua/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/saiyidina-ali-dengan-seorang-nasrani-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 10:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Saiyidina Ali Karramallaha Wajhah tergesa-gesa untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid, Saiyidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat sedang berjalan dengan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita untuk menerangai jalan yang gelap gelita.
Saiyidina Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu kerana beliau tidak sanggup memintas orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=48&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu hari Saiyidina Ali Karramallaha Wajhah tergesa-gesa untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid, Saiyidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat sedang berjalan dengan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita untuk menerangai jalan yang gelap gelita.</p>
<p>Saiyidina Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu kerana beliau tidak sanggup memintas orang tua itu sebagai menghormatinya. Apabila tiba di masjid, Saiyidina Ali bergegas masuk ke masjid untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama Rasulullah. Ketika Saiyidina Ali memasuki masjid di dapati Rasulullah sedang rukuk. Rukuk Rasulullah pada kali itu sungguh lama, tidak seperti biasa, seolah-olah menanti Saiyidina Ali turut serta solat berjemaah.</p>
<p>Setelah selesai solat subuh Saiyidina Ali bertanya kepada Rasulullah &#8221; Ya Rasulullah, kenapakah engkau memanjangkan rukuk pada kali ini, belum pernah engkau lakukan sebelum ini&#8221;. Jawab Rasulullah &#8221; Semasa aku sedang rukuk, dan ketika aku hendak iktidal, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan menekan belakangku. Setelah lama menekan barulah aku dapat iktidal&#8221;.</p>
<p>Mendengar jawapan Rasulullah, Saidin Ali menceritakan apa yang berlaku semasa perjalananya ke masjid tadi. Rupa-rupanya Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah supaya menanti Saiyidina Ali supaya dapat ikut serta solat subuh berjemaah. Ada juga diriwayatkan bahawa pada saat itu Allah telah memerintahkan Malaikat Mika&#8217;il supaya menahan kelajuan matahari agar Saiyidina Ali dapat solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah kerana sikap Saiyidina Ali meredah diri dan menghormati orang tua Nasrani itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=48&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/saiyidina-ali-dengan-seorang-nasrani-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keistimewaan Wanita</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/keistimewaan-wanita/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/keistimewaan-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 10:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
* Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
* Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
* Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
* Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
* Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=46&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-family:inherit;">Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:</p>
<p>* Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.<br />
* Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.<br />
* Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.<br />
* Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.<br />
* Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.<br />
* Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.<br />
* Talak terletak di tangan suami dan bukan isteri.<br />
* Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas yang tak ada pada lelaki, dll</p>
<p>Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk &#8220;MEMERDEKAKAN WANITA&#8221;.</p>
<p>Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?</p>
<p>* Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.<br />
* Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?<br />
* Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.<br />
* Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkananak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk Allah di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.<br />
* Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4 wanita, yaitu : isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.<br />
* Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:inherit;"><br />
Masya ALLAH ! Demikian sayangnya Allah pada wanita, kan</p>
<p>Ingat firman-Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala<br />
upaya, sampai kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan buatan mereka. (emansipasi ala western)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:inherit;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:inherit;">Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan kita, maka sudah pasti Dia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala hukumnya / peraturannya, adalah yang terbaik bagi manusia dibandingkan dengan segala peraturan/hukum buatan manusia. Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu, sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar kita (kaum lelaki) berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:inherit;">Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak perempuan, mampu menjaga dan mengantarkannya menjadi muslimah yang baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah yang berbeda). Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi absurd dan semu di dunia ini. Tunaikan dan tegakkan kewajiban agamamu, niscaya surga menantimu.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=46&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/keistimewaan-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dongeng Tentang Sholat</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/dongeng-tentang-sholat/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/dongeng-tentang-sholat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 10:20:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali . Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, â€œOrang ini memang boleh menjadi sahabatku&#8230;!â€
Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=42&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada seorang manusia yang bertemu dengan setan di waktu subuh. Entah bagaimana awalnya, akhirnya mereka berdua sepakat mengikat tali . Ketika waktu subuh berakhir dan orang itu tidak mengerjakan shalat, maka setan pun sambil tersenyum bergumam, â€œOrang ini memang boleh menjadi sahabatku&#8230;!â€</p>
<p>Begitu juga ketika waktu Zuhur orang ini tidak mengerjakan shalat, setan tersenyum lebar sambil membatin, â€œRupanya inilah bakal teman sejatiku di akhirat nanti&#8230;!â€</p>
<p>Ketika waktu ashar hampir habis tetapi temannya itu dilihatnya masih juga asik dengan kegiatannya, setan mulai terdiam&#8230;</p>
<p>Kemudian ketika datang waktunya magrib, temannya itu ternyata tidak shalat juga, maka setan nampak mulai gelisah, senyumnya sudah berubah menjadi kecut. Dari wajahnya nampak bahwa ia seolah-olah sedang mengingat-ngingat sesuatu.</p>
<p>Dan akhirnya ketika dilihatnya sahabatnya itu tidak juga mengerjakan shalat Isya, maka setan itu sangat panik. Ia rupanya tidak bisa menahan diri lagi, dihampirinya sahabatnya yang manusia itu sambil berkata dengan penuh ketakutan, â€œWahai sobat, aku terpaksa memutuskan persahabatan kita!â€</p>
<p>Dengan keheranan manusia ini bertanya, â€œKenapa engkau ingkar janji bukankah baru tadi pagi kita berjanji akan menjadi sahabat?â€</p>
<p>â€œAku takut!â€, jawab setan dengan suara gemetar.</p>
<p class="MsoNormal">â€œNenek moyangku saja yang dulu hanya sekali membangkang perintah-Nya, yaitu ketika menolak disuruh â€œsujudâ€ pada Adam, telah dilaknat-Nya, apalagi engkau yang hari ini saja kusaksikan telah lima kali membangkang perintah untuk bersujud kepada-Nya (sujud pada Allah). Tidak terbayangkan olehku bagaimana besarnya murka Allah kepadamu!â€, kata setan sambil beredar pergi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=42&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/dongeng-tentang-sholat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iman itu Cerita Keajaiban</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban-2/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 09:56:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban-2/</guid>
