<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Tsaqafah Islamiyah</title>
	<atom:link href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/category/artikel/tsaqafah-islamiyah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	<description>Informasi KajianJurusan Teknik Mesin ITS</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Feb 2009 15:17:54 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ashshaffmesinits.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f0e1f5d52e95cf17aab88898c812d3a2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>.: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :. &#187; Tsaqafah Islamiyah</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ashshaffmesinits.wordpress.com/osd.xml" title=".: Lembaga Dakwah Ash-Shaff Teknik Mesin ITS :." />
		<item>
		<title>Benteng Pertahanan Kita (Umat Islam) Terancam dari Dalam</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/benteng-pertahanan-kita-umat-islam-terancam-dari-dalam/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/benteng-pertahanan-kita-umat-islam-terancam-dari-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 06:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Benteng Pertahanan Kita [Umat Islam] Terancam Dari Dalam Serta Masa-Masa Yang Menipu
Agar umat Islam tidak sadar dari pengaruh suntikan racun yang berisi bakteri  penyakit mematikan yang disuntikan kedalam tubuhnya, dan dalam rangka  menyesatkan, menggelapkannya serta menutupi kenyataan yang sebenarnya dari  pandangan mereka, maka para tokoh pimpinan orang-orang kafir membangun  produk-produk dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=97&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Benteng Pertahanan Kita [Umat Islam] Terancam Dari Dalam Serta Masa-Masa Yang Menipu</p>
<p align="justify">Agar umat Islam tidak sadar dari pengaruh suntikan racun yang berisi bakteri  penyakit mematikan yang disuntikan kedalam tubuhnya, dan dalam rangka  menyesatkan, menggelapkannya serta menutupi kenyataan yang sebenarnya dari  pandangan mereka, maka para tokoh pimpinan orang-orang kafir membangun  produk-produk dalam tubuh kaum muslimin. Hal ini dilakukan untuk mengokohkan  racun-racun dari dalam sehingga tidak nampak akibat jelek dari penyakit yang  berbahaya ini kecuali setelah jangka waktu yang sangat panjang dan pada saat itu  menyulitkan para dokter dan membuat kebingungan para cendekiawan (dalam  mengobatinya, -pent).<span id="more-97"></span></p>
<p>Produk-produk yang selalu dibesar-besarkan oleh  musuh Islam di telinga umat Islam dan membawa misi apa yang telah disuntikaan  kepadanya adalah para pemimpin yang mengajak kepada api nereka. Mereka berasal  dari bangsa kita, berbicara dengan bahasa kita dan mengaku punya kepedulian  terhadap umat dan beramal untuk membawa kemajuan kita.</p>
<p>Oleh karena itu,  sesungguhnya yang menanam bibit penyakit tersebut kedalam tubuh umat Islam  adalah anak-anak Islam sendiri. Akan tetapi Nabi yang penuh rahmat dan pemberi  petunjuk Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak membiarkan suatu kesamaranpun dalam  masalah ini. Beliau menjelaskannya dengan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala  dan bukan reka-reka darinya. Maka dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu  terdapat penafsiran kelompok orang-orang hasil didikan dan pembinaan langsung  para tokoh pemimpin kafir. Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam  bersabda.</p>
<p>&#8220;Artinya : Ya, para da&#8217;i yang mengajak ke pintu-pintu neraka  (Jahannam), barangsiapa yang menerima ajakan mereka, niscaya mereka jerumuskan  ke dalam neraka. Aku bertanya lagi : Wahai Rasulullah berilah tahu kami  sifat-sifat mereka ? Beliau menjawab : Mereka dari kaum kita dan berbicara  dengan bahasa kita&#8221;.</p>
<p>Ini adalah sifat pertama yang menjadi ciri-ciri  mereka yaitu mereka dari bangsa Arab baik secara nasab atau  bahasa.</p>
<p>Berkata Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Baari  13/36.</p>
<p>&#8220;Yaitu dari bangsa, berbahasa dan beragama seperti kita, dan ada  padanya isyarat bahwa mereka dari bangsa Arab, berkata Ad-Dawudi : &#8216;Yaitu dari  bani Adam, berkata Al-Qaabisi : maknanya secara lahiriyah berada di atas agama  kita akan tetapi mereka menyelisihi kita secara bathin karena kulit sesuatu  adalah permukaannya dan dia asalnya adalah selaput penutup tubuh. Dan ada yang  mengatakan bahwa yang dimaksud adalah Arab, adalah warna kulit mereka umumnya  sawo matang (kecoklat-coklatan) dan warna hanya tampak dari  kulitnya&#8221;.</p>
<p>Dan dalam riwayat lain.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan akan ada  dikalangan mereka orang-orang yang berhati syaithan dengan jasad manusia&#8221;  [Diriwayatkan oleh Muslim 12/236-237 An-Nawaawi]</p>
<p>Ini adalah sifat kedua  yang menjadi ciri-ciri mereka yaitu mereka menampakkan kepedulian atas umat,  kemaslahatan, kepemimpinan, kemerdekaan dan kemajuan &#8230; mereka menyenangkan  umat dengan lisan-lisan mereka, namun hati-hati mereka tidak menginginkan  kecuali melaksanakan apa yang telah mereka pelajari dan dapatkan dari pembinaan  majikan-majikan mereka dari kalangan orang-orang Salib dan Yahudi. Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman.</p>
<p>&#8220;Artinya : Orang-orang Yahudi dan Nashrani  tidak akan senang kepada kamu sehingga kamu mengikuti agama mereka&#8221; [ Al-Baqarah  : 120]</p>
<p>Inilah yang telah dirancang para majikan dari bangsa Eropa dan  Yahudi dan dilaksanakan oleh para budak dari orang rendahan umat ini yang  menjadi kuat di tanah air kita karena mereka telah tinggal menetap dan memakan  kekayaannya akan tetapi telah terdidik oleh pembinaan kelompok syaithan dan  tentara iblis yang telah mendidik mereka diatas doktrin-doktrin salibisme yang  membunuh. Sesungguhnya dia perlahan-lahan akan tetapi pasti berdaya  guna.</p>
<p>Dan inlilah yang telah diperintahkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala  dalam firman-Nya.</p>
<p>&#8220;Artinya : Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi  Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyrikin), padahal mereka memperoleh  kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap  kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan  mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang  fasik (tidak menepati perjanjian)&#8221; [At-Taubah : 8]</p>
