<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Generasi Pilihan</title>
	<atom:link href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/category/sirah/generasi-pilihan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	<description>Informasi KajianJurusan Teknik Mesin ITS</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2009 15:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ashshaffmesinits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f0e1f5d52e95cf17aab88898c812d3a2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Generasi Pilihan</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/osd.xml" title=".: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :." />
		<item>
		<title>ABDULLAH BIN ZUBEIR,Seorang Tokoh Syahid Yang Luar Biasa</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 05:05:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya &#8230;. Ibunya Asma, &#8211; semoga Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=93&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ketika menempuh padang pasir yang panas bagai menyala dalam perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah yang terkenal itu, ia masih merupakan janin dalam rahim ibunya. Demikianlah telah menjadi taqdir bagi Abdullah bin Zubeir melakukan hijrah bersama Kaum Muhajirin selagi belum muncul ke alam dunia, masih tersimpan dalam perut ibunya &#8230;. Ibunya Asma, &#8211; semoga Allah ridla kepadanya dan ia jadi ridla kepada Allah &#8211; setibanya di Quba, suatu dusun di luar kota Madinah, datanglah saat melahirkan, dan jabang bayi yang muhajir itu pun masuklah ke bumi Madinah bersamaan waktunya dengan masuknya muhajirin lainnya dari shahabat-shahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam &#8230; ! <span id="more-93"></span></span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bayi yang pertama kali lahir pada saat hijrah itu, dibawa  kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam di rumahnya di Madinah, maka diciumnya kedua pipinya dan dikecupnya mulutnya, hingga yang mula  pertama masuk ke rongga perut Abdullah bin Zubeir itu ialah air selera Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi i wasallam  yang mulia. Kaum Muslimin berkumpul dan beramai-ramai membawa bayi yang dalam gendongan itu berkeliling kota sambil membaca tahlil dan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>takbir. </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Latar belakangnya ialah karena tatkala Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam  dan para shahabatnya tinggal menetap di Madinah, orang- orang Yahudi merasa terpukul dan iri hati, lalu melakukan perang urat saraf terhadap Kaum Muslimin. Mereka sebarkan berita bahwa dukun-dukun mereka telah menyihir Kaum Muslimin dan membuat mereka jadi mandul, hingga di Madinah tak seorang pun akan mempunyai bayi dari kalangan mereka&#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Maka tatkala Abdullah bin Zubeir muncul dari alam gaib, hal itu merupakan suatu kenyataan yang digunakan taqdir untuk menolak kebohongan orang-orang Yahudi di Madinah dan mematahkan tipu muslihat mereka &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Di masa hayat Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam , Abdullah belum mencapai asia dewasa. Tetapi lingkungan hidup dan hubungannya yang akrab dengan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, telah membentuk kerangka kepahlawanan dan prinsip hidupnya, sehingga darma baktinya dalam menempuh kehidupan di dunia ini menjadi buah bibir orang dan tercatat dalam sejarah dunia. Anak kecil itu tumbuh dengan amat cepatnya dan menunjukkan hal-hal yang luar biasa dalam kegairahan, kecerdasan dan keteguhan pendirian. Masa mudanya dilaluinya tanpa noda, seorang yang suci, tekun beribadat, hidup sederhana dan perwira tidak terkira &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Demikianlah hari-hari dan peruntungan  itu dijalaninya dengan tabi&#8217;atnya yang tidak berubah dan semangat yang tak pernah kendor. Ia benar-benar seorang laki-laki yang mengenal tujuannya dan menempuhnya dengan kemauan yang keras membaja dan keimanan teguh luar biasa&#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Sewaktu pembebasan Afrika, Andalusia dan Konstantinopel, ia yang waktu itu belum melebihi usia tujuh belas tahun, tampak sebagai salah seorang pahlawan </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>yang </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">namanya terlukis sepanjang masa &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Dalam pertempuran di Afrika sendiri, Kaum Muslimin yang jumlahnya hanya duapuluh ribu sang tentara, pernah menghadapi musuh yang berkekuatan sebanyak seratus duapuluh ribu orang. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pertempuran berkecamuk, dan pihak </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>Islam </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">terancam bahaya besar! Abdullah bin Zubeir melayangkan pandangannya meninjau kekuatan musuh hingga segeralah diketahuinya di mana letak kekuatan mereka. Sumber kekuatan itu tidak lain dari raja Barbar yang menjadi panglima tentaranya sendiri. Tak putus-putusnya raja itu berseru terhadap tentaranya dan membangkitkan semangat mereka dengan cara istimewa yang mendorong mereka untuk menerjuni maut tanpa rasa takut &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah maklum bahwa pasukan yang gagah perkasa ini tak mungkin ditaklukkan kecuali dengan jatunya panglima yang menakutkan ini. Tetapi betapa caranya untuk menemuinya, padahal untuk sampai kepadanya terhalang oleh tembok kukuh dari tentara musuh yang bertempur laksana angin puyuh &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tetapi semangat dan keberanian Ibnu Zubeir tak perlu diragukan lagi untuk selama-lamanya&#8230; ! Dipanggilnya sebagian kawan-kawannya, lalu katanya: &#8220;Lindungi punggungku dan mari menyerbu bersamaku&#8230; !&#8221; Dan tak ubah bagai anak panah lepas dari busurnya, dibelahnya barisan yang berlapis itu menuju raja musuh, dan demi sampai di hadapannya, dipukulnya sekali pukul, hingga raja itu jatuh tersungkur. Kemudian secepatnya bersama kawan-kawannya, ia mengepung tentara yang berada di sekeiiling raja dan menghancurkan mereka &#8230;,lalu dikuman dangkannya Allahu Akbar&#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Demi Kaum Muslimin melihat bendera mereka berkibar di sana, yakni di tempat panglima Barbar berdiri menyampaikan perintah dan mengatur siasat, tahulah mereka bahwa kemenangan telah tercapai. Maka seolah-olah satu orang jua, mereka menyerbu ke muka, dan segala sesuatu-pun berakhir dengan keuntungan di pihak Muslimin &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah bin Abi Sarah, panglima tentara Islam, mengetahui peranan penting yang telah diiakukan oleh Ibnu Zubeir. Maka sebagai imbalannya disuruhnya ia menyampaikan sendiri berita kemenangan itu ke Madinah terutama kepada khalifah Utsman bin Affan&#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Hanya kepahlawanannya dalam medan perang bagaimana juga unggul dan luar biasanya, tetapi itu tersembunyi di balik ketekunannya dalam beribadah &#8230;.Maka orang yang mempunyai tidak hanya satu dua alasan untuk berbangga dan menyombongkan dirinya ini akan menakjubkan kita karena selalu ditemukan dalam lingkungan orang-orang shaleh dan rajin beribadat. