<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Sahabat Nabi</title>
	<atom:link href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/category/sirah/sahabat-nabi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	<description>Informasi KajianJurusan Teknik Mesin ITS</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2009 15:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ashshaffmesinits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f0e1f5d52e95cf17aab88898c812d3a2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Sahabat Nabi</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/osd.xml" title=".: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :." />
		<item>
		<title>ABDULLAH BIN ZUBEIR,Seorang Tokoh Syahid Yang Luar Biasa</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 05:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya &#8230;. Ibunya Asma, &#8211; semoga Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=93&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya &#8230;. Ibunya Asma, &#8211; semoga Allah ridla kepadanya dan ia jadi ridla kepada Allah &#8211; setibanya di Quba, suatu dusun di luar kota Madinah, datanglah saat melahirkan, dan jabang bayi yang muhajir itu pun masuklah ke bumi Madinah bersamaan waktunya dengan masuknya muhajirin lainnya dari shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam &#8230; ! <span id="more-93"></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bayi yang pertama kali lahir pada saat hijrah itu, dibawa  kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam di rumahnya di Madinah, maka diciumnya kedua pipinya dan dikecupnya mulutnya, hingga yang mula  pertama masuk ke rongga perut Abdullah bin Zubeir itu ialah air selera Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi i wasallam  yang mulia. Kaum Muslimin berkumpul dan beramai-ramai membawa bayi yang dalam gendongan itu berkeliling kota sambil membaca tahlil dan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>takbir. </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Latar belakangnya ialah karena tatkala Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam  dan para shahabatnya tinggal menetap di Madinah, orang- orang Yahudi merasa terpukul dan iri hati, lalu melakukan perang urat saraf terhadap Kaum Muslimin. Mereka sebarkan berita bahwa dukun-dukun mereka telah menyihir Kaum Muslimin dan membuat mereka jadi mandul, hingga di Madinah tak seorang pun akan mempunyai bayi dari kalangan mereka&#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Maka tatkala Abdullah bin Zubeir muncul dari alam gaib, hal itu merupakan suatu kenyataan yang digunakan taqdir untuk menolak kebohongan orang-orang Yahudi di Madinah dan mematahkan tipu muslihat mereka &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Di masa hayat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam , Abdullah belum mencapai asia dewasa. Tetapi lingkungan hidup dan hubungannya yang akrab dengan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, telah membentuk kerangka kepahlawanan dan prinsip hidupnya, sehingga darma baktinya dalam menempuh kehidupan di dunia ini menjadi buah bibir orang dan tercatat dalam sejarah dunia. Anak kecil itu tumbuh dengan amat cepatnya dan menunjukkan hal-hal yang luar biasa dalam kegairahan, kecerdasan dan keteguhan pendirian. Masa mudanya dilaluinya tanpa noda, seorang yang suci, tekun beribadat, hidup sederhana dan perwira tidak terkira &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Demikianlah hari-hari dan peruntungan  itu dijalaninya dengan tabi&#8217;atnya yang tidak berubah dan semangat yang tak pernah kendor. Ia benar-benar seorang laki-laki yang mengenal tujuannya dan menempuhnya dengan kemauan yang keras membaja dan keimanan teguh luar biasa&#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Sewaktu pembebasan Afrika, Andalusia dan Konstantinopel, ia yang waktu itu belum melebihi usia tujuh belas tahun, tampak sebagai salah seorang pahlawan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>yang </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">namanya terlukis sepanjang masa &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Dalam pertempuran di Afrika sendiri, Kaum Muslimin yang jumlahnya hanya duapuluh ribu sang tentara, pernah menghadapi musuh yang berkekuatan sebanyak seratus duapuluh ribu orang. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pertempuran berkecamuk, dan pihak </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>Islam </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">terancam bahaya besar! Abdullah bin Zubeir melayangkan pandangannya meninjau kekuatan musuh hingga segeralah diketahuinya di mana letak kekuatan mereka. Sumber kekuatan itu tidak lain dari raja Barbar yang menjadi panglima tentaranya sendiri. Tak putus-putusnya raja itu berseru terhadap tentaranya dan membangkitkan semangat mereka dengan cara istimewa yang mendorong mereka untuk menerjuni maut tanpa rasa takut &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah maklum bahwa pasukan yang gagah perkasa ini tak mungkin ditaklukkan kecuali dengan jatunya panglima yang menakutkan ini. Tetapi betapa caranya untuk menemuinya, padahal untuk sampai kepadanya terhalang oleh tembok kukuh dari tentara musuh yang bertempur laksana angin puyuh &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tetapi semangat dan keberanian Ibnu Zubeir tak perlu diragukan lagi untuk selama-lamanya&#8230; ! Dipanggilnya sebagian kawan-kawannya, lalu katanya: &#8220;Lindungi punggungku dan mari menyerbu bersamaku&#8230; !&#8221; Dan tak ubah bagai anak panah lepas dari busurnya, dibelahnya barisan yang berlapis itu menuju raja musuh, dan demi sampai di hadapannya, dipukulnya sekali pukul, hingga raja itu jatuh tersungkur. Kemudian secepatnya bersama kawan-kawannya, ia mengepung tentara yang berada di sekeiiling raja dan menghancurkan mereka &#8230;,lalu dikuman dangkannya Allahu Akbar&#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Demi Kaum Muslimin melihat bendera mereka berkibar di sana, yakni di tempat panglima Barbar berdiri menyampaikan perintah dan mengatur siasat, tahulah mereka bahwa kemenangan telah tercapai. Maka seolah-olah satu orang jua, mereka menyerbu ke muka, dan segala sesuatu-pun berakhir dengan keuntungan di pihak Muslimin &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah bin Abi Sarah, panglima tentara Islam, mengetahui peranan penting yang telah diiakukan oleh Ibnu Zubeir. Maka sebagai imbalannya disuruhnya ia menyampaikan sendiri berita kemenangan itu ke Madinah terutama kepada khalifah Utsman bin Affan&#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Hanya kepahlawanannya dalam medan perang bagaimana juga unggul dan luar biasanya, tetapi itu tersembunyi di balik ketekunannya dalam beribadah &#8230;.Maka orang yang mempunyai tidak hanya satu dua alasan untuk berbangga dan menyombongkan dirinya ini akan menakjubkan kita karena selalu ditemukan dalam lingkungan orang-orang shaleh dan rajin beribadat. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Maka balk derajat maupun kemudaannya, kedudukan atau harta bendanya, keberanian atau kekuatannya, semua itu tidak mampu untuk menghalangi Abdullah bin Zubeir untuk menjadi seorang laki-laki &#8216;abid yang berpuasa di siang hari, bangun malam beribadat kepada Allah dengan hati yang khusu&#8217; niat yang suci. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz mengatakan kepada Ibnu Abi Mulaikah: &#8220;Cobalah ceritakan kepada kami kepribadian Abdullah bin Zubeir!&#8221; Maka ujarnya:  &#8220;Demi Allah! Tak pernah kulihat Jiwa yang tersusun dalam rongga tubuhnya itu seperti jiwanya! Ia tekun melakukan shalat, dan mengakhiri segala sesuatu dengannya. &#8230; Ia ruku&#8217; dan sujud sedemikian rupa, hingga karena amat lamanya, maka burung-burung gereja yang bertengger di atas bahunya atau punggungnya, menyangkanya dinding tembok atau kain yang tergantung. Dan pernah peluru meriam batu lewat antara janggut dan dadanya sementara ia shalat, tetapi demi Allah, ia tidak peduli dan tidak goncang, tidak pula memutus bacaan atau mempercepat waktu ruku&#8217; nya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Memang, berita-berita sebenamya yang diceritakan orang tentang ibadat Ibnu Zubeir, hampir merupakan dongeng. Maka di dalam shaum dan shalat, dalam menunaikan haji dan serta zakat, ketinggian cita serta kemuliaan diri dalam bertenggang di waktu malam &#8211; sepanjang hayatnya &#8211; untuk bersujud dan beribadat, dalam menahan lapar di waktu siang, &#8211; juga sepanjang usianya &#8211; untuk shaum dan jihadun nafs &#8230;, dan dalam keimanannya yang teguh kepada Allah &#8230;dalam semua itu ia adalah tokoh satu-satunya tak ada duanya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pada suatu kali Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu  ditanyai orang mengenai Ibnu Zubeir. Maka walaupun di antara kedua orang ini terdapat perselisihan paham, Ibnu Abbas berkata:  &#8220;Ia adalah seorang pembaca Kitabullah, dan pengikut sunnah Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wasallam, tekun beribadat kepada-Nya dan shaum di siang hari karena takut kepada-Nya.. · Seorang putera dari pembela Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dan ibunya ialah Asma puteri Shiddiq, sementara mak-tuanya ialah Khadijah istri dari Rasululiah shallallahu &#8216;alaihi wasallam.  