<p>Dan firman Allah  Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan bila mereka berjumpa dengan  orang-orang yang beriman, mereka mengatakan : &#8216;Kami telah beriman&#8217;. Dan bila  mereka kembali kepada syaitah-syaithan mereka, mereka mengatakan : &#8216;Sesungguhnya  kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok&#8221; [Al-Baqarah :  14]</p>
<p>Demikianlah mereka menakut-nakuti bangsa dan umat dan ditaati serta  diserahkan kepada mereka tali kepemimpinan, karena umat ini telah menyimpang  dari Manhaj Ilahi. Merekapun menyeret umat Islam kedalam Api neraka dan  menginginkan agar umat menjadi penghuninya.</p>
<p>Mereka tidak pernah berhenti  berdakwah kepada kesesatan dan kemungkaran. Mereka mengadakan  pertemuan-pertemuan, partai-partai, muktamar-muktamar dan konperensi-konperensi,  oleh karena itu mereka disifati dengan nama du&#8217;at (para penyeru/  dai&#8217;-dai&#8217;).</p>
<p>Dan kata du&#8217;at dengan didhomahkan huruf dalnya adalah bentuk  jamak dari da&#8217;i yang bermakna jama&#8217;ah yang melaksanakan urusannya dan menyeru  manusia untuk menerimanya.[Lihat Aunul Ma'bud 11/317]</p>
<p>Peringatan dan  penegasan kenabian ini adalah isyarat telunjuk untuk orang-orang yang menderita  buta warna sehingga mereka menjadi terompet semata, yang mengulang apa yang  disampaikan kepadanya dari balik laut atau luar perbatasan !</p>
<p>Sesungguhnya  ia merupakan penggugah umat Islam agar merekan berhati-hati terhadap tipu daya  orang-orang kafir dan sadar lalu tidak mengikuti jalannya orang-orang  mujrimin.</p>
<p>Sesungguhnya kita telah mengetahui pengaruhnya dalam sejarah  kaum muslimin dan telah kita lihat kejelekannya di dunia manusia seluruhnya.  Adapun contoh-contohnya sangat banyak sekali dan itu turun temurun pada setiap  masa dan tempat.</p>
<p>Para du&#8217;at kepada kesesatan, sampai saat ini senantiasa  mengangkat propagandanya menyeru manusia ke neraka, semoga Allah melindungi kita  dari mereka.</p>
<p>Maka inilah para penyeru demokrasi berkampanye, inilah pula  tokoh-tokoh sosialis berkoar-koar, dan inilah mereka penyeru nasionalisme  berteriak-teriak, sementara orang-orang pun mengikuti mereka di  belakang.</p>
<p>Dan dengan demikian pembuat Dakhan adalah pendahulu para  penyeru kesesatan dan dengan ini juga jelaslah bahwa mata rantai persekongkolan  (konspirasi) terhadap Islam, pemeluk dan negaranya memiliki akar yang kuat dalam  sejarah Islam.</p>
<p>[3]. Masa-Masa Yang Menipu</p>
<p>Sesunguhnya laihiriyah  masa-masa ini baik, akan tetapi dibaliknya tersimpan kerusakan. Bukankah  Rasulullah telah mengatakan dalam hadits Hudzaifah Radhiyallahu &#8216;anhu yang  diriwayatkan oleh Muslim.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan akan ada dikalangan mereka  orang-orang yang berhati syaithan dengan jasad manusia&#8221;.</p>
<p>Ini terkadang  menipu kebanyakan manusia yang hanya memandang kepada lahiriyah sesuatu namun  pandangan terhadap hakikat sesuatu itu tertutup. Akibatnya, mereka tidak  memperhatikan sama sekali perbaikan kerusakan-kerusakan dari awal-awalnya  sehingga tidak membesar dan melebar sobekan pada kain  tambalan.</p>
<p>Sesunguhnnya Ad-Dakhan berkembang mematikan kebaikan sehingga  mengalahkannya lalu muncullah masa-masa yang penuh kejelekan dan permulaan  munculnya pada du&#8217;at kesesatan dan kelompok-kelompok sesat.</p>
<p>Sesungguhnya  para pembuat fitnah sangat bersemangat dalam beramal sedangkan orang-orang yang  berada dalam kebenaran lengah dan terlelap. Buktinya adalah, dakhan ini membesar  sampai mengalahkan kebenaran, menyerang kebenaran dan ahlinya,menyerahkan urusan  kepada selain ahlinya serta meletakkan kebenaran bukan pada  tempatnya.</p>
<p>Dari Abu Hurairah Radhiyallahu &#8216;anhu beliau berkata telah  bersabda Rasulullah.</p>
<p>&#8220;Artinya : Akan datang masa-masa yang menipu  dimana-mana para pendusta dibenarkan dan didustakan orang-orang yang jujur, para  penghianat diberi amanat dan orang yang amanah dianggap penghianat dan berbicara  pada masa itu para ruwaibidhah. Lalu ada yang mengatakan : &#8216;Siapakah Ruwaibidhah  itu ? Beliau menjawab : &#8216;Orang yang bodoh berbicara pada permasalahan  umat&#8221;.[1]</p>
<p>[Disalin dari Kitab Limadza Ikhtartu Al-Manhaj As-Salafy,  edisi Indonesia Mengapa Memilih Manhaj Salaf (Studi Kritis Solusi Problematika  Umat) oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin 'Ied Al-Hilaly, terbitan Pustaka Imam  Bukhari, penerjemah Kholid Syamhudi]<br />
_________<br />
Foote Note.<br />
[1] Shahih  Lighoiri, diriwayatkan oleh Ibnu Majah (4036), Ahmad (2/291), Al-Haakim (4/465.  466 dan 512), Al-Khoraaithiy dalam Makaarimul Akhlaaq hal.30 dan Asy-Syazriy  dalam Amaalinya 2/256 dan 265 dari jalan periwayatan Abdil Malik bin Qudaamah  Aljumahiy dari Ishaaq bin Abi Furaat dari Al-Muqbiriy dari Abi Haurairah beliau  berkata : Bersabda Rasulullah : Lalu menyebut haditsnya.<br />
Berkata Al-Haakim :  sanadnya shahih dan disepakati oleh Adz-Dzahaabiy.<br />
Saya berkata : Tidaklah  seperti keduanya katakan, karena sanad hadits ini lemah, ada padanya Abdul Malik  bin Qudaamah Al-Jumaahiy yang telah dilemahkan oleh Adz-Dzahabiy dalam beberapa  kitabnya dan telah dinukil oleh banyak ulama pelemahan beliau ini. Juga ada  Ishaaq bin Ai Furaat, dia itu majhul (tidak ada yang mentadinya) sebagaimana  dalam At-Taqriib. Akan tetapi hadits ini memiliki jalan periwayatan yang lain  yang menguatkannya : dikeluarkan oleh Ahmad 92/338 dari jalan periwayatan Fulaih  bin Sulaiman dari Sa&#8217;id bin Ubaid dari Abu Hurairah secara marfu&#8217;.</p>
<p>Aku  berkata : semua perawinya tsiqah kecuali Fulaih maka ad celaan dari sisi  hafalannya maka hadits Abu Hurairah ini dengan dua jalan periwayatan tadi  menjadi hasan akan tetapi hadits ini memiliki syahid-syahid yang mengangkatnya  shahih&#8230;dst..</p>
<p>Sumber : <a href="http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=409&amp;bagian=0">http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&amp;article_id=409&amp;bagian=0</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=97&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/25/benteng-pertahanan-kita-umat-islam-terancam-dari-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KISAH ASAL USUL HAJAR ASWAD</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/kisah-asal-usul-hajar-aswad/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/kisah-asal-usul-hajar-aswad/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 04:51:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keilmiahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.
Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=91&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Kaabah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Kaabah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail bertungkus kumus untuk menjayakan pembinaannya dengan mengangkut batu dari berbagai gunung.<br />
Dalam sebuah kisah disebutkan apabila pembinaan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasakan kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.<br />
Nabi Ibrahim berkata Nabi Ismail berkata, &#8220;Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.&#8221;<span id="more-91"></span></p>
<p>Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik. Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahim a.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, &#8220;Dari mana kamu dapat batu ini?&#8221;</p>
<p>Nabi Ismail berkata, &#8220;Batu ini kuterima daripada yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).&#8221;<br />
Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja.<br />
Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a&#8217;alam.</p>
<p>Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenan doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyengutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.<br />
Ingatlah kata-kata Khalifah Umar bin Al-Khattab apabila beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : &#8220;Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukan (mencium Hajar Aswad).&#8221;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=91&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/14/kisah-asal-usul-hajar-aswad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta Dan Benci Karena Allah</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/cinta-dan-benci-karena-allah/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/cinta-dan-benci-karena-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 10:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=80&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Verdana;">Oleh: Ramaisha Ummu Hafidz</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.<br />
أَمَّا بَعْدُ؛ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jamaah Jum’ah rahimakumullah<br />
Marilah kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wajalla, yang telah menganugerakan rasa cinta dan benci dihati para makhlukNya. Dan hanya Dia pulalah yang berhak mengatur kepada siapakah kita harus mencintai dan kepada siapa pula kita membenci.<span id="more-80"></span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jama’ah sidang Jum’ah rahimakumullah<br />
Cinta yang paling tinggi dan paling wajib serta yang paling bermanfaat mutlak adalah cinta kepada Allah Ta’ala semata, diiringi terbentuknya jiwa oleh sikap hanya menuhankan Allah Ta’ala saja. Karena yang namanya Tuhan adalah sesuatu yang hati manusia condong kepadanya dengan penuh rasa cinta dengan meng-agungkan dan membesarkannya, tunduk dan pasrah secara total serta menghamba kepadaNya. Allah Ta’ala wajib dicintai karena DzatNya sendiri,sedangkan yang selain Allah Ta’ala dicintai hanya sebagai konsekuensi dari rasa cinta kepada Allah Ta’ala.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jamah Jum’ah yang berbahagia.<br />
Dalam Sunan At-Tirmidzi dan lain-lain, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">أَوْثَقُ عُرَى اْلإِيْمَانِ الْحُبُّ فِي اللهِ وَالْبُغْضُ فِي اللهِ. (رواه الترمذي).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR.At Tirmidzi)<br />
Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda:</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">مَنْ أَحَبَّ لِلَّهِ وَأَبْغَضَ لِلَّهِ وَأَعْطَى لِلَّهِ وَمَنَعَ لِلَّهِ فَقَدِ اسْتَكْمَلَ اْلإِيْمَانَ. (رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadits hasan)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jamaah Jum’ah yang berbahagia.<br />
Dari dua hadits di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai terhadap sesuatu yang dicintai Allah, membenci terhadap segala yang dibenci Allah, ridla kepada apa yang diridlai Allah, tidak ridla kepada yang tidak diridlai Allah, memerintahkan kepada apa yang diperintahkan Allah, mencegah segala yang dicegah Allah, memberi kepada orang yang Allah cintai untuk memberikan dan tidak memberikan kepada orang yang Allah tidak suka jika ia diberi.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jamaah Jum’ah yang dimuliakan Allah.<br />
Dalam pengertian menurut syariat, dimaksud dengan al-hubbu fillah (mencintai karena Allah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang –orang yang beriman dan taat kepada Allah ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.<br />
Sedangkan yang dimaksud dengan al-bughdu fillah (benci karena Allah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukanNya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan yang mendatangkan kemarahan dan kebencian Allah, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang dekat hubungan dengan kita, sebagaimana firman Allah Ta’ala:<br />
“Kamu tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling kasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang orang itu bapak-bapak, anak-anak sauadara-saudara ataupun saudara keluarga mereka.” (Al-Mujadalah: 22)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jamaah Jum’ah yang berbahagia……<br />
Jadi, para sahabat, tabi’in, tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita sendiri, saudara-saudara kita, ataupun saudara kita yang lain, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang Allah dan RasulNya dan tidak melakukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya maka kita tidak berhak untuk mencintai melebihi orang-orang yang berjalan di atas al-haq dan orang yang selalu taat kepada Allah dan rasulNya. Demikian juga kecintaan dan kebencian yang tidak disyari’atkan adalah yang tidak berpedoman pada kitabullah dan sunnah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam. Dan hal ini bermacam-macam jenisnya di antaranya adalah: kecintaan dan kebencian yang dimotifasi oleh harta kekayaan, derajat dan kedudukan, suku bangsa, ketampanan, kefakiran, kekeluargaan dan lain-lain, tanpa memperdulikan norma-norma agama yang telah digariskan oleh Allah Ta’ala</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jamaah Jum’ah yang berbahagia &#8230;<br />
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata “Bahwasannya seorang mukmin wajib dicurahkan kepadanya kecintaan dan kasih sayang meskipun mendhalimi dan menganggu kamu, dan seorang kafir wajib dicurahkan kepadanya kebencian dan permusuhan meskipun selalu memberi dan berbuat baik kepadamu.”</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah &#8230;<br />
Sesuai dengan apa yang di katakan oleh Syakhul Islam Ibnu Taimiyah, marilah kita berlindung kepada Dzat yang membolak-balikkan hati, supaya hati kita dipatri dengan kecintaan dan kebencian yang disyariatkan oleh Allah dan RasulNya. Karena kadang orang-orang yang menentang Allah di sekitar kita lebih baik sikapnya terhadap kita dari pada orang-orang yang beriman kepada Allah, sehingga kita lupa dan lebih mencintai orang-orang kafir dari pada orang-orang yang beriman. Naudzubilla min dzalik.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jama’ah Jum’ah yang berbahagia &#8230;<br />
Dalam pandangan ahlusunnah wal jamaah kadar kecintaan dan kebencian yang harus dicurahkan terbagi menjadi tiga kelompok:</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Orang-orang yang dicurahkan kepadanya kasih sayang dan kecintaan secara utuh. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, melaksanakan ajaran Islam dan tonggak-tonggaknya dengan ilmu dan keyakinan yang teguh . Mereka adalah orang-orang yang mengikhlaskan segala perbuatan dan ucapannya untuk Allah semata. Mereka adalah orang-orang yang tunduk lagi patuh terhadap perintah-perintah Allah dan RasulNya serta menahan diri dari segala yng dilarang oleh Allah dan Rasulnya. Mereka adalah orang-orang yang mencurahkan kecintaan, kewala’an, kebencian dan permusuhan karena Allah ta’ala serta mendahulukan perkataan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam atas yang lainnya siapapun orangnya. </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Orang-orang yang dicintai dari satu sisi dan dibenci dari sisi lainnya.<br />
Mereka adalah orang yang mencampuradukan antara amalan yang baik dengan amalan yang buruk, maka mereka dicintai dan dikasihani dengan kadar kebaikan yang ada pada diri mereka sendiri, dan dibenci serta dimusuhi sesuai dengan kadar kejelekan yang ada pada diri mereka. Dalam hal ini kita harus dapat memilah-milah, seperti muamalah Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam terhadap seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Himar. Saat itu Abdulllah bin Himar dalam keadaan minum khamr maka dibawalah dia kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, tiba-tiba sorang laki-laki melaknatnya kemudian berkata: “betapa sering dia didatangkan kehadapan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam dalam keadaan mabuk.” Rasulullah bersabda: “janganlah engkau melaknatnya. Sesungguhnya dia adalah orang yang cinta kepada Allah dan RasulNya (Shohih Al-Bukhari kitab Al-Hudud). Pada hal jama’ah yang berbahagia, dalam riwayat Abu Dawud dalam kitab Al-Asyribah juz 4 yang dishahihkan oleh Al-Bani dalam shahih Al-Jami Ash Shaghir hadits nomer 4967 Rasulullah n melaknat khamr, orang yang meminumnya, orang yang menjualnya, orang yang memerasnya dan orang yang minta diperaskan, orang yang membawanya dan orang yang dibawakan khamr kepadanya.<br />
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah &#8230; adapun yang ketiga </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Orang–orang yang dicurahkan kebencian dan permusuhan kepadanya secara utuh.<br />
Mereka adalah orang yang tidak beriman kepada rukun iman dan orang yang mengingkari rukun Islam baik sebagian atau keseluruhan dengan rasa mantap, orang yang mengingkari asma’ wa sifat Allah ta’ala, atau orang yang meleburkan diri dengan ahlu bida’ yang sesat dan menyesatkan, atau orang yang melakukan hal-hal yang membatalkan keIslamannya. Terhadap orang ini wajib bagi kita untuk membenci secara utuh, karena mereka adalah musuh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sidang Jumah yang dimuliakan Allah<br />
Ada beberapa faktor yang dapat mengkokohkan kecintaan dijalan Allah, antara lain:</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">1. Memberitahukan kepada orang yang dicintai bahwa kita mencintai karena Allah ta’ala. Diriwayatkan dari Abu Dzar Radhiallaahu anhu, bahwa ia mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ صَاحِبَهُ فَلْيَأْتِ فِيْ مَنْزِلِهِ فَلْيُخْبِرْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ فِي اللهِ تَعَالَى. (رواه ابن المبارك في الزهد، 712).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Apabila ada seorang dari kalian mencintai temannya hendaklah dia datangi rumahnya dan mengkhabarinya bahwa ia mencintainya (seorang teman tadi) kerena Allah Ta’ala.” (HR.Ibnul Mubarok dalam kitab Az-Zuhdu, hal 712 dengan sanad shohih)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">2. Saling memberi hadiah<br />
Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah Radhiallaahu anhu:</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">تَهَادَوْا تَحَابُّوْا. (رواه البخاري في الأدب المفرد 120 والبيهقي، 6/169، وسنده حسن).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrod, hal 120 dan Baihaqi 6/169 dengan sanad hasan)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">3. Saling mengunjungi<br />