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Maka balk derajat maupun kemudaannya, kedudukan atau harta bendanya, keberanian atau kekuatannya, semua itu tidak mampu untuk menghalangi Abdullah bin Zubeir untuk menjadi seorang laki-laki &#8216;abid yang berpuasa di siang hari, bangun malam beribadat kepada Allah dengan hati yang khusu&#8217; niat yang suci. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pada suatu hari Umar bin Abdul Aziz mengatakan kepada Ibnu Abi Mulaikah: &#8220;Cobalah ceritakan kepada kami kepribadian Abdullah bin Zubeir!&#8221; Maka ujarnya:  &#8220;Demi Allah! Tak pernah kulihat Jiwa yang tersusun dalam rongga tubuhnya itu seperti jiwanya! Ia tekun melakukan shalat, dan mengakhiri segala sesuatu dengannya. &#8230; Ia ruku&#8217; dan sujud sedemikian rupa, hingga karena amat lamanya, maka burung-burung gereja yang bertengger di atas bahunya atau punggungnya, menyangkanya dinding tembok atau kain yang tergantung. Dan pernah peluru meriam batu lewat antara janggut dan dadanya sementara ia shalat, tetapi demi Allah, ia tidak peduli dan tidak goncang, tidak pula memutus bacaan atau mempercepat waktu ruku&#8217; nya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Memang, berita-berita sebenamya yang diceritakan orang tentang ibadat Ibnu Zubeir, hampir merupakan dongeng. Maka di dalam shaum dan shalat, dalam menunaikan haji dan serta zakat, ketinggian cita serta kemuliaan diri dalam bertenggang di waktu malam &#8211; sepanjang hayatnya &#8211; untuk bersujud dan beribadat, dalam menahan lapar di waktu siang, &#8211; juga sepanjang usianya &#8211; untuk shaum dan jihadun nafs &#8230;, dan dalam keimanannya yang teguh kepada Allah &#8230;dalam semua itu ia adalah tokoh satu-satunya tak ada duanya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Pada suatu kali Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu  ditanyai orang mengenai Ibnu Zubeir. Maka walaupun di antara kedua orang ini terdapat perselisihan paham, Ibnu Abbas berkata:  &#8220;Ia adalah seorang pembaca Kitabullah, dan pengikut sunnah Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wasallam, tekun beribadat kepada-Nya dan shaum di siang hari karena takut kepada-Nya.. · Seorang putera dari pembela Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam, dan ibunya ialah Asma puteri Shiddiq, sementara mak-tuanya ialah Khadijah istri dari Rasululiah shallallahu &#8216;alaihi wasallam.  Maka tak ada seorang pun sedang membicarakan khalifah yang telah pergi berlalu bernama Utsman bin Affan radhiyallahu &#8216;anhu, tanpa mengindahkan tata-tertib kesopanan dan tidak didasari oleh kesadaran, mereka dicelanya, katanya:  &#8220;Demi Allah, aku tak sudi meminta bantuan dalam menghadapi musuhku kepada orang-orang yang membenci Utsman &#8221;~ Pada saat itu ia sangat memerlukan bantuan, tak ubah bagai seorang yang tenggelam membutuhkan pertolongan, tetap uluran tangan orang tersebut ditolaknya Keterbukaannya terhadap diri pribadi serta kesetiaannya terhadap aqidah dan prinsipnya, menyebabkannya tidak peduli kehilangan duaratus orang pemanah termahir yang Agama mereka tidak dipercayai dan berkenan di hatinya! Padahal waktu itu ia sedang berada dalam peperangan yang akan menentukan hidup matinya, dan kemungkinan besar akan berubah arah, seandainya pemanah-pemanah ahli itu tetap berada di sampingnya.,,.! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian pembangkangannya terhadap Mu&#8217;awiyah dan puteranya Yazid sungguh-sungguh merupakan kepahlawanan! Menurut pandangannya, Yazid bin Mu&#8217;awiyah bin Abi Sufyan itu adalah laki-laki yang terakhir kali dapat menjadi khalifah Muslimin, seandainya memang dapat &#8230; ! Pandangannya ini memang beralasan, karena dalam soal apa pun juga, Yazid tidak becus! Tidak satu pun kebaikan dapat menghapus dosa-dosanya yang diceritakan sejarah kepada kita, maka betapa Ibnu Zubeir akan mau bai&#8217;at kepadanya, ? </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata-kata penolakannya terhadap Mu&#8217;awiyah selagi ia masih hidup amat keras dan tegas. Dan apa pula katanya kepada Yazid yang telah naik menjadi khalifah dan mengirim utusannya kepada Ibnu Zubeir mengancamnya dengan nasib jelek apabila ia tidak membai&#8217;at pada Yazid &#8230; ? Ketika itu Ibnu Zubeir memberikan jawabannya:  &#8220;Kapan pun, aku tidak akan bai&#8217;at kepada si pemabok &#8230; !&#8221; kemudian katanya berpantun :  &#8220;Terhadap hal bathil tiada tempat berlunak lembut kecuali bila geraham dapat mengunyah batu menjadi lembut &#8220;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ibnu Zubeir tetap menjadi Amirul Mu&#8217;minin dengan mengambil Mekah al-Mukarramah sebagai ibu kota pemerintahan dan membentangkan kekuasaannya terhadap Hijaz, Yaman, Bashrah, Kufah, Khurasan dan seluruh Syria kecuali Damsyik, setelah ia mendapat bai&#8217;at dari seluruh warga kota-kota daerah tersebut di atas. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tetapi orang-orang Banu Umaiyah tidak senang diam dan berhati puas sebelum menjatuhkannya, maka mereka melancarkan serangan yang bertubi-tubi, yang sebagian besar di antaranya berakhir dengan kekalahan dan kegagalan. Hingga akhirnya datanglah masa pemerilitahan Abdul Malik bin Marwan yang untuk menyerang Abdullah di Mekah itu memilih salah seorang anak manusia yang paling celaka dan paling merajalela dengan kekejaman dan kebuasannya &#8230; ! Itulah dia Hajjaj ats-Tsaqafi, yang mengenai pribadinya, Umar bin Abdul Aziz, Imam yang adil itu pernah berkata:  &#8220;Andainya setiap ummat datang dengan membawa kesalahan masing-masing, sedang kami hanya datang dengan kesalahan Hajjaj seorang saja, maka akan lebih berat lagi kesalahan kami dari mereka semua&#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Dengan mengerahkan anak buah dan orang-orang upahannya, Hajjaj datang memerangi Mekah ibukota Ibnu Zubeir. Dikepungnya kota itu serta penduduknya, selama lebih kurang enam bulan dan dihalanginya mereka mendapat makanan dan air, dengan harapan agar mereka meninggalkan Ibnu Zubeir sebatang kara, tanpa tentara dan sanak saudara. Dan karena tekanan bahaya kelaparan itu banyaklah yang menyerahkan diri, hingga