Maka tak ada seorang pun sedang membicarakan khalifah yang telah pergi berlalu bernama Utsman bin Affan radhiyallahu &#8216;anhu, tanpa mengindahkan tata-tertib kesopanan dan tidak didasari oleh kesadaran, mereka dicelanya, katanya:  &#8220;Demi Allah, aku tak sudi meminta bantuan dalam menghadapi musuhku kepada orang-orang yang membenci Utsman &#8221;~ Pada saat itu ia sangat memerlukan bantuan, tak ubah bagai seorang yang tenggelam membutuhkan pertolongan, tetap uluran tangan orang tersebut ditolaknya Keterbukaannya terhadap diri pribadi serta kesetiaannya terhadap aqidah dan prinsipnya, menyebabkannya tidak peduli kehilangan duaratus orang pemanah termahir yang Agama mereka tidak dipercayai dan berkenan di hatinya! Padahal waktu itu ia sedang berada dalam peperangan yang akan menentukan hidup matinya, dan kemungkinan besar akan berubah arah, seandainya pemanah-pemanah ahli itu tetap berada di sampingnya.,,.! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian pembangkangannya terhadap Mu&#8217;awiyah dan puteranya Yazid sungguh-sungguh merupakan kepahlawanan! Menurut pandangannya, Yazid bin Mu&#8217;awiyah bin Abi Sufyan itu adalah laki-laki yang terakhir kali dapat menjadi khalifah Muslimin, seandainya memang dapat &#8230; ! Pandangannya ini memang beralasan, karena dalam soal apa pun juga, Yazid tidak becus! Tidak satu pun kebaikan dapat menghapus dosa-dosanya yang diceritakan sejarah kepada kita, maka betapa Ibnu Zubeir akan mau bai&#8217;at kepadanya, ? </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata-kata penolakannya terhadap Mu&#8217;awiyah selagi ia masih hidup amat keras dan tegas. Dan apa pula katanya kepada Yazid yang telah naik menjadi khalifah dan mengirim utusannya kepada Ibnu Zubeir mengancamnya dengan nasib jelek apabila ia tidak membai&#8217;at pada Yazid &#8230; ? Ketika itu Ibnu Zubeir memberikan jawabannya:  &#8220;Kapan pun, aku tidak akan bai&#8217;at kepada si pemabok &#8230; !&#8221; kemudian katanya berpantun :  &#8220;Terhadap hal bathil tiada tempat berlunak lembut kecuali bila geraham dapat mengunyah batu menjadi lembut &#8220;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ibnu Zubeir tetap menjadi Amirul Mu&#8217;minin dengan mengambil Mekah al-Mukarramah sebagai ibu kota pemerintahan dan membentangkan kekuasaannya terhadap Hijaz, Yaman, Bashrah, Kufah, Khurasan dan seluruh Syria kecuali Damsyik, setelah ia mendapat bai&#8217;at dari seluruh warga kota-kota daerah tersebut di atas. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tetapi orang-orang Banu Umaiyah tidak senang diam dan berhati puas sebelum menjatuhkannya, maka mereka melancarkan serangan yang bertubi-tubi, yang sebagian besar di antaranya berakhir dengan kekalahan dan kegagalan. Hingga akhirnya datanglah masa pemerilitahan Abdul Malik bin Marwan yang untuk menyerang Abdullah di Mekah itu memilih salah seorang anak manusia yang paling celaka dan paling merajalela dengan kekejaman dan kebuasannya &#8230; ! Itulah dia Hajjaj ats-Tsaqafi, yang mengenai pribadinya, Umar bin Abdul Aziz, Imam yang adil itu pernah berkata:  &#8220;Andainya setiap ummat datang dengan membawa kesalahan masing-masing, sedang kami hanya datang dengan kesalahan Hajjaj seorang saja, maka akan lebih berat lagi kesalahan kami dari mereka semua&#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Dengan mengerahkan anak buah dan orang-orang upahannya, Hajjaj datang memerangi Mekah ibukota Ibnu Zubeir. Dikepungnya kota itu serta penduduknya, selama lebih kurang enam bulan dan dihalanginya mereka mendapat makanan dan air, dengan harapan agar mereka meninggalkan Ibnu Zubeir sebatang kara, tanpa tentara dan sanak saudara. Dan karena tekanan bahaya kelaparan itu banyaklah yang menyerahkan diri, hingga Ibnu Zubeir mendapatkan dirinya tidak berteman atau kira-kira demikian &#8230;. Dan walaupun kesempatan untuk meloloskan diri dan menyelamatkan nyawanya masih terbuka, tetapi Ibnu Zubeir memutuskan akan