Rasulullah bersabda dalam riwayat Abu Hurairah .</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">يَا أَبَا هُرَيْرَةَ! زُرْ غِبًّا تَزْدَدْ حُبًّا. (رواه الطبراني والبيهقي، سنده صحيح).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Wahai Abu Hurairah! berkunjunglah engkau dengan baik tidak terlalu sering dan terlalu jarang, niscaya akan bertambah sesuatu dengan kecintaan.” (HR.Thabrani dan Baihaqi dengan sanad yang shahih)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">4. Saling menyebarkan salam.</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">لاَ تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوْا وَلاَ تُؤْمِنُوْا حَتَّى تَحَابُّوْا، أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ، أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ. (رواه مسلم، 2/35).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman, tidakkah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, Maukah kamu aku tunjukkan tentang sesuatu yang apabila kalian melakukan-nya akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim 2/35).</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">5. Meninggalkan dosa-dosa.<br />
Dalam hal ini Rasulullah bersabda:</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">مَا تَوَادَّ اثْنَانِ فِي اللهِ عَزَّ وَجَلَّ أَوْ فِي اْلإِسْلاَمِ فَيَفْرُقُ بَيْنَهُمَا إِلاَّ بِذَنْبٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا. (رواه البخاري في الأدب المفرد ص 84 وهو حديث حسن).</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Tidaklah dua orang yang saling mencintai karena Allah atau karena Islam kemudian berpisah kecuali salah satu dari ke duanya telah melakukan dosa.” (HR. Al-Bukhari dalam kitabnya Al-Adab AlMufrad hal.84)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">6. Meninggalkan perbuatan ghibah (membicarakan sesuatu tentang saudaranya di saat tidak ada, dan jika saudaranya tersebut mendengarkan dia marah-marah atau tidak suka) Allah berfirman:<br />
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan (ghibah) sebagian yang lain,sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tubat lagi Maha Penyayang.” (Al-Hujurat:12)</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Khutbah kedua</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jama’ah Jum’at yang berbahagia &#8230;<br />
Kewajiban saling mencintai dijalan Allah bukanlah suatu perintah yang tidak membawa hasil apa-apa. Tetapi Allah memerintahkan sesuatu itu pasti ada buahnya dan hasilnya. Buah dan hasil dari saling mencintai di jalan Allah di antaranya adalah:</span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Mendapatkan kecintaan Allah. </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Mendapatkan Kemuliaan dari Allah. </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Mendapatkan naungan Arsy Allah di hari kiamat, pada saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah. </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Merasakan manisnya iman. </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Meraih kesempurnaan iman. </span></span></p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Verdana;"><span>6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span dir="ltr"><span style="font-family:Verdana;">Masuk Surga </span></span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Jama’ah Jum’ah yang berbahagia<br />
Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang-orang yang tunduk patuh hanya kepada Allah. Semoga kecintaan dan kebencian kita selalu sesuai dengan apa yang telah disyariatkan oleh Allah dan RasulNya n. Apalagi yang kita harapkan kecuali mendapatkan kecintaan dari Allah, mendapatkan kemuliaan dari Allah, mendapatkan naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan kecuali naunganNya, meraih manisnya Iman, mendapatkan kesempurnaan iman dan masuk ke dalam SurgaNya yang tinggi. Semoga Allah selalu memberkahi dan merahmati kita. Amiin.</span></p>
<p style="text-align:right;direction:rtl;unicode-bidi:embed;" dir="rtl"><strong><span style="font-size:15pt;" lang="AR-SA">إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.<br />
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.</span></strong></p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=80&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/cinta-dan-benci-karena-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Riwayat Asal Kejadian Nabi Adam a.s</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/riwayat-asal-kejadian-nabi-adam-as/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/riwayat-asal-kejadian-nabi-adam-as/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Jan 2009 09:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu ketika Allah s.w.t. menitahkan Malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Namun ketika tiba di bumi, bumi enggan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam, hingga bumi bersumpah, demi Allah ia tidak akan rela sebahagian tanahnya dijadikan Adam. Kerana ia bimbang kelak Adam akan berbuat maksiat kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=73&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal">Pada suatu ketika Allah s.w.t. menitahkan Malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk dijadikan bahan mencipta Adam. Namun ketika tiba di bumi, bumi enggan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam, hingga bumi bersumpah, demi Allah ia tidak akan rela sebahagian tanahnya dijadikan Adam. Kerana ia bimbang kelak Adam akan berbuat maksiat kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Lalu Jibril kembali ke hadrat Tuhan, ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar sumpahnya bumi. Kemudian Allah menitahkan malaikat Mikail turun pula ke bumi dengan maksud yang sama, namun setelah mendengar perkataan bumi seperti apa yang dikatakan kepada Jibril, Mikail pun tidak dapat berbuat apa-apa, kembali ke hadrat Allah dengan tangan hampa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Akhir sekali Allah menyuruh Malaikat Izra&#8217;il turun ke bumi untuk mengambil tanah. Kata Allah: &#8220;Hai Izra&#8217;il engkau kini Aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan bagaimanapun, jangan engkau undur. Katakan bahawa kerjakan atas perintah dan atas nama-Ku.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Setelah Izra&#8217;il tiba di atas bumi, dia berkata: &#8220;Hai bumi, ketahuilah kedatanganku ke mari atas perintah Allah dan atas nama Allah. Jika engkau membantuh atas pekerjaanku ini, bererti engkau membantah perintah Allah dan tentunya engkau tidak ingin menjadi makhluk yang durhaka kepada Allah, bukan?&#8221;.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Mendengar perkataan Izra&#8217;il, maka bumi tidak dapat berkata apa-apa kecuali membiarkan Izra&#8217;il mengambil tanahnya dengan tidak banyak reaksi. Setelah Izra&#8217;il mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah dia ke hadrat Illahi.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Kata Allah: &#8220;Ya Izra&#8217;il, pertama engkau yang Aku tugaskan untuk mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak engkau pula yang Aku tugaskan untuk mencabut roh manusia.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>&#8220;Jika demikian hamba bimbang yang hamba ini akan jadi dibenci anak Adam kerana pekerjaan hamba ini,&#8221; kata Izra&#8217;il.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>&#8220;Tidak,&#8221; jawab Allah: &#8220;Tidak mereka akan memusuhi engkau. Aku yang mengaturnya. Lalu Aku jadikan sebab-sebab untuk mendatangkan kematian mereka. Sebab terbunuh, sebab terbakar, sebab sakit dan sebagainya.&#8221;</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Mengikut keterangan para Ulama bahawa tanah-tanah itu adalah seperti berikut:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">01.<span> </span>Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Muqaddis</p>
<p class="MsoNormal">02.<span> </span>Tanah Bukit Tursina</p>
<p class="MsoNormal">03.<span> </span>Tanah Iraq</p>
<p class="MsoNormal">04.<span> </span>Tanah Aden</p>
<p class="MsoNormal">05.<span> </span>Telaga Al-Kautsar</p>
<p class="MsoNormal">06.<span> </span>Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah</p>
<p class="MsoNormal">07.<span> </span>Tanah Paris</p>
<p class="MsoNormal">08.<span> </span>Tanah Khurisan</p>
<p class="MsoNormal">09.<span> </span>Tanah Babylon</p>
<p class="MsoNormal">10.<span> </span>Tanah India</p>
<p class="MsoNormal">11.<span> </span>Tanah Syurga Firdaus</p>
<p class="MsoNormal">12.<span> </span>Tanah Tha&#8217;if</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>Kata Ibnu Abbas:</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Kepala Adam dari tanah Baitul Muqaddis, kerana di situlah berada otak manusia dan di situlah tempat akal.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Telinganya dari tanah Bukit Tursina, kerana ia alat pendengar tempat penerima nasihat.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Dahinya dari Iraq, kerana di situ tempat sujud kepada Allah.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Mukanya dari tanah Aden, kerana di situ tempat berhias dan tempat kecantikan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Mata dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat untuk menarik perhatian.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Giginya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat untuk memanis-manis.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Tangan kanannya dari tanah ka&#8217;abah, untuk mencari nafkah dan kerja-kerja sesama manusia.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Tangan kirinya dari tanah Paris, tempat beristinjak.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Perutnya dari tanah Khurasan, tempat lapar dan haus.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Kemaluannya dari tanah Babylon. Di situ tempat sex (berahi) dan tipu daya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Tulang dari tanah Bukit Tursina, alat peneguh tubuh badan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Dua kakinya dari tanah India tempat berdiri dan berjalan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Hatinya dari tanah syurga Firdaus, kerana di situ tempat iman, keyakinan, ilmu, kemahuan dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><span> </span>* Lidahnya, dari tanah Tha&#8217;if tempat mengucap kalimat syahadat, bersyukur dan berdoa kepada Tuhan.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">&#8211; Dipetik dari Mingguan Famili Disember 1997</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=73&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/11/riwayat-asal-kejadian-nabi-adam-as/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ini Mimpi Ku Kawan !!! ( Sebuah Visualisasi Kemenangan Dakwah Kampus )</title>
		<link>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban/</link>
		<comments>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 09:21:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ashshaffmits</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tsaqafah Islamiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban/</guid>
		<description><![CDATA[December 8, 2008 by Ridwansyah Yusuf Achmad 

Kawan. Pernah kah membayangkan tentang bagaimana kemenangan dakwah kampus. pernah sepersekian detik kamu berkhayal tentang indahnya kampus ketika nilai Islam meresapi setiap relung mahasiswa di kampus.