		<description><![CDATA[Iman adalah sumber energi jiwa yang senantiasa memberikan kita
kekuatan untuk bergerak menyemai kebaikan, kebenaran dan keindahan
dalam zaman kehidupan, atau bergerak mencegah kejahatan, kebatilan

dan kerusakan di permukaan bumi. Iman adalah gelora yang memberi
inspirasi kepada pikiran-pikiran kita, maka lahirlah bashirah. Iman
adalah cahaya yang menerangi dan melapangkan jiwa kita, maka lahirlah
taqwa. Iman adalah bekal yang menjalar di seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=41&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span lang="IN">Iman adalah sumber energi jiwa yang senantiasa memberikan kita<br />
kekuatan untuk bergerak menyemai kebaikan, kebenaran dan keindahan<br />
dalam zaman kehidupan, atau bergerak mencegah kejahatan, kebatilan</span></p>
<p><span lang="IN"><br />
dan kerusakan di permukaan bumi. Iman adalah gelora yang memberi<br />
inspirasi kepada pikiran-pikiran kita, maka lahirlah bashirah. Iman<br />
adalah cahaya yang menerangi dan melapangkan jiwa kita, maka lahirlah<br />
taqwa. Iman adalah bekal yang menjalar di seluruh bagian tubuh kita,<br />
maka lahirlah harakah (gerakan). Iman menenteramkan perasaan,<br />
menguatkan tekad dan menggerakkan raga kita.</p>
<p>Iman merubah individu menjadi baik, dan kebaikan individu menjalar<br />
dalam kehidupan masyarakat, maka masyarakat menjadi erat dan dekat.<br />
Yang kaya diantara mereka menjadi dermawan, yang miskin menjadi iffah<br />
(menjaga kehormatan dan harga diri), yang berkuasa menjadi adil, yang<br />
ulama menjadi taqwa, yang kuat menjadi penyayang, yang pintar menjadi<br />
rendah hati, yang bodoh menjadi pembelajar. Ibadah mereka menjadi<br />
sumber kesalehan dan kedamaian, ilmu pengetahuan menjadi sumber<br />
kekuatan dan kemudahan, kesenian menjadi sumber inspirasi dan<br />
semangat kehidupan.</p>
<p>Jika Anda bertanya, mengapa Bilal dapat bertahan di bawah tekanan<br />
batu karang raksasa dengan terik matahari padang pasir yang membakar<br />
tubuh? Mengapa ia membunuh majikannya dalam perang Badar? Mengapa ia<br />
yang tadinya hanyalah seorang budak bisa berubah menjadi pembesar<br />
Islam? Lalu, mengapa Abu Bakar yang lembut menjadi sangat keras dan<br />
tegar saat perang Riddah? Mengapa Umar bin Khattab yang terhormat mau<br />
dengan sukarela membawa gandum ke rumah seorang perempuan miskin di<br />
Mengapa Khalid bin Walid lebih menyukai malam-malam dingin dalam<br />
jihad fi sabilillah daripada seorang perempuan cantik di malam<br />
pengantin? Mengapa Ali bin Abu Thalib mau memakai selimut Rasulullah<br />
saw dan tidur di kasur beliau saat dikepung menjelang hijrah, atau<br />
hadir dalam pengadilan saat beliau menjadi khalifah untuk<br />
diperkarakan dengan seorang warganya yang Yahudi? Mengapa pula Utsman<br />
bin Affan bersedia menginfakkan seluruh hartanya, bahkan membiayai<br />
sebuah peperangan di masa Rasulullah saw seorang diri? Jawaban semua<br />
pertanyaan itu ada di sini: iman!</p>
<p>Sejarah Islam sepanjang lima belas abad ini mencatat, kaum muslimin<br />
meraih kemenangan-kemenangan dalam berbagai peperangan, menciptakan<br />
kemakmuran dan keadilan, mengembangkan berbagai macam ilmu<br />
pengetahuan dalam peradaban&#8230; Apa yang membuat mereka mencapai semua<br />
itu? Itulah saat di mana iman mewarnai seluruh aspek kepribadian<br />
setiap individu muslim, dan mewarnai seluruh sektor kehidupan.<br />
Tapi sejarah juga menorehkan luka. Pasukan Tartar membantai 80.000<br />
orang kaum muslimin di Baghdad, pasukan Salib menguasai Al-Quds<br />
selama 90 tahun, surga Andalusia hilang dari genggaman kaum muslimin<br />
dan direbut kembali oleh kaum Salib, Khilafah Utsmaniyah di Turki<br />
dihancurkan gerakan Zionisme internasional &#8230;. Apa penyebab<br />
kehancuran ini? Itulah saat di mana iman hanya menjadi ucapan lisan<br />
dan tidak mempunyai hakikat dalam jiwa dan pikiran, tidak memberi<br />
vitalitas dan dinamika dalam kehidupan, lalu tenggelam dalam lumpur<br />
syahwat.</p>
<p>Karena itulah penguasa mereka menjadi zalim, orang kaya menjadi<br />
pelit, orang miskin menjadi pengkhianat, dan tentara mereka tidak<br />
punya nyali! Abul Hasan Ali Al-Hasani Al-Nadwi mengatakan: saat<br />
kejayaan adalah saat iman, dan saat keruntuhan adalah saat hilangnya<br />
iman. Sebagaimana iman menciptakan keajaiban di alam jiwa, seperti<br />
itu juga ia menulis cerita keajaiban di alam kenyataan. Gelora dalam<br />
jiwa pun menjelma menjadi prestasi-prestasi sejarah.</p>
<p>Allah swt berfirman:&#8221;Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia<br />
Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang<br />
dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat<br />
manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap<br />
gulita yang sekali sekali tidak dapat keluar daripadanya? Demikianlah<br />
kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah<br />
mereka kerjakan. &#8220;(QS Al-An&#8217;am: 122)</p>
<p>Sekarang, ketika kita berbicara tentang proyek kebangkitan Islam,<br />
kita bertemu lagi dengan aksioma ini; saat kejayaan adalah saat iman.</p>
<p>Iman Syahid Hasan Al-Banna mengatakan:&#8221;Orang-orang yang bekerja atau<br />
mengajak untuk membangun umat, mendidik bangsa, memperjuangkan dan<br />
mewujudkan misi dan nilai-nilai dalam kehidupan, haruslah mempunyai<br />
kekuatan jiwa yang dahsyat yang mengejawantah dalam beberapa hal:</p>
<p>^Õ Tekad baja yang tak tersentuh oleh kelemahan</p>
<p>^Õ Kesetiaan abadi yang tak terjamah oleh penyimpangan dan<br />
pengkhianatan</p>
<p>^Õ Pengorbanan mahal yang tak terhalang oleh keserakahan atau<br />
kebakhilan</p>
<p>^Õ Pengetahuan, keyakinan dan penghargaan terhadap konsep perjuangan<br />
yang dapat menghindarkan dari kesalahan, penyimpangan, tawar menawar<br />
atau tertipu dengan konsep yang lain<br />
Keempat hal tersebut sesungguhnya merupakan pekerjaan pekerjaan<br />
khusus jiwa. Hanya di atas pilar-pilar dasar itu, dan hanya di atas<br />
kekuatan spiritual yang dahsyat itu sajalah umat yang sedang bangkit<br />
terdidik dan bangsa yang kokoh terbentuk. Siklus kehidupan akan<br />
terbarui kembali bagi mereka yang tak pernah memiliki kehidupan dalam<br />
waktu yang lama. Bangsa yang tidak memiliki keempat sifat ini, atau<br />
setidak-tidaknya tidak dimiliki oleh para pemimpin dan pembaharunya,<br />
adalah bangsa yang miskin dan tersia-siakan yang tak pernah meraih<br />
kebaikan atau mewujudkan cita-cita. Mereka hanya akan hidup dalam<br />
dunia mimpi-mimpi, bayang-bayang dan kesemuan.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya dugaan-dugaan itu sama sekali tidak berguna untuk<br />
(mendapatkan) kebenaran. &#8221; (QS Yunus: 36). Inilah sunnah Allah bagi<br />
seluruh makhluk-Nya, dan tidak akan ada penggantinya. &#8220;Sesungguhnya<br />
Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu sendiri<br />
yang merubah diri-diri mereka sendiri. &#8221; (QS Al-Ra&#8217;d: 11).&#8221;<br />
(Majmu&#8217;atur Rosail, Hasan Al-Banna).</p>
<p>Demikianlah. Jelas sudah, apa yang dibutuhkan gerakan kebangkitan<br />
umat saat ini adalah mempertemukan umat dengan sumber energi<br />
spiritual mereka: iman! Itulah persoalan kita, bahwa ada banyak kabut<br />
yang menyelimuti pemahaman kita mengajarkan hakikat iman. Kesalahan<br />
atau kedangkalan dalam pemahaman tentang iman, disertai kesalahan<br />
dalam menyusun dan mengajarkannya, adalah sebab utama yang membuat<br />
iman kita tidak bekerja semestinya. Ia tidak memberi inspirasi pada<br />
pikiran, tidak menerangi jiwa, tidak melahirkan tekad dan tidak juga<br />
menggerakkan raga kita untuk bekerja menyamai kebenaran, kebaikan dan<br />
keindahan dalam taman hidup kita. Karenanya tidak ada keajaiban di<br />