Ibnu Zubeir mendapatkan dirinya tidak berteman atau kira-kira demikian &#8230;. Dan walaupun kesempatan untuk meloloskan diri dan menyelamatkan nyawanya masih terbuka, tetapi Ibnu Zubeir memutuskan akan memikul tanggung jawabnya sampai titik terakhir. Maka ia terus menghadapi serangan tentara Hajjaj itu dengan keberanian yang tak dapat dilukiskan, padahal ketika itu usianya telah mencapai tujuh puluh tahun Dan tidaklah dapat kita melihat gambaran sesungguhnya dari pendirian yang luar biasa ini, kecuali jika kita mendengar percakapan yang berlangsung antara Abdullah dengan ibunya yang agung dan mulia itu, Asma&#8217; binti Abu Bakar, yakni di saat-saat yang akhir dari kehidupannya. Ditemuinya ibunya itu dan dipaparkannya di hadapannya suasana ketika itu secara terperinci, begitupun mengenai akhir kesudahan yang sudah nyata tak dapat dielakkan lagi &#8230;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata &#8216;Asma&#8217; kepadanya:  &#8220;Anakku, engkau tentu lebih tahu tentang dirimu! Apabila menurut keyakinanmu, engkau berada di jalan yang benar dan berseru untuk mencapai kebenaran itu, maka shabar dan tawakallah dalam melaksanakan tugas itu sampai titik darah penghabisan. Tiada kata menyerah dalam kamus perjuangan melawan kebuasan budak-budak Bani Umaiyah &#8230; ! Tetapi  kalau menurut pikiranmu, engkau hanya mengharapkan dunia, maka engkau adalah seburuk-buruk hamba, engkau  celakakan dirimu sendiri serta orang-orang yang tewas bersamamu!&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Ujar Abdullah: &#8220;Demi Allah, wahai bunda! Tidaklah ananda mengharapkan dunia atau ingin hendak mendapatkannya&#8230; ! Dan sekali-kali tidaklah anakanda berlaku aniaya dalam hukum Allah, berbuat curang atau melanggar batas &#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kata Asma&#8217; pula: &#8211; &#8216;Aku memohon kepada Allah semoga ketabahan hatiku menjadi kebaikan bagi dirimu, baik engkau mendahuluiku menghadap Allah maupun aku. Ya Allah, semoga ibadahnya sepanjang malam, shaum sepanjang siang dan bakti kepada kedua orang tuanya, Engkau terima disertai cucuran Rahmat-Mu. Ya Allah, aku serahkan segala sesuatu tentang dirinya kepada kekuasaan-Mu, dan aku rela menerima keputusan-Mu. Ya Allah berilah aku pahala atas segala perbuatan Abdullah bin Zubeir ini, pahalanya orang-orang yang shabar dan bersyukur &#8230; !&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian mereka pun berpelukan menyatakan perpisahan dan selamat tinggal.. Dan beberapa saat kemudian, Abdullah bin Zubeir terlibat dalam pertempuran sengit yang tak seimbang, hingga syahid agung itu akhirnya menerima pukulan maut yang menewaskannya. Peristiwa itu menjadikan Hajjaj kuasa Abdul Malik bin Marwan berkesempatan melaksanakan kebuasan dan dendam kesumatnya, hingga tak ada jenis kebiadaban yang lebih keji kecuali dengan menyalib tubuh syahid suci yang telah beku dan kaku itu. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Bundanya, wanita tua yang ketika itu telah berusia sembilan puluh tujuh tahun, berdiri memperhatikan puteranya yang disalib. Dan bagaikan sebuah gunung yang tinggi, ia tegak menghadap ke arahnya tanpa bergerak. Sementara itu Hajjaj datang menghampirinya dengan lemah lembut dan berhina diri, katanya:  &#8220;Wahai ibu, Amirui Mu&#8217;minin Abdulmalik bin Marwan memberiku wasiat agar memperlakukan ibu dengan balk &#8230; !&#8221; &#8220;Maka adakah kiranya keperluan ibu   ?.  Bagaikan  berteriak dengan suara berwibawa wanita itu berkata: &#8220;Aku ini bukanlah ibumu &#8230; ! Aku adalah ibu dari orang yang disalib pada tiang karapan ..! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tiada sesuatu pun yang kuperlukan daripadamu. Hanya aku akan menyampaikan kepadamu sebuah Hadits yang kudengar dari Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wasallam sabdanya: </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>&#8220;Akan muncul dari Tsaqif seorang pembohong dan seorang durjana </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">&#8230;! </span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em>Adapun si pembohong telah sama-sama kita hetahui &#8230;.!Adapun si durjana, sepengetahuanku hanyalah hamu </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">I&#8221; </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Abdullah bin Umar radhiyallahu &#8216;anhu  datang menghiburnya dan mengajak- nya bershabar. Maka jawabnya: &#8212; &#8220;Kenapa pula aku tidak akan shahar, padahal kepala Yahya bin Zakaria sendiri telah diserahkan kepada salah seorang durjana dari durjana-durjana Bani Isra&#8217;il !&#8221;. </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Oh, alangkah agungnya anda, wahai puteri Abu Bakar Shiddiq radhiyallahu &#8216;anhu &#8230; ! Memang, adakah lagi kata-kata yang lebih tepat diucapkan selain itu kepada (,rang-orang yang telah memisahkan kepala Ibnu Zubeir dari tubuhnya sebelum mereka menyalibnya ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Tidak salah! Seandainya kepala Ibnu Zubeir telah diberikan sebagai hadiah bagi Hajjaj dan Abdul Malik, maka kepala Nabi yang mulia yakni Yahya &#8216;alaihissalam dulu juga telah diberikan sebagai hadiah bagi Salome, seorang wanita yang durjana dan</span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;"><em> </em></span></span><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">hina dari Bani Israil &#8230; ! Sungguh, suatu tamsil yang tepat dan kata-kata yang jitu &#8230; ! </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Kemudian mungkinkah kiranya bagi Ahdullah bin Zubeir akan melanjutkan hidupnya di bawah tingkat yang amat tinggi dari keluhuran, keutamaan dan kepahlawanan ini, sedang yang menyusukannya ialah wanita yang demikian corak bentuk-nya </span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;"><span style="color:#0033cc;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><span style="font-size:xx-small;">Salam kiranya terlimpah atas Abdullah &#8230; ! Dan kiranya terlimpah pula atas Asma&#8217;&#8230;!<br />
Salam bagi kedua mereka di lingkungan syuhada yang tidak pernah fana&#8230; !<br />
Dan di lingkungan orang-orang utama lagi bertaqwa.</span></span></span></p>
<p style="margin-top:.49cm;margin-bottom:.49cm;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=93&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/19/abdullah-bin-zubeirseorang-tokoh-syahid-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khalifah Gila?</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:47:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat Nabi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/</guid>
		<description><![CDATA[Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali kerana Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.