Tahukah kamu kawan, aku pernah membayangkannya, aku pernah masuk dalam indahnya bermimpi tentang kemenangan itu, rasanya sangat indah, dan aku ingin juga membagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=38&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="post-info"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">December 8, 2008 by <a title="Posts by Ridwansyah Yusuf Achmad" href="http://ridwansyahyusufachmad.wordpress.com/author/ridwansyahyusufachmad/">Ridwansyah Yusuf Achmad</a> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Kawan. Pernah kah membayangkan tentang bagaimana kemenangan dakwah kampus. pernah sepersekian detik kamu berkhayal tentang indahnya kampus ketika nilai Islam meresapi setiap relung mahasiswa di kampus.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Tahukah kamu kawan, aku pernah membayangkannya, aku pernah masuk dalam indahnya bermimpi tentang kemenangan itu, rasanya sangat indah, dan aku ingin juga membagi rasa ini kepada kawan semua.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Monolog berikut kupersembahkan khusus untuk pejuang dakwah yang tak kenal lelah. Yakinlah bahwa tetes keringat yang berjatuhan adalah saksi bisu atas perjuangan besar Karena rindu pada <em><span style="font-family:Garamond;">Rabb</span></em>..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku sedang berjalan di jalan setapak taman masjid kampusku, sebuah masjid kampus yang megah karena arsitekturnya yang kompleks. Arsitektur masjid tanpa pilar dan kubah, serta di alasi oleh kayu yang menghangatkan jemari dan dahi yang bersujud dan bersimpuh meraih nikmat <em><span style="font-family:Garamond;">Rabb.</span></em> Aku menjadi teringat pemandangan 10 tahun lalu, ketika aku dipercaya sebagai <em><span style="font-family:Garamond;">amirul mukminin</span></em> di kampus ini. tidak ada yang berbeda dengan nuansa kampus ini, tidak ada yang berubah dari masjid kampus ini, masih sama, masih sejuk dan menimbulkan sebuah kenangan indah atas perjuangan dakwah aku dan kawan-kawanku ketika masih mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Siang itu, azan zuhur tiba, “Hayya ‘alaa Sholaa” begitulah pekikan <em><span style="font-family:Garamond;">muazin </span></em>ketika aku melepas tali sepatu ku. Terdiam sejenak mencoba melihat sekeliling tempat penitipan, segerombolan orang hilir mudik tergesa-gesa menuju kedalam masjid, mereka berjalan menunduk dan dengan langkah sigap, seakan-akan ketinggalan kereta terakhir di stasiun. Mereka bahkan rela membuang makanan yang mereka sedang bawa demi meraih keutamaan Rukun Islam ini. toko pun menutup gerai mereka dan memasang tulisan besar berwarna merah “TUTUP 10 MENIT, SEDANG SHALAT” di depan pintu toko-toko yang menjadi bagian terintegrasi dari masjid kampus ini. Melihat kearah timur, sebuah gedung kayu yang tak berubah masih berdiri tegak disana, bisa aku lihat, mahasiswi berjilbab lebar dengan warna-warni komposisi baju dan rok yang sangat indah. Memberikan kesan anggun tersendiri bagi mereka. Aku memperhatikan mereka bergegas mengunci pintu gedung kayu dan segera memasuki ruang wudhu perempuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku mencoba berpikir apa yang terjadi, 10 tahun sejak aku berpisah dengan kampus ini dan meraih pendidikan di luar negeri ternyata telah membuat sebuah nuansa berbeda, tapi aku mencoba berpikir kembali “mungkin ini dampak ramadhan yang baru usai pekan lalu”. Kutitipkan sepatu <em><span style="font-family:Garamond;">puma </span></em>berwarna coklat milikiku, ke penitipan sepatu, tak lagi kukenal siapa yang menjaga tempat sepatu itu, diberikanlah kepada ku sebuah kartu yang mirip denga <em><span style="font-family:Garamond;">credit card </span></em>berwarna hijau toska sebagai tanda bukti penitipan sepatuku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Berjalan kembali diriku untuk mengambil air wudhu, “laa ilaaha illalallahu..” azan pun usai, lantai keramik putih itu sudah diganti sepertinya, dengan lantai yang lebih kokoh dan berwarna <em><span style="font-family:Garamond;">sawo matang</span></em>, Basuhan wudhu terakhir ku ke jari kaki kelingking bersamaan dengan bunyi <em><span style="font-family:Garamond;">microphone </span></em>yang sedang di nyalakan, aku pun bergegas menaiki tangga masjid untuk mengikuti ritual Shalat zuhur ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Terperanjat diriku melihat pemandangan yang hampir tidak bisa aku bayangkan 10 tahun silam, <em><span style="font-family:Garamond;">jamaah </span></em>zuhur sangat berlimpah, hingga ke koridor masjid, balkon lantai dua dipenuhi muslimah-muslimah yang juga dengan rapat menjaga keutamaan shaff berjamaah. Aku berpikir, kawan, mungkin itu mengapa banyak mahasiswa yang terburu-buru menuju masjid, saat ini, hukuman bagi mahasiswa yang telat hadir shalat berjamaah adalah tidak mendapatkan shaff pertama. <em><span style="font-family:Garamond;">Subhanallah, </span></em>kuulangi kawan, hukuman yang mereka khawatirkan jika telat bergabung dalam shalat berjamaah adalah tidak mendapat tempat shalat di shaff pertama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku pun terpaksa shalat di koridor selatan masjid, siku-ku sangat dekat dengan tembok pembatas, karena <em><span style="font-family:Garamond;">jamaah </span></em>mencoba mengisi setiap millimeter ruang yang ada dengan baik. Sebuah kebiasaan yang ditempa di masjid kampus ku, teringat saat masih kuliah dulu, imam masjid tidak mau memulai jika shaff tidak kunjung rapat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“<em><span style="font-family:Garamond;">rapatkan shaff shalat, ujung kelingking menempel kelingking sebelahnya dan pundak menempel pundak. Pastikan shaff rata dan lurus. Sebaik-baik nya shaff untuk pria adalah shaff pertama, sebaik-baiknya shaff untuk perempuan adalah shaff yang paling belakang. Penuhi dahulu shaff terdepan, pastikan tidak ada celah yang ada, shaff selanjutnya dimulai dari tengah. Rapatkan dan luruskan”</span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Kata-kata rutin yang senantiasa di ulang, dan tanpa sadar aku pun melakukan hal yang sama jika menjadi imam shalat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Shalat pun dimulai, hening, tenang, tidak ada suara pedagang, tidak ada klakson mobil atau motor, yang ada hanya kicauan burung dan hembusan angin yang membuat sengatan matahari tak terasa pedihnya. Sesekali aku mendengar hentakan kaki pria dewasa yang tergesa-gesa bergabung dalam jamaah; <em><span style="font-family:Garamond;">sial aku telat</span></em>, mungkin itu kata-kata yang ia ucapkan dalam hati, meratapi dirinya yang gagal mendapat shaff pertama. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“Assalamualaikum warahmatullah”</span></em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;"> imam mengakhiri shalat dengan salam yang menggetarkan hati, terasa dalam suaranya ia enggan berhenti dari suatu momen untuk berkomunikasi dengan <em><span style="font-family:Garamond;">Rabb. </span></em>Zikir dan do’a aku lantunkan dalam hati setelah salam ku, seperti biasa aku menutup mataku dalam do’a setelah shalat. Tidak melihat situasi sekitar. Sekitar 5 menit lamanya aku mencoba mencurahkan isi hati ku pada Allah, mengucapkan syukur karena diizinkan kembali ke kampus ini, tempat aku belajar dan mengenal dakwah Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“<em><span style="font-family:Garamond;">Alhamdulillah”, </span></em> kalimat tahmid ini menutup do’aku seraya membuka kelopak mata dan bergegas mengambil kacamata. Kulihat kanan dan kiri, dan lagi-lagi aku terkejut dengan pemandangan yang aku lihat lagi saat ini, koridor masih penuh jamaah, hanya sebagian yang telah meninggalkan masjid, dan kulihat di shaff belakang ada rombongan <em><span style="font-family:Garamond;">jamaah </span></em>kedua yang menjalankan shalat, aku yakin mereka bukan telat datang, akan tetapi kapasitas masjid yang terbatas memaksa mereka harus shalat di <em><span style="font-family:Garamond;">kloter kedua ( </span></em>istilah yang kami buat saat masih mahasiswa ).