alam jiwa, dan tidak akan terangkai keajaiban itu dalam sejarah kita. </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN"><br />
(H. M. Anis Matta. Lc )</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=41&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hari Asyuro 10 Muharram antara Sunnah dan Bid&#8217;ah</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/hari-asyuro-10-muharram-antara-sunnah-dan-bidah/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/hari-asyuro-10-muharram-antara-sunnah-dan-bidah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 07:39:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/hari-asyuro-10-muharram-antara-sunnah-dan-bidah/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh
Ustadz Aris Munandar bin S.Ahmadi
Sejarah Dan Keutamaan Puasa Asyura
Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupkan hari bersejarah dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid’ah di dalamnya. Adapun yang dituntunkan syariat kepada kita pada hari itu hanyalah berpuasa, dengan dijaga agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.“Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=35&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Oleh<br />
Ustadz Aris Munandar bin S.Ahmadi</span></p>
<p><strong>Sejarah Dan Keutamaan Puasa Asyura</strong><br />
Sesungguhnya hari Asyura (10 Muharram) meski merupkan hari bersejarah dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid’ah di dalamnya. Adapun yang dituntunkan syariat kepada kita pada hari itu hanyalah berpuasa, dengan dijaga agar jangan sampai tasyabbuh dengan orang Yahudi.<span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">“Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari asyura di masa jahiliyyah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melakukannya pada masa jahiliyyah. Tatkala beliau sampai di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa.” [1]<span id="more-35"></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Beliau bertanya :”Apa ini?” Mereka menjawab :”Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan bani Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur. Maka beliau Rasulullah menjawab :”Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian (Yahudi), maka kami akan berpuasa pada hari itu sebagai bentuk pengagungan kami terhadap hari itu.” [2]</span></p>
<p>Dua hadits ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari Asyura di masa jahiliyah, dan sebelum hijrahpun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukannya. Kemudian sewaktu tiba di Madinah, beliau temukan orang-orang Yahudi berpuasa pada hari itu, maka Nabi-pun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.</p>
<p>Diriwayatkan pada hadits lain.</p>
<p>“Artinya : Ia adalah hari mendaratnya kapal Nuh di atas gunung “Judi” lalu Nuh berpuasa pada hari itu sebagai wujud rasa syukur”[3]</p>
<p>“Artinya : Abu Musa berkata : “Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulllah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasalah kalian pada hari itu” [4]</p>
<p>“Artinya :Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang puasa di hari Asyura, maka beliau menjawab : “Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) pada tahun kemarin” [5]</p>
<p><strong>Cara Berpuasa Di Hari Asyura</strong><br />
<strong>[1]. Berpuasa selama 3 hari tanggal 9, 10, dan 11 Muharram</strong><br />
Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan lafadz sebagaimana telah disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam al-Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyyah dalam al-Muntaqa 2/2:</p>
<p>“Selisihilah orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya.”</p>
<p>Dan pada riwayat ath-Thahawi menurut penuturan pengarang Al-Urf asy-Syadzi:</p>
<p>“Puasalah pada hari Asyura dan berpuasalah sehari sebelum dan setelahnya dan janganlah kalian menyerupai orang Yahudi.”</p>
<p>Namun di dalam sanadnya ada rawi yang diperbincangkan. Ibnul Qayyim berkata (dalam Zaadud Ma’al 2/76):”Ini adalah derajat yang paling sempurna.” Syaikh Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan:”Inilah yang Utama.”</p>
<p>Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara ini. Dan termasuk yang memilih pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10 dan 11 Muharram) adalah Asy-Syaukani (Nailul Authar 4/245) dan Syaikh Muhamad Yusuf Al-Banury dalam Ma’arifus Sunan 5/434</p>
<p>Namun mayoritas ulama yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan untuklebih hati-hati.Ibnul Qudamah di dalam Al-Mughni 3/174 menukil pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.</p>
<p><strong>[2]. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram</strong><br />
Mayoritas Hadits menunjukkan cara ini:<br />
“Artinya : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan berpuasa. <span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Para</span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> shahabat berkata:”Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh Yahudi.” Maka beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada tanggal 9.”, tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.”[6]</span></p>
<p>Dalam riwayat lain :<br />
“Artinya : Jika aku masih hidup pada tahun depan, sungguh aku akan melaksanakan puasa pada hari kesembilan.”[7].</p>
<p>Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari 4/245) :”Keinginan beliau untuk berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari kesepuluh. Kemungkinan dimaksudkan untuk berhati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi kaum Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang itu ditunjukkan sebagian riwayat Muslim”</p>
<p>“Artinya : Dari ‘Atha’, dia mendengar Ibnu Abbas berkata:”Selisihilan Yahudi, berpuasalah pada tanggal 9 dan 10”.</p>
<p><strong>[3]. Berpuasa Dua Hari yaitu tanggal 9 dan 10 atau 10 dan 11 Muharram</strong><br />
“Berpuasalah pada hari Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah sehari sebelumnya atau sehari setelahnya”<br />
Hadits marfu’ ini tidak shahih karena ada 3 illat (cacat):<br />
[a]. Ibnu Abi Laila, lemah karena hafalannya buruk.<br />
[b]. Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah<br />
[c]. Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal daripada perawi jalan/sanad marfu’</p>
<p>Jadi hadits di atas Shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan al-Ma’tsurah karya As-Syafi’i no 338 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam Tahdzibul Atsar 1/218.</p>
<p>Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma’arif hal 49):”Dalam sebagian riwayat disebutkan atau sesudahnya maka kata atau di sini mungkin karena keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan….”</p>
<p>Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/245-246):”Dan ini adalalah akhir perkara Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dahulu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam suka menyocoki ahli kitab dalam hal yang tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termahsyur, beliau suka menyelisihi ahli kitab sebagaimana dalam hadits shahih. Maka ini (masalah puasa Asyura) termasuk dalam hal itu. Maka pertama kali beliau menyocoki ahli kitab dan berkata :”Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian (Yahudi).”, kemudian beliau menyukai menyelisihi ahli kitab, maka beliau menambah sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi ahli kitab.”</p>
<p>Ar-Rafi’i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213) :”Berdasarkan ini, seandainya tidak berpuasa pada tanggal 9 maka dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 11″</p>
<p><strong>[4]. Berpuasa pada 10 Muharram saja</strong><br />
Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/246) :”Puasa Asyura mempunyai 3 tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9, dan tingkatan diatasnya ditambah puasa pada tanggal 9 dan 11. <span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Wallahu a’lam.”</span></p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H-2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]<br />
__________<br />
Foote Note<br />