memikul tanggung jawabnya sampai titik terakhir. Maka ia terus menghadapi serangan tentara Hajjaj itu dengan keberanian yang tak dapat dilukiskan, padahal ketika itu usianya telah mencapai tujuh puluh tahun Dan tidaklah dapat kita melihat gambaran sesungguhnya dari pendirian yang luar biasa ini, kecuali jika kita mendengar percakapan yang berlangsung antara Abdullah dengan ibunya yang agung dan mulia itu, Asma&#8217; binti Abu Bakar, yakni di saat-saat yang akhir dari kehidupannya. Ditemuinya ibunya itu dan dipaparkannya di hadapannya suasana ketika itu secara terperinci, begitupun mengenai akhir kesudahan yang sudah nyata tak dapat dielakkan lagi &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata &#8216;Asma&#8217; kepadanya:  &#8220;Anakku, engkau tentu lebih tahu tentang dirimu! Apabila menurut keyakinanmu, engkau berada di jalan yang benar dan berseru untuk mencapai kebenaran itu, maka shabar dan tawakallah dalam melaksanakan tugas itu sampai titik darah penghabisan. Tiada kata menyerah dalam kamus perjuangan melawan kebuasan budak-budak Bani Umaiyah &#8230; ! Tetapi  kalau menurut pikiranmu, engkau hanya mengharapkan dunia, maka engkau adalah seburuk-buruk hamba, engkau  celakakan dirimu sendiri serta orang-orang yang tewas bersamamu!&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ujar Abdullah: &#8220;Demi Allah, wahai bunda! Tidaklah ananda mengharapkan dunia atau ingin hendak mendapatkannya&#8230; ! Dan sekali-kali tidaklah anakanda berlaku aniaya dalam hukum Allah, berbuat curang atau melanggar batas &#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata Asma&#8217; pula: &#8211; &#8216;Aku memohon kepada Allah semoga ketabahan hatiku menjadi kebaikan bagi dirimu, baik engkau mendahuluiku menghadap Allah maupun aku. Ya Allah, semoga ibadahnya sepanjang malam, shaum sepanjang siang dan bakti kepada kedua orang tuanya, Engkau terima disertai cucuran Rahmat-Mu. Ya Allah, aku serahkan segala sesuatu tentang dirinya kepada kekuasaan-Mu, dan aku rela menerima keputusan-Mu. Ya Allah berilah aku pahala atas segala perbuatan Abdullah bin Zubeir ini, pahalanya orang-orang yang shabar dan bersyukur &#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian mereka pun berpelukan menyatakan perpisahan dan selamat tinggal.. Dan beberapa saat kemudian, Abdullah bin Zubeir terlibat dalam pertempuran sengit yang tak seimbang, hingga syahid agung itu akhirnya menerima pukulan maut yang menewaskannya. Peristiwa itu menjadikan Hajjaj kuasa Abdul Malik bin Marwan berkesempatan melaksanakan kebuasan dan dendam kesumatnya, hingga tak ada jenis kebiadaban yang lebih keji kecuali dengan menyalib tubuh syahid suci yang telah beku dan kaku itu. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bundanya, wanita tua yang ketika itu telah berusia sembilan puluh tujuh tahun, berdiri memperhatikan puteranya yang disalib. Dan bagaikan sebuah gunung yang tinggi, ia tegak menghadap ke arahnya tanpa bergerak. Sementara itu Hajjaj datang menghampirinya dengan lemah lembut dan berhina diri, katanya:  &#8220;Wahai ibu, Amirui Mu&#8217;minin Abdulmalik bin Marwan memberiku wasiat agar memperlakukan ibu dengan balk &#8230; !&#8221; &#8220;Maka adakah kiranya keperluan ibu   ?.  Bagaikan  berteriak dengan suara berwibawa wanita itu berkata: &#8220;Aku ini bukanlah ibumu &#8230; ! Aku adalah ibu dari orang yang disalib pada tiang karapan ..! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tiada sesuatu pun yang kuperlukan daripadamu. Hanya aku akan menyampaikan kepadamu sebuah Hadits yang kudengar dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam sabdanya: </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>&#8220;Akan muncul dari Tsaqif seorang pembohong dan seorang durjana </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">&#8230;! </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>Adapun si pembohong telah sama-sama kita hetahui &#8230;.!Adapun si durjana, sepengetahuanku hanyalah hamu </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">I&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah bin Umar radhiyallahu &#8216;anhu  datang menghiburnya dan mengajak- nya bershabar. Maka jawabnya: &#8212; &#8220;Kenapa pula aku tidak akan shahar, padahal kepala Yahya bin Zakaria sendiri telah diserahkan kepada salah seorang durjana dari durjana-durjana Bani Isra&#8217;il !