Dulu Umar sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=89&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali kerana Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukkan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.<span id="more-89"></span></p>
<p>Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan sholat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lain yang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahawa Umar bin Kaththab sudah gila?</p>
<p>Abdurrahman bin Auf, sebagai salah seorang sahabat Umar yang paling akrab, merasa tersinggung dan sangat murung mendengar tuduhan itu. Apalagi, hampir semua rakyat Madinah telah sepakat menganggap Umar betul-betul sinting. Dan, sudah tentu, orang sinting tidak layak lagi memimpin umat atau negara.</p>
<p>Yang lebih mengejutkan rakyat, pada waktu melakukan sholat Jumaat yang lalu, ketika sedang berada di mimbar untuk membacakan khutbahnya, sekonyong-konyong Umar berseru, &#8220;Hai sariah, hai tentaraku. Bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221; Jemaah pun geger. Sebab ucapan tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan isi khutbah yang disampaikan. &#8220;Wah, khalifah kita benar-benar sudah gila,&#8221; gumam rakyat Madinah yang menjadi makmum sholat Jumat hari itu.</p>
<p>Tetapi Abdurrahman tidak mahu bertindak gegabah, ia harus tahu betul, apa sebabnya Umar berbuat begitu. Maka didatanginya Umar, dan ditanyainya, &#8220;Wahai Amirul Mukminin. Mengapa engkau berseru-seru di sela-sela khutbah engkau seraya pandangan engkau menatap kejauhan?&#8221; Umar dengan tenang menjelaskan, &#8220;Begini, sahabatku. Beberapa pekan yang lewat aku mengirimkan Suriah, pasukan tentara yang tidak kupimpin langsung, untuk membasmi kaum pengacau. Tatkala aku sedang berkhutbah, kulihat pasukan itu dikepung musuh dari segala penjuru. Kulihat pula satu-satunya benteng untuk mempertahankan diri adalah sebuah bukit dibelakang mereka. Maka aku berseru: bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221;</p>
<p>Setengah tidak percaya, Abdurrahman megerutkan kening. &#8220;Lalu, mengapa engkau dulu sering menangis dan tertawa sendirian selesai melaksanakan sholat fardhu?&#8221; tanya Abdurrahman pula. Umar menjawab, &#8220;Aku menangis kalau teringat kebiadabanku sebelum Islam. Aku pernah menguburkan anak perempuanku hidup-hidup. Dan aku tertawa jika teringat akan kebodohanku. Kubuat patung dari tepung gandum dan kusembah-sembah seperti Tuhan, bila ku lapar ku makan &#8216;Tuhan&#8217; ku itu&#8221;.</p>
<p>Abdurrahman lantas mengundurkan diri dari hadapan Khalifah Umar. Ia belum boleh menilai, sejauh mana kebenaran ucapan Umar tadi. Ataukah hal itu justru lebih membuktikan ketidakwarasannya sehingga jawabannya pun kacau balau? Masak ia dapat melihat pasukannya yang terpisah amat jauh dari masjid tempatnya berkhutbah?</p>
<p>Akhirnya, bukti itupun datang tanpa dimintanya. Iaitu manakala sariah yang kirimkan Umar tersebut telah kembali ke Madinah. Wajah mereka berbinar-binar meskipun nyata sekali tanda-tanda kelelahan dan bekas-bekas luka yang diderita mereka. Mereka datang membawa kemenangan.</p>
<p>Komandor pasukan itu, pada hari berikutnya, bercerita kepada masyarakat Madinah tentang dasyatnya peperangan yang dialami mereka. &#8220;Kami dikepung oleh tentara musuh, tanpa harapan akan dapat meloloskan diri dengan selamat. Lawan secara beringas menghentam kami dari berbagai penjuru. Kami sudah luluh lantak. Kekuatan kami nyaris terkuras habis. Sampai tibalah saat sholat Jumat yang seharusnya kami kerjakan. Persis kala itu, kami mendengar sebuah seruan ghaib yang tajam dan tegas: &#8220;Bukit itu, bukit itu, bukit itu!&#8221; Tiga kali seruan tersebut diulang-diulang sehingga kami tahu maksudnya. Serta-merta kami pun mundur ke lereng bukit. Dan kami jadikan bukit itu sebagai pelindung di bagian belakang. Dengan demikian kami dapat menghadapi serangn tentara lawan dari satu arah, yakni dari depan. Itulah awal kejayaan kami.&#8221;</p>
<p>Abdurrahman mengangguk-anggukkan kepala dengan takjub. Begitu pula masyarakat yang tadinya menuduh Umar telah berubah ingatan. Abdurrahman kemudian berkata, &#8220;Biarlah Umar dengan kelakuannya yang terkadang menyalahi adat. Sebab ia dapat melihat sesuatu yang indera kita tidak mampu melihatnya&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=89&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/khalifah-gila/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu Hurairah radhiallahu &#8216;anhu</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 10:05:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN  PADA MASA WAHYU
Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan… 
Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=78&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;color:#cc0000;">OTAKNYA MENJADI GUDANG PERBENDAHARAAN  PADA MASA WAHYU</span><span style="font-size:9pt;font-family:Verdana;"></span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Memang benar, bahwa kepintaran manusia itu mempunyai akibat yang merugikan dirinya sendiri. Dan orang-orang yang mempunyai bakat-bakat istimewa, banyak yang harus membayar mahal, justru pada waktu ia patut menerima ganjaran dan penghargaan… </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Shahabat mulia Abu Hurairah termasuk salah seorang dari mereka…….Sungguh dia mempunyai bakat luar biasa dalam kemampuan dan kekuatan ingatan …..Abu Hurairah r.a. mempunyai kelebihan dalam seni menangkap apa yang didengarnya, sedang ingatannya mempunyai keistimewaan dalam segi menghafal dan menyimpan…. Didengarya, ditampungnya lalu terpatri  dalam  ingatannya  hingga dihafalkannya,  hampir tak pemah ia melupakan satu kata atau satu huruf pun dari apa yang telah didengarnya, sekalipun usia bertambah dan masa pun telah berganti-ganti. Oleh karena itulah, ia telah mewakafkan hidupnya untuk lebih banyak mendampingi Rasulullah sehingga termasuk yang terbanyak menerima dan menghafal Hadits, serta eriwayatkannya. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Sewaktu datang masa pemalsu-pemalsu hadits yang dengan sengaja membikin hadits-hadits bohong dan palsu, seolah-olah berasal dari Rasulullah saw. mereka memperalat nama Abu Hurairah dan menyalahgunakan ketenararnya dalam meriwayatkan Hadits dari Nabi saw., hingga sering mereka mengeluarkan sebuah &#8220;hadits&#8221;, dengan menggunakan kata-kata: &#8212; &#8220;Berkata Abu Hurairah&#8230; &#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Dengan perbuatan ini hampir-hampir mereka menyebabkan ketenaran Abu Hurairah dan kedudukannya selaku penyampai Hadits dari Nabi saw.  menjadi lamunan keragu-raguan dan tanda tanya, kalaulah tidak ada usaha dengan susah payah dan ketekunan yang luar biasa, serta banyak waktu yang telah di habiskan oleh tokoh-tokoh utama para ulama Hadits yang telah membaktikan hidup mereka untuk berhidmat kepada Hadits Nabi dan menyingkirkan setiap tambahan yang dimasukkan ke dalamnya:&#8217;) </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Di sana Abu Hurairah berhasil lolos dari jaringan kepalsuan dan penambahan-penambahan yang sengaja hendak diselundupkan oleh kaum perusak ke dalam Islam, dengan mengkambing hitamkan Abu Hurairah dan membebankan dosa dan kejahatan mereka kepadanya…… </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">****** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Setiap anda mendengar muballigh atau penceramah atau khatib Jum&#8217;at mengatakan kalimat yang mengesankan dari Abu Hurairah r.a berkata ia, telah bersabda Rasulullah saw …&#8230;&#8221; Saya katakan ketika andamendengar nama ini dalam rangkaian kata tersebut, dan ketika anda banyak menjumpainya, yah banyak sekali dalam kitab-kitab Hadits, sirah, fiqih serta kitab-kitab Agama pada umumnya, maka diketahuilah bahwa anda sedang menemui suatu pribadi, antara sekian banyak pribadi yang paling gemar bergaul dengan Rasulullah dan mendengarkan sabdanya…..Karena itulah perbendaharaannya yang menakjubkan dalam hal Hadits dan pengarahan-pengarahan penuh hikmat yang dihafalkannya dari Nabi·saw. jarang diperoleh bandingannya &#8230; Dan dengan bakat pemberian Tuhan yang dipunyainya beserta perbendaharaan Hadits tersebut, Abu Hurairah merupakan salah seorang  paling mampu membawa anda ke hari-hari  kehidupan Rasulullah saw beserta para sahabatnya dan membawa anda berkeliling, asal anda beriman teguh dan berjiwa siaga, mengitari pelosok dan berbagai ufuk yang membuktikan kehebatan Muhammad saw. beserta shahabat-shahabatnya itu dan memberikan makna kepada kehidupan ini dan memimpinnya ke arah kesadaran dan pikiran sehat. Dan bila garis-garis yang anda hadapi ini telah menggerakkan kerinduan anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Abu Hurairah dan mendengarkan beritanya, maka silakan anda memenuhi keinginan anda tersebut…… </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ia adalah salah seorang yang menerima pantulan revolusi Islam, dengan segala perubahan mengagumkan yang diciptakannya. Dari orang upahan menjadi induk semang atau majikan….. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Dari seorang yang terlunta-lunta di tengah-tengah lautan manusia, menjadi imam dan ikutan …. ! Dan dari seorang yang sujud di hadapan batu-batu yang disusun, menjadi orang yang beriman kepada Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa …. Inilah dia sekarang bercerita dan berkata: &#8211; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">&#8220;Aku dibesarkan dalam keadaan yatim, dan pergi hijrah dalam keadaan miskin &#8230;. Aku menerima upah sebagai pembantu pada Busrah binti Ghazwan demi untuk mengisi perutku · · ! Akulah yang melayani keluarga itu bila mereka sedang menetap dan menuntun binatang tunggangannya bila sedang bepergian &#8230;. Sekarang inilah aku, Allah telah menikahkanku dengan putri Busrah, maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Agama ini tiang penegak, dan menjadikan Abu Hurairah ikutan ummat…..!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">***** * </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ia datang kepada Nabi saw di tahun yang ke tujuh Hijrah sewaktu beliau berada di Khaibar ia memeluk Islam karena dorongan kecintaan dan kerinduan …. Dan semenjak ia bertemu dengan Nabi Saw; dan berbai&#8217;at kepadanya, hampir-hampir ia tidak berpisah lagi daripadanya kecuali pada saat-saat waktu tidur &#8230;. Begitulah berjalan selama masa empat tahun yang dilaluinya bersama Rasulullah saw. yakni sejak ia masuk islam sampai wafatnya Nabi, pergi ke sisi Yang Maha Tinggi. Kita katakan: &#8220;Waktu yang empat tahun itu tak ubahnya bagai suatu usia manusia yang panjang lebar, penuh dengan segala yang baik, dari perkataan, sampai kepada perbuatan dan pendengaran&#8230; !&#8217; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">***** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Dengan fitrahnya yang kuat, Abu Hurairah mendapat kesempatan yang besar yang memungkinkannya untuk memainkan peranan penting dalam berbakti kepada Agama Allah. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Pahlawan perang dikalangan shahabat, banyak&#8230;.<br />
Ahli fiqih, juru da&#8217;wah dan para guru juga tidak sedikit &#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Tetapi lingkungan dan masyarakat memerlukan tulisan dan penulis. Di masa itu golongan manusia pada umumnya,jadi bukan hanya terbatas pada bangsa Arab saja, tidak mementingkan tulis menulis. Dan tulis menulis itu belum Lagi merupakan bukti kemajuan di masyarakat manapun. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Bahkan Eropah sendiri juga demikian keadaannya sejak kurun waktu yang belum lama ini. Kebanyakan dari raja-rajnya, tidak terkecuali Charlemagne sebagai tokoh utamanya, adalah orang-orang yang buta huruf, tak tahu tulis baca, padahal menurut ukuran masa itu, mereka memiIiki kecerdasan dan kemampuan besar&#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">***** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Kembali kita pada pembicaraan bermula untuk melihat Abu Hurairah, baganana ia dengan fitrahnya dapat menyelami kebutuhan masyarakat baru yang dibangun oleh Islam, yaitu kebutuhan akan orang-orang yang dapat melihat dan memelihara peninggalan dan ajaran-ajarannya. Pada waktu itu memang para shahabat yang mampu menulis, tetapi jumlah mereka sedikit sekali, apalagi sebagiannya tak mempunyai kesempatan untuk mencatat Hadits-hadits yang diucapkan oleh Rasul. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Sebenamya Abu Hurairah bukanlah seorang penulis, ia hanya seorang ahli hafal yang mahir, di samping memiliki kesempata atau mampu mengadakan kesempatan yang diperlukan itu, karena ia tak punya tanah yang akan digarap, dan tidak punya perniagaan yang akan diurus&#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ia pun menyadari bahwa dirinya termasuk orang yang masuk Islam belakangan, maka ia bertekad untuk mengejar ketinggalannya, dengan cara mengikuti Rasul terus menerus dan secara tetap menyertai majlisnya .. Kemudian disadarinya pula adanya bakat pemberian Allah ini pada dirinya, berupa daya ingatannya yang luas dan kuat, serta semakin bertambah kuat, tajam dan luas lagi dengan do&#8217;a Rasul &#8220;&#8221;·, agar pemilik bakat ini diberi Allah berkat. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ia menyiapkan dirinya dan menggunakan bakat dan kemampuan karunia Ilahi untuk memikul tanggung jawab dan memelihara peninggalan yang sangat penting ini dan mewariskannya kepada generasi kemudian &#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">**** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Abu Hurairah bukan tegolong dalam barisan penulis, tetapi sebagaimana telah kita utarakan, ia adalahseorang yang terampil menghafal lagi kuat ingatan &#8230;. Karena ia tak punya tanah yang akan ditanami atau perniagaan yang akan menyibukkannya, ia tidak berpisah hengan Rasul, baik dalam perjalanan maupun di kala menetap&#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Begitulah  ia  mempermahir  dirinya dan ketajaman daya ingatnya untuk menghafal Hadits-hadits Rasulullah saw dan pengarahannya. Sewaktu Rasul telah pulang ke Rafikul&#8217;Ala (wafat), Abu Hurairah terus-menerus menyampaikan Hadits hadits, yang menyebabkan sebagian shahabatnya merasa heran sambil bertanya-tanya di dalam hati, dari mana datangnya hadits-hadits ini, kapan didengarya dan diendapkannya dalam ingatannya &#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Abu Hurairah telah memberikan penjelasan untuk menghilangkan kecurigaan ini, dan menghapus keragu-raguan yang menulari putra shahabatnya, maka katanya: &#8220;Tuan-tuan telah mengatakan bahwa Abu Hurairah banyak sekali mengeluarkan Hadits dari Nabi saw&#8230;. Dan tuan-tuan katakan pula orang-orang Muhajirin yang lebih dahulu daripadanya masuk Islam, tak ada menceritakan hadits-hadits itu…..? Ketahuilah, bahwa shahabat-sahahabatku orang-orang Muhajirin itu, sibuk dengan perdagangan mereka di pasar-pasar, sedang shahabat-shahabatku orang-orang Anshar sibuk degan tanah pertanian mereka…..Sedang  aku adalah seorang miskin, yang paling banyak menyertai majlis Rasulullah, maka aku hadir sewaktu yang lain absen &#8230;dan aku selalu ingat seandainya mereka lupa karena kesibukan&#8230; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Dan Nabi saw. pernah berbicara kepada kami di suatu hari, kata beliau: </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">&#8220;Siapa yang membentangkan sorbannya hingga selesai pembicraanku, kemudian ia meraihnya ke dirinya, maka ia takkan  terlupa  akan suatu pun dari apa yang  telah didengarya dari padaku,.. !&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Maka kuhamparkan kainku, lalu beliau berbicara kepadaku, kemudian kuraih kain itu ke diriku, dan demi Allah, tak ada suatu pun yang terlupa bagiku dari apa yang telah kudengar daripadanya &#8230; ! Demi Allah kalau tidaklah karena adanya ayat di dalam Kitabullah niscaya tidak akan kukabarkan kepada kalian sedikit jua pun! Ayat itu ialah: </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah kami turunkan berupa keterangan-keterangan dan petunjuk, sesudah Kami nyatakan kepada manusia di dalam Kitab mereka itulah yang dikutuk oleh Allah dan dikutuk oleh para pengutuk (Malaikat-malaikat) ….. !&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Demikianlah Abu Hurairah menjelaskan rahasia kenapa hanya ia seorang diri yang banyak mengeluarkan riwayat dari Rasulullah saw. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Yang pertama: karena ia melowongkan waktu untuk menyertai Nabi lebih banyak dari para shahabat lainnya.<br />
Kedua, karena ia memiliki daya ingatan yang kuat, yang telah diberi berkat oleh Rasul, hingga ia jadi semakin kuat&#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ketiga, ia menceritakannya bukan karena ia gemar bercerita, tetapi karena keyakinan bahwa menyebarluaskan hadits-hadits ini, merupakan tanggung jawabnya terhadap Agama dan hidupnya.  Kalau tidak dilakukannya berarti ia menyembunyikan kebaikan dan haq, dan termasuk orang yang lalai yang sudah tentu akan menerima hukuman kelalaiannya &#8230; ! </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Oleh sebab itulah ia harus saja memberitakan, tak suatupun yang menghalanginya dan tak seorang pun boleh melarangnya &#8230; hingga pada suatu hari Amirul Mu&#8217;minin Umar berkata kepadanya: &#8220;Hendaklah kamu hentikan menyampaikan berita dari  Rasulullah!  Bila tidak, maka akan  kukembalikan  kau ke tanah Daus&#8230; !&#8221; (yaitu tanah kaum dan keluarganya). </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Tetapi larangan ini tidaklah mengandung suatu tuduhan bagi Abu Hurairah, hanyalah sebagai pengukuhan  dari.suatu pandangan yang dianut oleh Umar, yaitu agar orang-orang Islam dalam jangka waktu tersebut, tidak membaca dan menghafalkan yang lain, kecuali al-quran sampai ia melekat dan mantap dalam hati sanubari dan pikiran…. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Al-quran adalah kitab suci Islam, Undang-undang Dasar dan kamus lengkapnya dan terlalu banyaknya&#8217; cerita tentang Rasulullah saw. teristimewa lagi pada tahun-tahun menyusul wafatnya Nabi saw., saat sedang dihimpunnya Al-Quran, dapat menyebabkan kesimpangsiuran dan campur-baur yang tidak berguna dan tak perlu terjadi &#8230; ! </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Oleh karena ini, Umar berpesan: &#8220;Sibukkanlah dirimu dengan Al-Quran karena dia adalah kalam Allah…&#8221;&#8216;·. Dan katanya lagi : &#8220;Kurangilah olehmu meriwayatkan perihal Rasulullah kecuali yang mengenai amal perbuatannya!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Dan sewaktu beliau mngutus Abu Musa al-Asy&#8217;ari ke Irak ia berpesan,kepadanya: &#8212; &#8216;Sesungguhnya anda akan mendatangi suatu kaum yang dalam mesjid mereka terdengar bacaan al-quran seperti suara lebah. maka biarkanlah seperti itu dan jangan anda binbangkan merek adengan hadits-hadits, dan aku menjadi pendukung anda dalam hal ini….!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Al-qur&#8217;an sudah dihimpun dengan jalan yang sangat cermat, hingga terjamin keasliannya tanpa dirembesi oleh hal-hal lainnya….. Adapun hadits, maka umar tidak dapat menjamin bebasnya dari pemalsuan atau perubahan atau diambilnya sebagai alat untuk mengada-ada terhadap Rasulullah SAW dan merugikan Agama Islam….. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Abu Hurairah menghargai pandangan Umar, tetapi ia juga percaya terhadap dirinya dan teguh memenuhi amanat, hingga ia tak hendak menyembunyikan suatu pun dari Hadits dan ilmu selama diyakininya bahwa menyembunyikannya adalah dosa dan kejahatan. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Demikianlah, setiap ada kesempatan untuk menumpahkan isi dadanya berupa Hadits yang pemah didengar dan ditangkapnya tetap saja disampaikan dan dikatakannya&#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">****** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Hanya terdapat pula suatu hal yang merisaukan, yang menimbulkan kesulitan bagi Abu Hurairah ini, karena seringnya ia bercerita dan banyaknya Haditsnya yaitu adanya tukang hadits yang lain yang menyebarkan Hadits-hadits dari Rasul saw. dengan menambah-nambah dan melebih-lebihkan hingga para shahabat tidak merasa puas terhadap sebagian besar dari Hadits-haditsnya. Orang itu namanya Ka&#8217;ab al-ahbaar, seorang Yahudi yang masuk Islam. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">***** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Pada suatu hari Marwan bin Hakam bermaksud menguji kemampuan menghafal dari Abu hurairah. Maka dipanggilnya ia dan dibawanya duduk bersamanya, lalu dimintanya untuk mengabarkan hadits-hadits  dari Rasusullah saw. Sementara itu disuruhnya penulisnya menuliskan apa yang diceritakan Abu Hurairah dari balik dinding. Sesudah berlalu satu tahun, dipanggilnya  Abu  Hurairah kembali dan dimintanya membacakan lagi Hadits-hadits yang dulu itu yang telah  ditulis sekretarisnya. Ternyata tak ada yang terlupa oleh Abu Hurairah walau agak sepatah kata pun ……..! </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Ia berkata tentang dirinya: &#8212; &#8220;Tak ada seorang pun dari sahabat-sahabat Rasul yang lebih banyak menghafal Hadits dari padaku, kecuali Abdullah bin &#8216;Amr bin &#8216;Ash, karena ia pandai menuliskannya sedang aku tidak ..; &#8220;. Dan Imam Syafi&#8217;i mengemukakan pula pendapatnya tentang Abu Hurairah: &#8212; &#8220;la seorang yang paling banyak hafal di antara seluruh perawi Hadits sesamanya&#8221;. Sementara Imam Bukhari menyatakan pula: &#8211;&#8221;Ada delapan  ratus orang atau lebih dari shahabat tabi&#8217;in dan ahli ilmu yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah&#8221;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Demikianlah Abu hurairah tak ubah bagai suatu perpustakaan besar yang telah ditaqdirkan kelestarian dan keabadiannya &#8230;. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Abu Wuiairah termasuk orang ahli ibadat yang mendekatkan diri kepada Allah, selalu melakukan ibadat bersama isterinya dan anak-anaknya semalam-malaman secara bergiliran; mula-mula ia berjaga sambil shalat sepertiga malam kemudian dilanjutkan oleh isterinya sepertiga malam dan sepertiganya lagi dimanfaatkan oleh puterinya&#8230; &#8221; Dengan demikian, tak ada satu saat pun yang berlalu setiap malam di rumah Abu Hurairah, melainkan berlangsung di sana ibadat, dzikir dan shalat! </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Karena keinginannya memusatkan perhatian untuk menyertai Rasul saw. ia pernah menderita kepedihan lapar yang jarang diderita orang lain. Dan pernah ia menceritakan kepada kita bagaimana rasa lapar telah menggigit-gigit perutnya, maka diikatkannya batu dengan surbannya ke perutnya dan ditekannnya ulu hatinya dengan kedua tangannya, lalu terjatuhlah ia di mesjid rambil menggeliat-geliat kesakitan hingga sebagian sahabat menyangkanya ayan, padahal sama sekali bukan .. .! </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Semenjak ia menganut Islam tak ada yang memberatkan dan menekan perasaan Abu Huraiiah dari berbagai persoalan hidupnya ini, kecuali satu masalah yang hampir menyebabkannya tak dapat memejamkan mata. Masalah itu ialah mengenai ibunya, karena waktu itu ia menolak untuk masuk Islam &#8230;. Bukan hanya sampai di sana saja, bahkan ia menyakitkan perasaannya dengan menjelek-jelekkan Rasulullah di depannya… </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Pada suatu hari ibunya itu kembali mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan bagi Abu Hurairah tentang Rasulullah saw., hingga ia tak dapat menahan tangisnya dikarenakan sedihnya, lalu ia pergi ke mesjid Rasul&#8230;.Marilah kita dengarkan ia menceritakan lanjutan berita kejadian itu sebagai berikut: </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Sambil menangis aku datang kepada Rasulullah, lalu kataku: &#8211;&#8221;Ya Rasulallah, aku telah meminta ibuku masuk islam, Ajaranku itu ditolaknya, dan hari ini aku pun baru saja, memintanya masuk Islam. Sebagai jawaban ia malah mengeluarkan kata-kata yang tak kusukai terhadap diri Anda. Karenanya mohon anda du&#8217;akan kepada Allah kiranya ibuku itu ditunjuki-Nya kepada Islam….&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Maka Rasulullah saw. berdu&#8217;a: &#8220;Ya Alloh tunjukkilah ibu Abu Hurairah!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Aku pun berlari mendapatkan ibuku untuk menyampaikan kabar gembira tentang du&#8217;a Rasulullah itu. Sewaktu sampai di muka pintu, kudapati pintu itu terkunci. Dari luar kedengaran hunyi gemercik air, dan suara ibu memanggilku: &#8220;Hai Abu Hurairah, tunggulah ditempatmu itu&#8230; !&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Di waktu ibu keluar ia memakai baju kurungnya, dan membalutkan selendangnya sambil mengucapkan: &#8220;Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan  &#8216;abduhu wa Rasuluh </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Aku pun segera berlari menemui Rasulullah raw. sambil menangis karena gembira, sebagaimana dahulu aku menangis karena berduka, dan kataku padanya: &#8220;Kusampaikan kabar suka ya Rasulallah, bahwa Allah telah mengabullkan du&#8217;a anda &#8230;, Allah telah menunjuki ibuku ke dalam islam &#8230; &#8220;. Kemudian kataku pula: &#8220;Ya Rasulallah, mohon anda du&#8217;akan kepada Allah, agar aku dan ibuku dikasihi oleh orang-orang Mu&#8217;min, baik laki-laki maupun perempuan!&#8221; Maka Rasul berdu&#8217;a: &#8220;Ya Allah,  mohon  engkau jadikan hambu-Mu  ini beserta ibunya dikasihi oleh sekalian orang-orang Mumin, laki-laki dan perempuan &#8230;!&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">***** </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Abu Hurairah hidup sebagai seorang ahli ibadah dan seorang mujahid &#8230; tak pernah ia ketinggalan dalam perang, dan tidak pula dari ibadat. Di zaman Umar bin Khatthab ia diangkat sebagai amir untuk daerah Bahrain, sedang Umar sebagaimana kita ketahui adalah seorang yang sangat keras dan teliti terhadap pejabat-pejabat yang diangkatnya.  