[*]. Diolah oleh Aris Munandar bin S Ahmadi, dari kitab Rad’ul Anam Min Muhdatsati Asyiril Muharram Al-Haram, karya Abu Thayib Muhammad Athaullah Hanif, tahqiq Abu Saif Ahmad Abu Ali<br />
[1]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 3/454, 4/102-244, 7/147, 8/177,178, Ahmad 6/29, 30, 50, 162, Muslim 2/792, Tirmidzi 753, Abu Daud 2442, Ibnu Majah 1733, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/319,320, Al-Humaidi 200, Al-Baihaqi 4/288, Abdurrazaq 4/289, Ad-Darimy 1770, Ath-Thohawi 2/74 dan Ibnu Hibban dalam Shahihnya 5/253<br />
[2]. Hadits Shahih Riwayat Bukhari 4/244, 6/429, 7/274, Muslim 2/795, Abu Daud 2444, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/318, 319, Ahmad 1/291, 310, Abdurrazaq 4/288, Ibnu Majah 1734, Baihaqi 4/286, Al-Humaidi 515, Ath-Thoyalisi 928<br />
[3]. Hadits Riwayat Ahmad 2/359-360 dengan jalan dari Abdusshomad bin Habib Al-Azdi dari bapaknya dari Syumail dari Abu Hurairah, Abdusshomad dan bapaknya keduanya Dha’if.<br />
[4]. Hadits Shahih Riwayat Bukahri 4/244, 7/274, Muslim 2/796, Nasa’i dalam Al-Kubra 2/322 dan Al-Baihaqi 4/289<br />
[5]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/818-819, Abu Daud 2425, Ahmad 5/297, 308, 311, Baihaqi 4.286, 300 Abdurrazaq 4/284, 285<br />
[6]. Hadits Shahih Riwayat Muslim 2/796, Abu Daud 2445, Thabary dalam Tahdzibul Atsar 1/24, Baihaqi dalam Al-Kubra 4/287 dan As-Shugra 2/119 serta Syu’abul Iman 3506 dan Thabrabi dalam Al-Kabir 10/391<br />
[7]. Hadits Shahih Muslim 2/798, Ibnu Majah 736, Ahmad 1/224, 236, 345, Baihaqi 4/287, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanafnya 3/58, Thabrani dalam Al-Kabir 10/401, Thahawi 2/77 dan lain-lain</p>
<p><strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Bid’ah-Bid’ah Di Hari Asyura</span></strong><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><br />
[1]. Shalat dan dzikir-dzikir khusus, sholat ini disebut dengan sholat Asyura<br />
[2]. Mandi, bercelak, memakai minyak rambut, mewarnai kuku, dan menyemir rambut.<br />
[3]. Membuat makanan khusus yang tidak seperti biasanya.<br />
[4]. Membakar kemenyan.<br />
[5]. Bersusah-susah dalam kehausan dan menampakkan kesusahannya itu.<br />
[6]. Doa awal dan akhir tahun yang dibaca pada malam akhir tahun dan awal tahun (Sebagaimana termaktub dalam Majmu’ Syarif)<br />
[7]. Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin<br />
[8]. Memberi uang belanja lebih kepada keluarga.<br />
[9]. As-Subki berkata (ad-Din al-Khalish 8/417):”Adapun pernyataan sebagian orang yang menganjurkan setelah mandi hari ini (10 Muharram) untuk ziarah kepada orang alim, menengok orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memotong kuku, membaca al-Fatihah seribu kali dan bersilaturahmi maka tidak ada dalil yg menunjukkan keutamaan amal-amal itu jika dikerjakan pada hari Asyura. Yang benar amalan-amalan ini diperintahkan oleh syariat di setiap saat, adapun mengkhususkan di hari ini (10 Muharram) maka hukumnya adalah bid’ah.”</span></p>
<p>Ibnu Rajab berkata (Latha’iful Ma’arif hal. 53) : “Hadits anjuran memberikan uang belanja lebih dari hari-hari biasa, diriwayatkan dari banyak jalan namun tidak ada satupun yang shahih. Di antara ulama yang mengatakan demikian adalah Muhammad bin Abdullah bin Al-Hakam Al-Uqaili berkata :”(Hadits itu tidak dikenal)”. Adapun mengadakan ma’tam (kumpulan orang dalam kesusahan, semacam haul) sebagaimana dilakukan oleh Rafidhah dalam rangka mengenang kematian Husain bin Ali Radhiyallahu ‘anhu maka itu adalah perbuatan orang-orang yang tersesat di dunia sedangkan ia menyangka telah berbuat kebaikan. Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan mengadakan ma’tam pada hari lahir atau wafat para nabi maka bagaimanakah dengan manusia/orang selain mereka”</p>
<p>Pada saat menerangkan kaidah-kaidah untuk mengenal hadits palsu, Al-Hafidz Ibnu Qayyim (al-Manar al-Munif hal. 113 secara ringkas) berkata : “Hadits-hadits tentang bercelak pada hari Asyura, berhias, bersenang-senang, berpesta dan sholat di hari ini dan fadhilah-fadhilah lain tidak ada satupun yang shahih, tidak satupun keterangan yang kuat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits puasa. Adapun selainnya adalah bathil seperti.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa memberi kelonggaran pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya Allah akan memberikan kelonggaran kepadanya sepanjang tahun”.</p>
<p>Imam Ahmad berkata : “Hadits ini tidak sah/bathil”. Adapun hadits-hadits bercelak, memakai minyak rambut dan memakai wangi-wangian, itu dibuat-buat oleh tukang dusta. <span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Kemudian golongan lain membalas dengan menjadikan hari Asyura sebagai hari kesedihan dan kesusahan. Dua goloangan ini adalah ahli bid’ah yang menyimpang dari As-Sunnah. Sedangkan Ahlus Sunnah melaksanakan puasa pada hari itu yang diperintahkan oleh Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menjauhi bid’ah-bid’ah yang diperintahkan oleh syaithan”.</span></p>
<p>Adapun shalat Asyura maka haditsnya bathil. As-Suyuthi dalam Al-Lali 2/29 berkata : “Maudhu’ (hadits palsu)”. Ucapan beliau ini diambil Asy-Syaukani dalam Al-Fawaid Al-Majmu’ah hal.47. Hal senada juga diucapkan oleh Al-Iraqi dalam Tanzihus Syari’ah 2/89 dan Ibnul Jauzi dalam Al-Maudlu’ah 2/122</p>
<p>Ibnu Rajab berkata (Latha’ful Ma’arif) : “Setiap riwayat yang menerangkan keutamaan bercelak, pacar, kutek dan mandi pada hari Asyura adalah maudlu (palsu) tidak sah. Contohnya hadits yang dikatakan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu secara marfu.</p>
<p>“Artinya : Barangsiapa mandi dan bersuci pada hari Asyura maka tidak akan sakit di tahun itu kecuali sakit yang menyebabkan kematian”.</p>
<p>Hadits ini adalah buatan para pembunuh Husain.</p>
<p>Adapun hadits,<br />
“Artinya : Barangsiapa bercelak dengan batu ismid di hari Asyura maka matanya tidak akan pernah sakit selamanya”</p>
<p>Maka ulama seperti Ibnu Rajab, Az-Zakarsyi dan As-Sakhawi menilainya sebagai hadits maudlu (palsu).</p>
<p>Hadits ini diriwayatkan Ibnul Jauzi dalam Maudlu’at 2/204. Baihaqi dalam Syu’abul Iman 7/379 dan Fadhail Auqat 246 dan Al-Hakim sebagaimana dinukil As-Suyuthi dalam Al-Lali 2/111. Al-Hakim berkata : “Bercelak di hari Asyura tidak ada satu pun atsar/hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan hal ini adalah bid’ah yang dibuat oleh para pembunuh Husain Radhiyallahu ‘anhu.</p>
<p>Demikianlah sedikit pembahasan tentang hari Asyura. Semoga kita bisa meninggalkan bid’ah-bid’ahnya. <span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Amin</span></p>
<p>[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 03/Tahun V/1421H-2001M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]<br />
_________<br />
Foote Note<br />
[8]. Abdurrazaq 4/287, Thahawi dalam Syarh Ma’anil Atsar 2/78, Baihaqi dalam Sunan Kubra 4/287 dan dalam Syu’abul Iman 3509 dari jalan Ibnu Juraij, Atha telah mengabariku …. Sanadnya shahih. Ada juga muttabi dalam riwayat Qasim Al-Bhagawi dalam Al-Hadits Ali Ibnil Ja’di 2/886 dengan sanad shahih<br />
[9]. Hadits Dhaif, riwayat Ahmad 1/241, Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya 2095, Thahawi 2/78, Bazar 1052 dalam Kasyfil Atsar, Baihaqi 4/278, Thobary dalam Tahdzibul Atsar 1/215, Ibnu Adi dalam Al-Kamil 3/88</p>
<p><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"> <span> </span>Sumber : </span><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><a href="http://www.almanhaj.or.id/content/2034/slash/0"><span>http://www.almanhaj.or.id/content/2034/slash/0</span></a></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=35&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/hari-asyuro-10-muharram-antara-sunnah-dan-bidah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shahadatku atas Nabi Shalallahu&#8217;alaihiwassalam</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/shahadatku-atas-nabi-shalallahualaihiwassalam/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/shahadatku-atas-nabi-shalallahualaihiwassalam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 07:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[ Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama, merupakan pintu gerbang untuk menuju Islam, serta merupakan perkara yang besar dalam agama ini. 
شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ 
 
18. Allah   menyatakan bahwasanya tidak ada Ilah melainkan Dia (yang berhak disembah), yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=30&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Syahadat merupakan rukun Islam yang pertama, merupakan pintu gerbang untuk menuju Islam, serta merupakan perkara yang besar dalam agama ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">شَهِدَ اللّهُ أَنَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلاَئِكَةُ وَأُوْلُواْ الْعِلْمِ قَآئِمَاً بِالْقِسْطِ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">18. Allah </span><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN"><span> </span></span></em><strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">menyatakan</span></strong><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> bahwasanya tidak ada Ilah melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu</span><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[188]</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Ilah melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(Ali ‘imran 18)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[188] Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu.<span id="more-30"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Inilah salah satu <span> </span>ayat yang menunjukkan bahwa diantara syarat syahadat adalah berilmu, maka dari itu mengilmui permasalahan syahadat adalah penting dan sangat utama. Begitu seringnya kita mengucapkan kalimat syahadat dan begitu ringannya lidah-lidah kita mengulang-ulang kalimat yang mulia itu. Tetapi apakah pernah terlintas pada hati dan pikiran kita tentang apa makna dan konsekuensi syahadat yang kita ucapkan selama ini. Sudahkah kita memahaminya, sehingga kita dapat mengamalkannya dengan baik???</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Syahadat yang kedua, inilah yang menjadi pembahasan kami pada tulisan kali ini yaitu syahadat kita atas nabi kita Muhammad bin Abdillah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketahuilah, makna dari syahadat yang kedua ini adalah pengakuan lahir batin dari seorang muslim bahwa Muhammad bin Abdillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam<span> </span>adalah hamba dan utusan Allah </span><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">, <em>Abdullah wa Rasuluhu </em>yang diutus untuk semua manusia sebagai penutup rasul-rasul sebelumnya.<span> </span>Dalam syahadat yang kedua ini kita telah melakukan<strong> dua</strong> persaksian besar yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bahwa Muhammad bin Abdillah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba Allah sebagaimana manusia yang lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Bahwa Muhammad bin Abdillah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang rasul / utusan Allah yang diberikan wahyu padanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ….. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Arial;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. . . (Al Kahfi 110)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Apakah kita menyangka bahwa setelah kita membuat persaksian besar ini lantas tidak ada konsekuensi setelahnya?? tidaklah demikian, sesungguhnya ada kosekuensi yang harus kita yakini serta harus kita amalkan setelah kita bersaksi atas dua hal tersebut. Diantara konsekuensi tersebut adalah:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Mendudukkan beliau </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam di tempat yang semestinya yaitu sebagai hamba Allah </span><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;" lang="IN"> </span></em><em><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:Arial;">, </span></em></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><strong>tidak melebih-lebihkan beliau dari derajat yang seharusnya. Sebab beliau hanyalah seorang hamba yang tidak mungkin naik derajatnya menjadi Rabb.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Dari sini termasuk kesesatan jika ada yang beristi’anah (memohon pertolongan) beristighatsah (memohon supaya dilepaskan dari musibah dan bala yang menimpa), memohon kepada nabi untuk mendatangkan manfaat dan menolak mudharat, memuji nabi secara berlebihan seperti melantunkan shalawat yang mengandung pengagungan yuang berlebihan (shalawat Nariyah, Burdah, dll).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Allah    berfirman kepada Rasulullah    :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Arial;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">188. Katakanlah: “<strong>Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah</strong>. dan Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”.(al a’raf 188)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">قُلْ إِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا رَشَدًا </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">21. Katakanlah: “Sesungguhnya aku tidak Kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan”.(al Jin 21)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Dan Nabi    bersabda,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Janganlah kalian berlebih-lebihan memuji (menyanjung) diriku, sebagaimana orang-orang Nasrani berlebih-lebihan memuji Ibnu Maryam (Isa). Sesungguhnya aku adalah hamba –Allah– maka Katakanlah: ‘Hamba Allah dan RasulNya’.” (HR. Al-Bukhari)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Makna “Al-Itharuu-an”  ialah berlebih-lebihan dalam memuji (menyanjung). Kita tidak menyembah kepada Muhammad , sebagaimana orang-orang Nasrani menyembah Isa Ibnu Maryam, sehingga mereka terjerumus dalam kesyirikan. Dan</span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>Rasulullah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">mengajarkan kepada kita untuk mengatakan: “Muhammad hamba Allah dan RasulNya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN">Rasulullah    bersabda:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"><span> </span>“Apabila engkau meminta, maka mintalah kepada Allah dan apabila engkau memohon pertolongan, maka mohonlah perto-longan dari Allah.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata hadits hasan shahih)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Membenarkan semua berita yang shahih dari Rasulullah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Muhammad </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span><span lang="IN"> </span></span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>adalah Rasulullah yang diistimewakan dari manusia lainnya dengan wahyu, maka jika beliau memberitakan berita masa lalu maupun berita masa depan maka berita itu sumbernya adalah wahyu yang kebenarannya tidak boleh diragukan lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Arial;" dir="rtl"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَى </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">2. Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">3. Dan Tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">4. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">(An Najm 2-4)</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">قُلْ إِنَّمَا أُنذِرُكُم بِالْوَحْيِ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَاء إِذَا مَا يُنذَرُونَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Arial;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">45. Katakanlah (hai Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya memberi peringatan kepada kamu sekalian dengan wahyu dan Tiadalah orang-orang yang tuli mendengar seruan, apabila mereka diberi peringatan” (Al Anbiya’ 45)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Menaati Rasullah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Seorang Muslim wajib taat kepada Rasulullah Sebagai perwujudan sikap pengakuan terhadap kerasulan Beliau </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">مَّنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللّهَ وَمَن تَوَلَّى فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Arial;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">80. Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah. dan Barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), Maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka</span><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[321].