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku melihat kedepan, seorang lelaki berkaus kerah warna putih, dan dipadu dengan jeans biru serta mengenakan gelang karet sedang membaca Qur’an dengan baik. Di belakangku, tampak mahasiwa <em><span style="font-family:Garamond;">high class</span></em>, yang bisa aku di identifikasikan dari kemeja hitam <em><span style="font-family:Garamond;">versacce </span></em>dan celana coklat tua bermerek <em><span style="font-family:Garamond;">arbercrombie, </span></em>ia sedang sibuk membaca Qur’an melalui layar PDA nya, tipe HP iPaQ seri terbaru, aku mentaksir harganya mencapai 8 juta saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Diseberang sana, di dalam ruang utama, ada 2 orang bercelana bahan hitam dan di padu dengan kemeja, serta berjenggot tipis, <em><span style="font-family:Garamond;">kader dakwah ini pastinya , aku tersenyum dalam hati</span></em>. Mereka sedang mengecek hafalan Qur’an satu sama lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Indahnya kawan, sangat indah, tiba-tiba aku masuk dalam ruang fantasiku, aku membayangkan, bukan, aku menjadi teringat diriku sendirian di ruang utama masjid kampusku, tak banyak orang saat itu, aku mati-matian menghafal <em><span style="font-family:Garamond;">an-naba</span></em> sendirian, karena malamnya aku harus menyetornya ke <em><span style="font-family:Garamond;">murrobi </span></em>ku, kejadian itu tingkat satu kalau tidak salah, atau ketika tingkat 2, aku bersandar di dinding masjid yang tanpa pilar ini, sendirian ( lagi-lagi ) mencoba menghafal <em><span style="font-family:Garamond;">al muzzamil </span></em>, teringat hari itu hujan lebat, menghafal <em><span style="font-family:Garamond;">al muzzamil </span></em> dalam keadaan hujan menjadi romantika tersendiri bagi diriku. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Allahu akbar yaa Al Aziz, </span></em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">lantutan ayat-ayat mu saling sahut menyahut, saling di lantunkan di masjid ini, di masjid kampus yang akan mencetak banyak sekali pejuang-pejuang peradaban masa depan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku beranjak setelah membaca <em><span style="font-family:Garamond;">mushaf</span></em> ku sekitar 4 halaman, kebiasaan yang sejak kuliah aku coba bangun. Pukul 12.30 saat itu, aku beranjak mengambil sepatu ku, dan berjalan menuju gerbang kampus, dan melihat <em><span style="font-family:Garamond;">time planning </span></em>ku di PDA ku, ;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="IT">12.45   ; bertemu ketua prodi planologi ( labtek IX A planologi )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">16.00   ; afternoon coffee meet with presiden mahasiswa ( campus centre )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">19.30   ; bertemu aktifis dakwah kampus / sarasehan and dinner ( masjid kampus )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Tiga agenda ini akan mengisi hariku di kampus penuh kenangan dan romantika hidup yang tak tergantikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Langkah ku menuju gerbang utama kampus disambut dengan baliho besar kegiatan-kegiatan mahasiswa. Tiga baliho di sebelah kanan dan empat baliho di sebelah kiri gerbang utama.. Tertera di sana beberapa kegiatan; symposium energy nasional, student entrepreneur expo, kolaborasi seni nusantara, bakti desa : sebuah kontribusi kecil untuk  bangsa, penyambutan mahasiswa baru oleh lembaga dakwah kampus, Training ESQ , dan sebuah pengumuman resmi dari rektorat. Kupandangi satu per satu baliho megah ini. lagi-lagi terlintas memori mendirikan baliho ditengah hujan dengan bambu yang seadanya dan alat seperlunya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Sambil berjalan aku mendengar percakapan mahasiswa mahasiswi yang berpapasan denganku ; </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“alhamdulillah, UTS ku dapat 95” ucap seorang mahasiswa tingkat 1</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“Besok Quiz, aku harus shalat tahajud mala mini” bisik seorang mahasiswi ke sahabatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“waa, barokallah, senangnya ya sidang lulus” di iringi senyum menawan yang ikhlas dari seorang mahasiswi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“nanti malam mentoring jam berapa ?” Tanya seorang mahasiswa kepada temannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“eh katanya besok sabtu ada mabit yah di masjid kampus” seorang mahasiswa sedang menelpon temannya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“assalamualaikum ukhti, gimana tilawahnya hari ini?” dua orang mahasiswi berjilbab saling bersalaman dan saling menyapa ramah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“bro, udah hafal juz 30 belum ? pekan depan harus setoran nih” seorang mahasiswa memotivasi sahabatnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Lagi-lagi termenung dalam langkah, gila ini kampus, macem pesantren aja pembicaraannya</span></em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">. </span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Tidak ada gossip, tidak ada cacian ke dosen, tidak ada pembicaraan tidak berbobot, tidak ada kata-kata kotor dan tidak ada raut muka jarang shalat rupanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Aku tersenyum dalam perjalanan ku, mengucap rasa syukur yang mendalam kepada Allah;<em><span style="font-family:Garamond;"> ya Rabb, sungguh indah janjiMu, terima kasih atas pertolongan yang Engkau berikan kepada kampusku ini</span></em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Aku terus melangkah ke dalam kampus, langkah pelan namun pasti sambil mengamati perubahan demi perubahan yang terjadi selama 10 tahun ini. tiba-tiba pundakku di tabrak seorang mahasiswa yang sedang mendengarkan music melalui iPod dan tak sengaja terlepas <em><span style="font-family:Garamond;">earphone </span></em>nya, , lalu terdengarlah lantutan Qur’an dari iPod mahasiswa itu.”punten mas, maaf, saya sedang menghafal musik yang saya dengar” begitu kata mahasiswa tersebut dengan rendah hati. Dalam hati aku menjawab, <em><span style="font-family:Garamond;">musik atau ayat Qur’an mas !. </span></em>Kawan, jika kamu melihat mahasiswa yang menabrakku ku tadi, pasti kamu tak akan menyangka pria ini sedang menghafal Qur’an, tidak tampak dari nya sosok aktifis dakwah yang selama ini kita kenal dan gemar menghafal Qur’an. Dan aku berkata kembali dalam hati, <em><span style="font-family:Garamond;">subhanallah, kalau mahasiswa biasanya aja menghafal Qur’an bagaimana para kader dakwahnya, pada hafidz mungkin yah?.</span></em></span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Gerombolan muslimah berjilbab dan yang berjilbab aku lihat di sebelah kiri pandanganku, mereka berjalan bersama dan saling bercerita bahagia satu sama lain, sepertinya para muslimah berjilbab sudah bisa merangkul para muslimah yang belum berjilbab. Dalam gerombolah itu tampak, perempuan potongan <em><span style="font-family:Garamond;">hongkong, </span></em>seorang lagi dengan rok serta atasan kemeja dengan rambut yang tampak sehabis di <em><span style="font-family:Garamond;">re-bonding</span></em>, seorang lagi perempuan tomboy, aku bisa mengenalinya karena rambutnya yang seperti <em><span style="font-family:Garamond;">cowo</span></em>, dan seorang lagi perempuan berpakaian <em><span style="font-family:Garamond;">seadanya</span></em>, tapi ia tampak paling antusias mendengar kawannya yang berjilbab lebar bercerita.