Apabila ia mengangkat seseorang sedang ia mempunyai dua pasang pakaian maka sewaktu meninggalkan jabatannya nanti haruslah orang itu hanya mempunyai dua pasang pakaian juga…… malah lebih utama kalau ia hanya memiliki satu pasang saja! Apabila waktu meninggalkan jabatan itu terdapat tanda-tanda kekayaan, maka ia takkan luput dari interogasi Umar, sekalipun kekayaan itu berasal dari jalan halal yang dibolehkan syara&#8217;! Suatu dunia lain …. Yang diisi oleh Umar dengan hal-hal luar biasa dan mengagumkan… Rupanya sewaktu Abu Hurairah memangku jabatan sebagai kepala daerah Bahrain ia telah menyimpan harta yang berasal dari sumber yang halal. Hal ini diketahui oleh Umar, maka iapun dipanggilnya datang ke Madinah…&#8230;Dan mari kita dengarkan Abu Hurairah, memaparkan soal jawab ketus yang berlangsung antaranya dengan Amirul Mu&#8217;minin Umar: &#8212; Kata Umar: &#8211; &#8220;Hai musuh Allah dan musuh kitab-Nya, apa engkau telah  mencuri harta Allah?&#8217;· Jawabku;.  &#8220;Aku bukan musuh Allah dan tidak pula musuh kitab-Nya ._.hanya aku menjadi musuh orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah . . !&#8217;·- Dari mana,kau peroleh sepuluh ribu itu? &#8212; Kuda kepunyaanku beranak-pinak dan pemberian orang berdatangan &#8230;.   Kembalikan harta itu ke perbendaharaan negara (baitul maal)&#8230; ! </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Abu Hurairah menyerahkan hartanya itu kepada Umar, kemudian ia mengangkat tangannya ke arah langit sambil berdu&#8217;a: &#8220;Ya Allah, ampunilah Amirul Mu&#8217;minin </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Tak selang beberapa lamanya. Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru. Tapi ditolaknya dan dimintanya maaf  karena tak dapat menerimanya. Kata Umar kepadanya: &#8212; &#8220;Kenapa, apa sebabnya?&#8221; Jawab Abu Hurairah: &#8220;Agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas, punggungku tidak dipukul&#8230; !&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Kemudian katanya lagi: &#8220;Dan aku takut menghukum tanpa ilmu dan bicara tanpa belas kasih &#8230; !&#8221; </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Pada suatu hari sangatlah rindu Abu Hurairah hendak bertemu dengan Allah &#8230;. Selagi orang-orang yang mengunjunginya mendu&#8217;akannya cepat sembuh dari sakitnya, ia sendiri berulang-ulang memohan kepada Allah dengan berkata: &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku telah sangat rindu hendak bertemu dengan-Mu, </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Semoga Engkau pun demikian &#8230; !&#8221; Dalam usia 78 tahun, tahun yang ke-59 Hijriyah ia pun berpulang ke rahmatullah. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Di sekeliling orang-orang shaleh penghuni pandam pekuburan Baqi&#8217;, di tempat yang beroleh berkah, di sanalah jasadnya dibaringkan &#8230; ! Dan sementara orang-orang yang mengiringkan jenazahnya kembali dari pekuburan, mulut dan lidah mereka tiada henti-hentinya membaca Hadits yang disampaikan Abu Hurairah kepada mereka dari Rasul yang mulia…….. </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">Salah seorang di antara mereka yang baru masuk islam bertanya kepada temannya: &#8220;Kenapa syekh kita yang telah berpulang ini diberi gelar Abu Hurairah (bapak kucing)? Tentutemannya yang telah mengetahui akan menjawabnya: ·&#8217;Di waktu jahiliyah namanya dulu Abdu Syamsi, dan tatkala ia memeluk Islam, ia diberi nama oleh Rasul dengan Abdurrahman. Ia sangat penyayang kepada binatang dan mempunyai seekor kucing, yang </span></p>
<p><span style="font-size:7.5pt;font-family:Verdana;">selalu diberinya makan, digendongnya, dibersihkannya dan diberinya tempat. Kucing itu selalu menyertainya seolah-olah bayang bayangnya. Inilah sebabnya ia diheri gelar &#8220;Bapak Kucing&#8221;, moga-moga Allah ridla kepadanya dan menjadikannya ridla kepada Allah……..!</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=78&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/abu-hurairah-radhiallahu-anhu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saiyidina Ali Dengan Seorang Nasrani Tua</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/saiyidina-ali-dengan-seorang-nasrani-tua/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/saiyidina-ali-dengan-seorang-nasrani-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 10:37:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Generasi Pilihan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari Saiyidina Ali Karramallaha Wajhah tergesa-gesa untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid, Saiyidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat sedang berjalan dengan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita untuk menerangai jalan yang gelap gelita.
Saiyidina Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu kerana beliau tidak sanggup memintas orang tua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=48&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu hari Saiyidina Ali Karramallaha Wajhah tergesa-gesa untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid, Saiyidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat sedang berjalan dengan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita untuk menerangai jalan yang gelap gelita.</p>
<p>Saiyidina Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu kerana beliau tidak sanggup memintas orang tua itu sebagai menghormatinya. Apabila tiba di masjid, Saiyidina Ali bergegas masuk ke masjid untuk menunaikan solat subuh berjemaah bersama Rasulullah. Ketika Saiyidina Ali memasuki masjid di dapati Rasulullah sedang rukuk. Rukuk Rasulullah pada kali itu sungguh lama, tidak seperti biasa, seolah-olah menanti Saiyidina Ali turut serta solat berjemaah.</p>
<p>Setelah selesai solat subuh Saiyidina Ali bertanya kepada Rasulullah &#8221; Ya Rasulullah, kenapakah engkau memanjangkan rukuk pada kali ini, belum pernah engkau lakukan sebelum ini&#8221;. Jawab Rasulullah &#8221; Semasa aku sedang rukuk, dan ketika aku hendak iktidal, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan menekan belakangku. Setelah lama menekan barulah aku dapat iktidal&#8221;.</p>
<p>Mendengar jawapan Rasulullah, Saidin Ali menceritakan apa yang berlaku semasa perjalananya ke masjid tadi. Rupa-rupanya Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah supaya menanti Saiyidina Ali supaya dapat ikut serta solat subuh berjemaah. Ada juga diriwayatkan bahawa pada saat itu Allah telah memerintahkan Malaikat Mika&#8217;il supaya menahan kelajuan matahari agar Saiyidina Ali dapat solat subuh berjemaah bersama-sama Rasulullah kerana sikap Saiyidina Ali meredah diri dan menghormati orang tua Nasrani itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=48&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/saiyidina-ali-dengan-seorang-nasrani-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>