(An Nisa 80)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[321] Rasul tidak bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan mereka dan tidak menjamin agar mereka tidak berbuat kesalahan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Syaikh Abdurrahman Nasir as Sa’dy berkata “ setiap orang yang menaati Rasulullah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>dalam perintah-perintah dan larangan-laranganya dia telah menaati Allah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">, sebab Rasulullah tidak memerintahkan dan melarang kecuali dengan perintah, syari’at dan wahyu yang Allah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">turunkan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">….apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Amat keras hukumannya.(Al Hasyr 7)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Berhukum pada sunnah Rasulullah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="SV">Shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Syahadat Muhammad Rasulullah yang benar akan membawa seorang muslim kepada kesiapan dan keikhlasan untuk menjadikan sunnah Rasulallah sebagai rujukan, dia pasti menolak jika diajak untuk merujuk kepada akal, pendapat si A atau si B, hawa nafsu, maupun warisan nenek moyang dalam menetapkan suatu hukum, lebih-lebih jika terjadi ikhtilaf (perbedaan), seorang muslim yang konsekuen dengan syahadatnya dengan lapang dada akan menjadikan sunnah Rasulullah sebagai imamnya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيمًا </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">65. Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.(An Nisa’65)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">51. Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka</span><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1045]</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> ialah ucapan. “Kami mendengar, dan Kami patuh”. dan mereka Itulah orang-orang yang beruntung. (An Nur 51)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:8pt;line-height:115%;font-family:&quot;">[1045] Maksudnya: di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin</span><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرِيقٌ مِّنْهُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُوْلَئِكَ بِالْمُؤْمِنِينَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">47. Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan rasul, dan Kami mentaati (keduanya).” kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَإِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُم مُّعْرِضُونَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">48. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَإِن يَكُن لَّهُمُ الْحَقُّ يَأْتُوا إِلَيْهِ مُذْعِنِينَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">49. Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada Rasul dengan patuh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">أَفِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ أَمِ ارْتَابُوا أَمْ يَخَافُونَ أَن يَحِيفَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَرَسُولُهُ بَلْ أُوْلَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">50. Apakah (ketidak datangan mereka itu karena) dalam hati mereka ada penyakit, atau (karena) mereka ragu-ragu ataukah (karena) takut kalau-kalau Allah dan Rasul-Nya Berlaku zalim kepada mereka? sebenarnya, mereka Itulah orang-orang yang zalim. (An Nur 47-50)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:1in;text-align:justify;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Tidak beribadah kepada Allah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span></strong><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><strong><span> </span>melainkan dengan apa yang di syari’atkannya</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Karena Allah mengutus Rasulullah untuk menjelaskan Agama ini secara terang tanpa ada yang disembunyikan serta dikarenakan agama ini telah sempurna sehingga tidak membutuhkan penambahan dan pengurangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:20pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وَأَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَاحْذَرُواْ فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُواْ أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلاَغُ الْمُبِينُ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-family:Arial;" lang="AR-SA"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">92. Dan taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada Rasul-(Nya) dan berhati-hatilah. jika kamu berpaling, Maka ketahuilah bahwa Sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan <strong>terang</strong>.(Al Maa-idah 92)</span><span style="font-family:Arial;" dir="rtl"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;">… pada hari ini telah <strong>Kusempurnakan</strong> untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu.…(Al Maaidah 3)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA"><span> </span>قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ.</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="ltr">)</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">رواه البخاري ومسلم</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="ltr">(</span><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:16pt;font-family:&quot;" lang="AR-SA">وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;text-align:right;line-height:normal;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" dir="ltr"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Ummul mukminin, ummu Abdillah, Aisyah ﻿</span><span style="font-size:9pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA">رضي الله عنها</span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" dir="rtl" lang="AR-SA"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span> </span>berkata bahwa Rasulullah </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">bersabda: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">“Barangsiapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan agama kami ini yang bukan dari kami, maka dia tertolak”. (HR. Bukhari dan Muslim) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:normal;"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amal yang tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Demikianlah konsekuensi yang harus kita yakini dan kita amalkan agar syahadat kita menjadi bermanfaat di hadapan Allah </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">.Semoga kita dimudahkan oleh Allah menempuh jalan kebenaran dan di jauhkan dari jalan kesesatan. Amin. Wallahua’lam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span><span> </span>(</span><span style="font-family:&quot;">Aris Abu Ja’far)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=30&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/30/shahadatku-atas-nabi-shalallahualaihiwassalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tragedi Terbunuhnya Utsman bin Affan</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/15/tragedi-terbunuhnya-utsman-bin-affan/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/15/tragedi-terbunuhnya-utsman-bin-affan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 15:17:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Nabi  telah mengabarkan tentang terjadinya fitnah (terhadap Utsman), seperti yang telah dijelaskan dan kabar tersebut benar terjadi :
&#8220;Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).&#8221; [QS.An-Najm : 3-4]