</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Di sekitar lapangan tengah kampus, aku melihat sekitar delapan kelompok mentoring sedang duduk melingkar di bawah angin sepoi-sepoi dan daun yang berguguran. Ada kelompok yang tampaknya memiliki mentor yang sangat semangat, aku tertawa melihatnya, anggota kelompok mentoringnya tampak serius memperhatikan sang mentor bercerita. Di sisi lain ada kelompok yang tenang, dan ditengah nya tersedia brownies kukus bandung sebagai pengikat mentoring mereka, disisi lain, ada kelompok yang sedang mengadakan simulasi, cukup heboh kelompok yang satu ini, <em><span style="font-family:Garamond;">anak SR </span></em>kutaksir sepertinya.</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Di lain sudut ada kelompok muslimah yang menjalankan mentoring, tampak <em><span style="font-family:Garamond;">teteh </span></em>yang lembut sedang memberikan nasehat kepada anggota mentoringnya. Tidak ada satupun darinya yang mengenakan jilbab, hanya <em><span style="font-family:Garamond;">teteh </span></em>nya saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Aiih, sungguh indah pemandangan ini, apalagi jika kawan perhatikan apa yang saya lihat, beberapa mahasiswa duduk-duduk di bangku taman sambil membaca Al Qur’an, sebagian membaca buku dengan serius, ada pula yang tiduran di bangku taman sambil <em><span style="font-family:Garamond;">murajaah </span></em>hafalannya. </span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">Serta ada sebagian lain yang berdiskusi serius satu sama lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">Hingga tibalah aku ke gedung perkuliahan ku yang dulu, rupanya masih sama, bangunan enam lantai berbentuk <em><span style="font-family:Garamond;">landmark </span></em>Jawa Barat, <em><span style="font-family:Garamond;">Tangkuban Parahu. </span></em>Sebelum menaiki lift menuju ruang kepala program studi, aku mengintip ruang kuliah yang berada tepat di depan lift, ruang kuliah berkapasitas 100 orang itu tampak sama dari segi fisik, tapi aku merasakan ada hal yang beda saat itu, aku mencoba berpikir, kawan, apa yang beda ? </span><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">Ternyata memang beda, mahasiswa dan mahasiswi tidak lagi duduk bercampur, mereka terpisah oleh jarak sekitar satu bangku, mahasiswa di sebelah kanan dan mahasiswi di sebelah kiri. Mereka semua sibuk mencatat dengan menggunakan <em><span style="font-family:Garamond;">laptop </span></em>yang mereka miliki, memperhatikan dosen yang dengan semangat menjelaskan bagaimana politik dapat mempengaruhi perencanaan suatu wilayah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">Tampak oleh ku, papan tulis itu dihiasi dengan <em><span style="font-family:Garamond;">lafadz basmallah </span></em> di bagian atas tengah. Sesekali sang dosen mengaitkan apa yang ia sampaikan dengan ayat yang adi Al Qur’an. “<em><span style="font-family:Garamond;">perencanaan ini adalah sebuah keharusan bagi sebuah negara, walau ada ilmuwan yang berpandangan, doing nothing is planning, tapi Allah pernah berfirman dalam Ar Rdbu ayat 11 bahwa Ia tidak akan mengubah keadaan sebuah kaum kecuali kaum itu berusaha untuk mengubahnya,. Jadi jika perencanaan itu tidak dilakukan, maka sama saja kita anti perubahan” </span></em>begitulah ungkap dosen tersebut dengan intonasi yang membuat setiap orang memperhatikannya, dan membuat jentik jemari kita siap siaga untuk mencatat setiap kata yang terlontar dari mulutnya.</span><span lang="FI"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">Aku melihat ke ujung lorong gedung ini, kuingat bahwa di situ ada secretariat himpunan mahasiswa program studi ku, kucoba menghampiri dengan rasa ingin tahu, perubahan apa yang telah terjadi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">Mading ucapan ulang tahun masih sama seperti dulu, aku membaca salah satu pesan yang ada di madding ucapan ulang tahun itu, aku terbelalak melihat kata-kata ucapan yang ada. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">“selamat milad, semga semakin dekat dengan Allah”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="FI">“met ulang tahun yah ! semoga semakin dewasa dan bertambah ketaqwaannya”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“happy b’day my bro, people love you my man, and hope Allah also love you too”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“met lamet kk, sukses dunia dan akhirat”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Hmhm… tersenyum sendiri diriku membacanya, lalu, di samping madding selamat ulang tahun ada madding lagi, disana di tuliskan kata-kata bijak yang membuat orang yang membacanya tergugah dan termotivasi. </span><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Kata-kata dari hadits Rasul, potongan ayat atau sajak arab kuno, dan ada pula <em><span style="font-family:Garamond;">quotes </span></em>dari orang hebat, Donald trump,bung hatta, dan barrack obama tertulis disana. Aku meyakinkan diri bahwa pesan kata bijak ini member nilai tersendiri bagi mading ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Memasuki ruang himpunan, aku mendengar seseorang sedang melantunkan Al Qur’an, kulihat sekeliling, ada yang sedang mengerjakan tugas, ada yang sedang rapat kaderisasi. Aku mendengar bahwa mereka sedang menyusun kurikulum mentoring agama untuk di masukan dalam sistem kaderisasi mahasiswa baru. Bahkan, taukah kamu kawan, ada seorang peserta rapat menyeletuk, <em><span style="font-family:Garamond;">“gimana kalau kita buat standar ibadah harian untuk para peserta kaderisasi yang muslim”. </span></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Tak berlama-lama aku mengabiskan waktu di himpunan, sudah pukul 12.45, aku harus bergegas ke ruang ketua program studi. Setiba aku ke ruang ketua program studi aku disambut bak anak yang kembali dari perantauan. Kita berbicara sejenak mengenai disertasi S-3 ku yang mendapat hasil sangat memuaskan.”sudah bapak bilang, mahasiswa Indonesia itu cerdas-cerdas, sungguh kamu buat bapak bangga, rekan saya di sana memuji habis teori kamu tentang integras pengelolaan kawasan pesisir, sungguh orisinal”. Pembicaraan berlanjut tentang kondisi keislaman kampus, beliau lagi-lagi berkata “saya juga sangat senang dengan kondisi Islam di kampus sekarang ini, para aktifis dakwah nya adalah yang terbaik secara akademik di kelas, hampir seluruh asisten praktikum di isi oleh orang-orang masjid itu, dan mereka juga cerdas. Tingkat mencontek di kelas turun drastis, mahasiswa menunjukkan hormatnya pada dosen, dan proses <em><span style="font-family:Garamond;">triple loop learning </span></em>berjalan dengan baik”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Pembicaraan kami semakin menarik dan tak terasa sudah pukul 15.00, saya pun berpamitan dengan beliau, dan beliau pun juga harus mengajar pukul 15.30. “sekarang jadwal kuliah tidak boleh berbentrokan dengan jadwal shalat, ini kebijakan rektor baru” dalam hati aku berkata kembali, seperti nya pak rector sudah berafiliasi kepada Islam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku kembali ke masjid kampus, dan melihat mahasiswa berjalan cepat menuju masjid, sangat banyak jumlahnya, seperti <em><span style="font-family:Garamond;">jamaah </span></em>haji yang hendak melempar <em><span style="font-family:Garamond;">jumrah</span></em>. Aku pun shalat <em><span style="font-family:Garamond;">ashar</span></em>, dan setelah itu aku menuju campus centre.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku sengaja tiba lebih awak 15 menit dari waktu yang dijanjikan karena ingin bernostalgia dengan campus centre, maklum sewaktu tingkat empat, aku bersama teman teman di badan eksekutif mahasiswa memperjuangan campus centre agar menjadi student centre secara fungsional, dan sepertinya cita-cita itu bisa aku lihat terwujud saat ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Duduk aku sendiri di anak tangga campus centre, lagi-lagi aku memperhatikan tingkah laku mahasiswa yang ada disana. Ada kumpulan mahasiswa sedang rapat dalam bentuk melingkar, akan tetapi ada batas antara pria dan wanita. Aku melihat sepasang mahasiswa dan mahasiswi yang berpapasan, mereka saling menyapa tapi tidak bersentuhan satu sama lain. Sepertinya budaya salaman berlawanan jenis sudah tidak popular lagi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Di seberang sana, juga ada kelompok mahasiswa yang sedang mentoring, sepertinya sang mentor sedang mengajarkan cara membaca Al Qur’an yang baik kepada para peserta mentoring. Lapangan basket pun tampak ramai, ada yang berubah kawan, bukan lapangannya, tapi para pemain basket mengenakan celana di bawah lutut, bukan celana panjang memang, tapi aku yakin aurat mereka telah tertutup. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Tak lama kemudian, sang presiden mahasiswa datang, “kak yusuf” ia menyapa. “Ya, saya presiden mahasiswa kak,” ia melanjutkan kalimatnya diiringi salam yang hangat dari beliau.   Saya memperhatikan anak ini, pakaiannya <em><span style="font-family:Garamond;">casual, </span></em>paduan celana jeans dan kemeja putih lengan panjang, aku menilik ke dalam saku kemejanya, ada <em><span style="font-family:Garamond;">mushaf </span></em>kecil di dalamnya. <em><span style="font-family:Garamond;">Subhanallah, </span></em>presiden mahasiswa kampusku seorang yang dekat dengan Qur’an. Kami pun berbicara tentang berbagai hal, dimulai dari kenalan singkat, pembicaraan mengenai kisah mahasiswa dan perjuangannya masa lalu, dilanjutkan dengan kondisi saat ini, dan pada bagian ini ia bercerita dengan semangat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“kampus ini sekarang bisa dikatakan <em><span style="font-family:Garamond;">tiada hari tanpa ta’lim</span></em>, ya karena hampir setiap hari ada lembaga dakwah program studi yang mengadakan <em><span style="font-family:Garamond;">ta’lim. </span></em> Mahasiswa pun sudah menyadari perannya dan kapasitasnya dalam kontribusi kepada masyarakat. Saat ini Indonesia bisa merasakan manfaat kemahasiswaan  dengan nyata” ia bercerita dengan bangga dan menggebu-gebu. Aku pun terbawa oleh arus kisahnya itu, sangat membanggakan memang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“mahasiswa pun sudah tersadari bahwa Agama adalah suatu yang integral dengan kehidupan sehari-hari. Para ketua himpunan dan unit saat ini pun juga mempunyai <em><span style="font-family:Garamond;">ta’lim </span></em>khusus untuk mereka, isinya di sesuaikan dengan kebutuhan mereka sebagai pemimpin”. Sepertinya lembaga dakwah kampus sudah berhasil menanamkan nilai Islam dengan baik. Pembicaraan kami akhirnya masuk ke inti pembahasan, yakni ia meminta saya untuk mengisi di sebuah acara diklat aktifis kampus yang akan di selenggarakan satu bulan lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Magrib pun tiba, masjid kampus menjadi tempatku berteduh kembali, setelah ibadah magrib, aku berencana menghabiskan target <em><span style="font-family:Garamond;">tilawah </span></em>ku yang ku targetkan 2 <em><span style="font-family:Garamond;">juz </span></em>satu hari, <em><span style="font-family:Garamond;">tinggal 6 halaman lagi, bisalah 10 menit selesai. </span></em>Ternyata aku tak sendirian membaca Al Qur’an saat itu. Mahasiswa sepertinya mengalokasikan waktu diantara magrib dan isya untuk memaksimalkan interaksi dengan Qur’an, kebanyakan dari mereka <em><span style="font-family:Garamond;">tilawah </span></em>dan <em><span style="font-family:Garamond;">murajaah</span></em>. Tidak banyak yang meninggalkan masjid untuk makan malam atau pulang ke kost.. Mereka benar-benar telah memilih untuk mengisi waktu diantara shalat ini untuk mengisi kembali semangat mereka dalam beraktifitas dengan cara yang sangat mulia, berinteraksi dengan Qur’an. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Isya berkumandang, aku pun shalat berjamaah kembali, sungguh nikmat hari ku ini. setelah sekian lama berkelana demi gelar Ph.D aku akhirnya bisa merasakan Shalat berjamaah empat kali di kampus ku, dengan bacaan imam yang panjang nan merdu, membuat para <em><span style="font-family:Garamond;">jamaah </span></em>hanyut dalam do’a dan komunikasi kepada Allah.  Seperti sendiri di padang pasir, tak ada yang melihat, hanya aku dan Rabb ku, sangat terasa menggetarkan hati setiap untaian ayat yang diucapkan imam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Fabi ayyiaa laa irabbikumaa tukadzibaan</span></em><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">, lantutan Ar Rahman ini membuat separuh<em><span style="font-family:Garamond;"> jamaah </span></em>menangis, aku rasa mereka mahfum terhadap makna dari ayat ini. Shalat Isya pun usai, dan aku mempersiapkan diri untuk janjiku yang terakhir hari ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Tak lama setelah shalat rawatib , pundakku ditepuk dari belakang, “akh yusuf, bagaimana kabarnya, pertemuan kita di sekre saja kak, teman-teman sudah menunggu disana” kami pun berangkulan seakan kawan lama yang bertemu kembali, lalu bersama menuju sekre. Sekre yang membesarkan namaku 10 tahun silam.. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Aku memasuki gedung kayu itu, sekre nya masih di lantai dua, Cuma saat ini tampak lebih besar rapih. Aku masuk dan bersalaman  dengan sekitar delapan pengurus lembaga dakwah kampus lainnya. Aku mencoba melihat sekeliling, ada beberapa piagam mengisi pelatihan, dan aku memperhatikan dengan seksama buku dalam rak buku yang tersusun rapih, aku melihat buku-buku tulisanku dulu tentang dakwah kampus masih di simpan dengan baik di rak itu. <em><span style="font-family:Garamond;">Romantika masa lalu</span></em>, aku pun teringat pada kawan-kawan seperjuangan ku di kampus, 3,5 tahun di lembaga dakwah kampus dan 1 tahun di badan eksekutif mahasiswa membuat aku memiliki cukup modal untuk berjuang melewati dunia nyata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Pertemuan malam itu dengan kawan-kawan dari lembaga dakwah kampus adalah sebuah kenangan tersendiri bagi hidupku kawan, aku seakan 10 tahun lebih muda, aku seakan memasuki suatu dunia khayal baru, ketika mereka menceritakan kesuksesan mereka. Rencana besar mereka yang akan menjadi tuan rumah international Islamic student conference tahun depan, lalu mereka memperlihatkan suatu sistem memuat <em><span style="font-family:Garamond;">controlling </span></em> 600 kelompok mentoring di kampus , mereka juga denga bahagia memperlihatkan dokumentasi acara mereka yang selalu di hadiri banyak mahasiswa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">Malam itu sangat indah kawan, dan kalimat terakhir dari mereka sebagai ungkapan perpisahan malam itu dan ucapan selamat datang kembali bagi saya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;">“ahlan wa sahlan Pak Yusuf, kami harap kita bisa membuat legenda dakwah kampus bersama”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">—————-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Ya kawan, kita akan selalu berjuang bersama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Kita akan buat legenda kita bersama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">—————-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Ini adalah mimpi ku kawan, bukan khayalan belaka tetapi sebuah cita-cita mulai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:13.5pt;font-family:Garamond;" lang="SV">Kawan, apakah kamu bisa merasakan keindahan yang kurasakan  ? rasakanlah kawanku, rasakan keindahan ini…</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ashshaffmesinits.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ashshaffmesinits.wordpress.com&blog=4422465&post=38&subd=ashshaffmesinits&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ashshaffmesinits.wordpress.com/2009/01/08/iman-itu-cerita-keajaiban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d55cb0fb8bcd11db2bcf43fc57000155?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Ash Shaff Teknik Mesin ITS</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>