&#8221;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Oh, alangkah agungnya anda, wahai puteri Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu &#8216;anhu &#8230; ! Memang, adakah lagi kata-kata yang lebih tepat diucapkan selain itu kepada (,rang-orang yang telah memisahkan kepala Ibnu Zubeir dari tubuhnya sebelum mereka menyalibnya ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tidak salah! Seandainya kepala Ibnu Zubeir telah diberikan sebagai hadiah bagi Hajjaj dan Abdul Malik, maka kepala Nabi yang mulia yakni Yahya &#8216;alaihissalam dulu juga telah diberikan sebagai hadiah bagi Salome, seorang wanita yang durjana dan</span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em> </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">hina dari Bani Israil &#8230; ! Sungguh, suatu tamsil yang tepat dan kata-kata yang jitu &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian mungkinkah kiranya bagi Ahdullah bin Zubeir akan melanjutkan hidupnya di bawah tingkat yang amat tinggi dari keluhuran, keutamaan dan kepahlawanan ini, sedang yang menyusukannya ialah wanita yang demikian corak bentuk-nya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Salam kiranya terlimpah atas Abdullah &#8230; ! Dan kiranya terlimpah pula atas Asma&#8217;&#8230;!<br />
Salam bagi kedua mereka di lingkungan syuhada yang tidak pernah fana&#8230; !<br />
Dan di lingkungan orang-orang utama lagi bertaqwa.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=93&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khalifah Gila?</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/</guid>
		<description><![CDATA[Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali kerana Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.
Dulu Umar sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=89&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali kerana Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.<span id="more-89"></span></p>
<p>Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan sholat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahawa Umar bin Kaththab sudah gila?</p>
<p>Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan sholat Jumaat yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khutbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, &#8220;Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221; Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khutbah yang disampaikan. &#8220;Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila,&#8221; gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum sholat Jumat hari itu.</p>
<p>Tetapi Abdurrahman tidak mahu bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya, &#8220;Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khutbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?&#8221; Umar dengan tenang menjelaskan, &#8220;Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan Suriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhutbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankan diri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221;</p>
<p>Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. &#8220;Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan sholat fardhu?&#8221; tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, &#8220;Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubuat patung dari tepung gandum dan kusembah-sembah seperti Tuhan, bila ku lapar ku makan &#8216;Tuhan&#8217; ku itu&#8221;.</p>
<p>Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum boleh menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhutbah?</p>
<p>Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Iaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.</p>
<p>Komandor pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. &#8220;Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghentam kami dari berbagai penjuru. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat sholat Jumat yang seharusnya kami kerjakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan ghaib yang tajam dan tegas: &#8220;Bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221; Tiga kali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya. Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami.&#8221;</p>
<p>Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahman kemudian berkata, &#8220;Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melihatnya&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=89&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>