Pengkabaran Nabi  tersebut termasuk perkara ghaib yang diberitakan oleh Allah kepada beliau. Maka, hal itu pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=25&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-bottom:0;" align="left"><img class="alignleft" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn%3A4KvOKiWqcTR7HM%3Ahttp%3A%2F%2Fagusdd.files.wordpress.com%2F2007%2F08%2Fkilat1.jpg&#038;w=121&#038;h=86" alt="" width="121" height="86" />Nabi  telah mengabarkan tentang terjadinya fitnah (terhadap Utsman), seperti yang telah dijelaskan dan kabar tersebut benar terjadi :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><em>&#8220;Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).&#8221;</em> [QS.An-Najm : 3-4]</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Pengkabaran Nabi  tersebut termasuk perkara ghaib yang diberitakan oleh Allah kepada beliau. Maka, hal itu pasti terjadi dan beliau telah menentukan waktunya yaitu antara tahun 35 H atau 36 H atau 37 H.  <span id="more-25"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Sebelum kita menelusuri semua ini, saya ingin mengisyaratkan bahwa ada riwayat-riwayat lemah yang menuduh sebagian sahabat <span style="font-family:Islamic_,fantasy;">g</span> ikut serta dalam menfitnah Utsman . Dan telah diketahui bersama bahwa sikap seorang muslim terhadap para sahabat Rasul  termasuk perkara aqidah yang tidak bisa diterima melainkan melalui riwayat yang shahih.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Riwayat-riwayat yang menuduh mereka ini tidak terlepas sanadnya dari cacat. Dan terkadang terkumpul dalam satu riwayat beberapa cacat, dan kita dapati kebanyakan didalam riwayat-riwayat tersebut para perowi yang tertuduh sebagai orang-orang Rafidhah atau memang orang Rafidhah tulen.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Mereka para sahabat yang dituduh -secara dusta dan batil- telah ikut serta dalam pengepungan dan pembunuhan terhadap Utsman , telah dipuji oleh Allah didalam banyak ayat Al-Qur&#8217;an, bahkan Allah telah meridhai mereka dan mereka pun juga ridha kepada-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><em>&#8220;Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.&#8221; </em> [QS.At-Taubah : 100]</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Ridha merupakan sifat Allah yang qadim (sejak dulu kala), tidaklah Dia ridha kecuali terhadap hamba-Nya yang telah Dia ketahui akan meninggal dengan membawa keridhaan-Nya. Barangsiapa yang telah Allah ridhai, maka Dia tidak akan murka kepadanya selama-lamanya.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote1anc" href="#sdfootnote1sym"><sup>1</sup></a></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Tragedi terbunuhnya Utsman telah direncanakan pada malam hari oleh para pemberontak yang melampaui batas lagi jahat. Mereka merencanakannya dengan matang untuk membunuh seorang Khalifah Ar-Rasyid  dan untuk menghancurkan agama ini. Mereka ini merupakan kelompok gabungan dari musuh-musuh Islam dan bukanlah perorangan. Dan dedengkot mereka adalah seorang yahudi pendusta Abdullah bin Saba&#8217; yang dikenal dengan Ibnu As-Sauda&#8217;. Para pemberontak ini memprovokatori orang-orang awam dari seluruh penjuru negri untuk melengserkan sang Khalifah . Mereka datang dari Mesir dan Irak ke Kota Madinah lalu bertemu dengan Utsman  untuk berunding.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Ketika manusia mengetahui tentang keberangkatan orang-orang Mesir menuju Utsman , sebagian mereka mendatangi Hudzaifah bin Al-Yaman , seraya berkata : Orang-orang itu mendatangi Utsman, bagaimana pendapat anda ? beliau berkata : Demi Allah, mereka akan membunuhnya. Mereka berkata : lalu dimana dia ? beliau menjawab : Demi Allah, dia disurga. Mereka berkata : Dan dimanakah para pembunuhnya ? Beliau berkata : Demi Allah, mereka dineraka.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote2anc" href="#sdfootnote2sym"><sup>2</sup></a></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Orang-orang itu keluar dari Mesir menuju ke Kota Madinah dan bertemu dengan Utsman . Setelah terjadi dialoq serta perundingan, mereka pun puas dengan ucapan Utsman . Beliau membantah tuduhan-tuduhan mereka dengan bukti dan keterangan yang nyata dan mereka setuju untuk berdamai, kemudian mereka kembali ke Mesir dan Irak.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Setelah terjadinya perdamaian yang agung ini dan kembalinya mereka ke tempat tinggal mereka masing-masing dalam keadaan ridha, para penyulut api fitnah merasa gagal dan tujuan mereka yang keji telah kandas ditengah jalan. Oleh karenanya, mereka membuat makar kembali untuk menyalakan api fitnah agar perdamaian tersebut menjadi hancur dan musnah. Berikut ini kejadiannya :</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Ketika orang-orang Mesir tengah dalam perjalanan pulang, mereka melihat seorang penunggang onta yang sekali waktu menampakkan diri dan diwaktu yang lain menjauh, seolah-olah dia mengatakan : Kejarlah diriku. Hingga merekapun menangkap dan mengintrogasinya : Siapakah dirimu ini ? Dia menjawab : Aku adalah utusan amirul mukminin kepada pengawainya di Mesir. Mereka memeriksanya dan mendapatkan sebuah surat dari Utsman dan ada stempel beliau kepada pegawainya dia Mesir. Ketika mereka membaca surat tersebut mereka mendapatkan isinya berupa perintah untuk menyalib, membunuh mereka dan memotong tangan dan kaki mereka. Akhirnya mereka kembali lagi ke Kota Madinah.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote3anc" href="#sdfootnote3sym"><sup>3</sup></a></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Disana banyak bukti yang menunjukkan ketidak benaran berita tentang keberadaan orang yang membawa surat tersebut. Mengapa mereka tidak mendapatkan tulisan tersebut ditengah perjalanan dan kembali ke Madinah dengan menunjukkan bahwa mereka mendapatkannya bersama orang itu ?</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Diantara yang menunjukkan hal diatas adalah tidak adanya referensi yang menukilkan bahwa mereka menghukumi orang yang membawa surat yang didalamnya berisi kebinasaan mereka, terlebih lagi mereka adalah orang-orang yang tidak segan-segan menumpahkan darah seorang khalifah dan pemimpin mereka, apalagi untuk membunuh utusan tersebut.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Seandainya persangkaan ini benar, maka mengapa utusan itu melewati jalan yang mereka tempuh ? Bukankah masih banyak jalan lain yang menuju ke Mesir selain jalan yang mereka lewati ? Dan jika memang tidak ada jalan lain, kenapa dia tidak berusaha untuk menghindari pertemuan dengan mereka ? Orang-orang itu datang kembali setelah pergi dengan membawa berita yang tidak mustahil merupakan hasil rekayasa.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Dan Utsman mengingkari bahwa dirinya telah menulis hal tersebut. Beliau berkata kepada mereka : Sesungguhnya disini ada dua hal : Kalian membawa dua saksi dari kaum muslimin atau aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada sesembahan yang haq kecuali Dia bahwa aku tidak pernah menulis hal tersebut atau mendikte orang lain untuk menulisnya atau mengajarkannya. Mungkin ada seseorang yang menulis surat tersebut….</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Kita tidak ragu akan kejujuran Utsman , sebagaimana mereka juga tidak ragu akan hal ini. Akan tetapi mereka tidak memperdulikan sumpah beliau, karena mereka sudah tahu sebelumnya bahwa hal tersebut merupakan rekayasa untuk membatalkan perjanjian yang mereka sesalkan atau yang membuat murka para penyulut api fitnah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Yang nampak –wallahu a&#8217;lam- bahwa yang membuat rekayasa tersebut adalah Abdullah bin Saba&#8217; atau salah satu komplotannya. Dan ini merupakan kebiasaannya yang keji yang dia gunakan dalam menyalakan api fitnah. Tulisan tersebut bukanlah satu-satunya tulisan yang dibuat-buat dalam fitnah ini, bahkan masih banyak lagi tulisan-tulisan yang dibuat-buat atas nama sebagian para sahabat <span style="font-family:Islamic_,fantasy;">,</span>seperti Aisyah dan Ali . Sekembalinya mereka dari perjalanan itu, mereka mengadakan pengepungan terhadap rumah Utsman  dan memperlakukan Khalifah Ar-Rasyid Utsman bin Affan <span style="font-family:AGA Arabesque;"></span> dengan keji.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:medium;">Tragedi Pengepungan</span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="left"><span style="font-size:medium;"><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"> </span></span>Dimutlakkan kata &#8220;Yaumud Daar&#8221; (Hari Pengepungan) untuk selang waktu dikepungnya rumah Utsman , semenjak kembalinya orang-orang Mesir tersebut ke kota Madinah sampai terbunuhnya beliau . Dan masih diperselishkan berapa lama terjadinya pengepungan tersebut, ada yang mengatakan 20 hari, ada pula yang menyatakan lebih dari sebulan, atau ada juga yang mengatakan 40 hari, atau lebih dari 40 malam atau 49 hari atau 2 bulan 20 hari. Adapun tempat pengepungan tersebut adalah rumah besar beliau yang beliau bertempat tinggal disana di kota Madinah Munawwarah.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Setelah mereka betul-betul telah mengepung rumah Utsman , mereka menuntut Utsman untuk mengundurkan diri dari kekhalifahan atau mereka akan membunuhnya. Dan orang-orang yang berdemo dan menuntut tersebut adalah orang-orang yang sangat rendah agama, akhlak maupun keilmuannya, mereka bukanlah para ulama (ahlul halli wal &#8216;aqdi).</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Dengan adanya tuntutan mereka ini, maka sungguh benarlah apa yang telah disabdakan oleh Nabi , dan telah tiba saatnya untuk mengamalkan wasiat beliau . Oleh karena itulah, Utsman  menolak untuk mengundurkan diri dari kekhalifahan, seraya berkata : &#8220;Aku tidak akan melepaskan pakaian yang telah Allah berikan kepadaku&#8221;<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote4anc" href="#sdfootnote4sym"><sup>4</sup></a></sup>. Beliau mengisyaratkan kepada wasiat Rasul  untuk beliau.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Namun, ada sebagian dari para sahabat yang memiliki pendapat lain yaitu agar beliau mengundurkan diri demi menjaga jiwa beliau, diantara mereka adalah Al-Mughirah bin Al-Akhnas , akan tetapi Utsman menolak. Pada saat itu pula, Abdullah bin Umar menemui beliau, dan Utsman berkata kepadanya : Lihatlah apa yang dikatakan oleh mereka kepadaku : Lepaskan jabatanmu dan jangan engkau membunuh dirimu sendiri. Maka Ibnu Umar berkata : Apabila engkau melepaskannya, apakah engkau akan kekal di dunia ? Utsman menjawab : Tidak. Ibnu Umar berkata : Jika engkau tdak melepaskannya, apakah mereka akan menambahkan pembunuhannya terhadap dirimu ? Utsman  menjawab : Tidak. Ibnu Umar berkata : Apakah mereka memiliki surga dan neraka bagimu ? Utsman  menjawab : Tidak. Ibnu Umar berkata : Maka pendapatku, janganlah engkau menanggalkan pakaian yang telah Allah anugerahkan kepadamu, sehingga hal tersebut menjadi suatu kebiasaan, setiap kali sekelompok orang tidak suka dengan khalifahnya mereka membunuhnya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Para pemberontak tersebut melarang Utsman untuk shalat di masjid Nabawi dan melarang beliau dari makan serta minum dari sumur Rumah yang beliau beli sendiri dari harta beliau untuk orang yang sedang dalam perjalanan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Pada saat Utsman berada dalam rumah dan para pemberontak berada didepan rumah beliau, beliau mendengar suara dari para pengepung tersebut yang mengancam untuk membunuh beliau. Dan yang nampak, bahwa Utsman tidak mengira perkara ini akan seperti itu. Kemudian beliau keluar dari tempat masuk dan masuk lagi bersama sebagian para sahabat, sedangkan raut wajah beliau telah berubah. Beliau berkata : Sesungguhnya mereka mengancam akan membunuhku tadi. Para sahabat menjawab : Semoga Allah melindungi anda, wahai amirul mukminin. Beliau berkata : Kenapa mereka ingin membunuhku ?! Padahal aku pernah mendengar Rasulullah bersabda : &#8220;Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal berikut : Seseorang yang kafir setelah beriman, atau dia berzina setelah menikah atau membunuh jiwa tanpa haq&#8221;. Demi Allah, aku tidak pernah berzina baik di zaman Jahiliyah atau Islam, dan tidak pernah terbesit dalam diriku untuk aku mengganti agamaku sejak Allah memberi hidayah kepadaku, dan tidak pernah aku membunuh jiwa, maka mengapa mereka ingin membunuhku ?&#8221;.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote5anc" href="#sdfootnote5sym"><sup>5</sup></a></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Kemudian beliau mengingatkan manusia akan kedudukan beliau didalam Islam serta para pendemo, serta persaksian Rasulullah akan husnul khatimahnya beliau dan sebagian keutamaan-keutamaan beliau yang telah kami sebutkan dahulu. Dan beliau meminta -dengan menyebut nama Allah- kepada siapa saja yang pernah mengetahui atau pernah mendengar dari Rasulullah hal tersebut untuk menyampaikannya kepada manusia.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Dikarenakan para pendemo itu melarang beliau untuk shalat di masjid Rasul , maka beliaupun menyebutkan kepada mereka tentang apa yang beliau lakukan dalam meluaskan masjid, pada saat Rasulullah bersabda : <em>&#8220;Barangsiapa yang meluaskan bagi kami rumah ini untuk masjid –sambil mengisyaratkan kepada rumah yang berada disamping masjid-, maka Allah ganti dengan rumah di surga&#8221;</em>, beliaupun membeli rumah tersebut dengan harta beliau sendiri untuk perluasan masjid.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote6anc" href="#sdfootnote6sym"><sup>6</sup></a></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Apa yang beliau infakkan tersebut tidak hanya itu saja, namun masih banyak lagi. Dan ketika mereka melarang beliau untuk minum dari sumur Ruumah, yang dengannya beliau memuliakan kaum muslimin, maka beliaupun mengingatkan manusia akan hal tersebut dan bahwasanya Rasulullah  beserta keluarga beliau dan penduduk kota Madinah telah merasakan segarnya air sumur tersebut. Namun, mereka melarang beliau darinya, dan mereka memaksa beliau untuk minum dari sumur busuk yang merupakan tempat pembuangan barang-barang kotor.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Ketika beliau melihat mereka telah bertekad untuk membunuhnya, beliau pun mengingatkan mereka dan akibat perbuatan mereka. Beliau melihat mereka dari balik lobang jendela, seraya berkata : Wahai manusia, jangan kalian membunuhku dan ……Demi Allah, jika kalian membunuhku, kalian tidak akan pernah berjihad dan memerangi musuh-musuh kalian selam-lamanya. Kalian mau berhenti hingga kalian menjadi begini, sambil merapatkan jari-jemari beliau.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote7anc" href="#sdfootnote7sym"><sup>7</sup></a></sup> Dan beliau juga berkata : &#8220;Demi Allah, jika kalian membunuhku, kalian tidak akan saling mencintai dan kalian tidak akan pernah memerangi musuh kalian selamanya&#8221;.<sup><a class="sdfootnoteanc" name="sdfootnote8anc" href="#sdfootnote8sym"><sup>8</sup></a></sup></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">Dan sungguh apa yang beliau peringatkan itu terjadi, setelah beliau terbunuh hal tersebut betul-betul terjadi. Dari sinilah Hasan Al-Bashri berkata : &#8220;Demi Allah, meskipun mereka semua melaksanakan shalat (secara berjama&#8217;ah), namun hati mereka sungguh berselisih&#8221;.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="left">
<div id="sdfootnote1">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote1sym" href="#sdfootnote1anc">1</a> Hukmu sabbish shahabah 36-37 oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.</p>
</div>
<div id="sdfootnote2">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote2sym" href="#sdfootnote2anc">2</a> HR.Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya 15/206 dengan sanad yang 	shahih.</p>
</div>
<div id="sdfootnote3">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote3sym" href="#sdfootnote3anc">3</a> HR.Kholifah dan selainnya dari riwayat Abu Sa&#8217;id maula Abi Useid 	dan sanadnya shahih.</p>
</div>
<div id="sdfootnote4">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote4sym" href="#sdfootnote4anc">4</a> HR.Khalifah bin Khayyath dalam &#8220;At-Tarikh&#8221; 171, Ibnu 	Sa&#8217;ad dalam &#8220;Ath-Thabaqaat&#8221; 3/66, dan Ath-Thabari dalam 	&#8220;Tarikhul Umam wal Muluuk&#8221; dengan sanad yang shahih kepada 	Watsaab pembantu Utsman .</p>
</div>
<div id="sdfootnote5">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote5sym" href="#sdfootnote5anc">5</a> HR.Ibnu Sa&#8217;ad dalam Ath-Thabaqaat 3/67, Ahmad dalam Al-Musnad dengan 	tahqiq Syaikh Ahmad Syakir (1/348, 363, 379, 380) dan dishahihkan 	oleh Ahmad Syakir.</p>
</div>
<div id="sdfootnote6">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote6sym" href="#sdfootnote6anc">6</a> HR.Ahmad dalam Al-Musnad, Ibnu Asaakir dalam Tarikh Ad-Dimasyq dari 	riwayat Al-Ahnaf dan dishohihkan oleh Ahmad Syakir.</p>
</div>
<div id="sdfootnote7">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote7sym" href="#sdfootnote7anc">7</a> HR.Ibnu Syaibah dalam Al-Mushannaf 15/303 dan sanadnya hasan.</p>
</div>
<div id="sdfootnote8">
<p class="sdfootnote" align="left"><a class="sdfootnotesym" name="sdfootnote8sym" href="#sdfootnote8anc">8</a> HR.Ibnu Sa&#8217;ad dalam Ath-Thabaqaat 3/71, Ibnu Asaakir dalam Tarikh 	Dimasyq 351-352 dan sanadnya hasan.</p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=25&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2008/12/15/tragedi-terbunuhnya-utsman-bin-affan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:4KvOKiWqcTR7HM:http://agusdd.files.wordpress.com/2007/08/kilat1.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>