Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang diantara kamu; lalu ia berkata : “ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?. Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS.Munafiqun : 9-11)
Nabi bersabda :
(أكثروا ذكر هاذم اللذات: الموت, فإنه لم يذكره أحد في ضيق من العيش إلا وسعه عليه, و لا ذكره في سعة إلا ضيقها عليه)
Artinya : (Perbanyaklah mengingat kematian pemutus segala kelezatan (dunia); tidak seorangpun yang mengingatnya dikala kesulitan melainkan hal tersebut dapat melapangkan dadanya, dan tidak seorangpun yang mengingatnya dikala lapang kecuali hal tersebut dapat membatasinya) (HSR. Tirmidzi, Nasa’I dan Ibnu Majah, lihat shohih jami’ shoghir 1222).
Sesungguhnya kematian adalah suatu hakikat yang paling ditakuti dan pasti menjemput yang hidup. Tidak ada seorangpun yang bisa menolaknya, tidak ada satupun dari kerabat dan sahabat yang bisa mengulurnya. Dia selalu terulang disetiap saat, mendatangi orang tua, anak kecil, yang kaya dan miskin, yang kuat maupun yang lemah, semuanya sama tidak ada yang memiliki jalan, atau kekuatan atau perantara untuk menghindar lari darinya atau menunda waktu kedatangannya. Hal ini mengisyaratkan kepada kita semua bahwa dia datang dari dzat yang Maha Perkasa yang semuanya tunduk kepada-Nya.
Ditangan Allah sajalah kehidupan itu, dan ditangan-Nyalah kembalinya segala sesuatu menurut waktu yang tertentu. Kematian pasti kan menjemput dimana manusia itu berada, baik didalam rumah, diantara keluarga atau dilapangan kerja ataupun dimedan jihad, disanalah dia kan menerima balasan dari Dzat yang Maha mengetahui lagi Maha Perkasa.
Semua akan kembali kepada Allah, dikumpulkan kepada-Nya, tidak ada tempat kembali selain kepada-Nya. Perbedaan-Nya hanya pada amal perbuatan dan niat dalam hati, hanya pada kesungguhan dan peribadahan. Adapun akhir atau kembalinya Cuma satu. Kematian sudah ditentukan waktu dan detik-detiknya, dikembalikan kepada Allah, dikumpulkan pada hari yang dahsyat, ampunan dari Allah dan Rahmat-Nya atau kemurkaan dan adzab-Nya yang kan dia temui.
Sungguh bodoh siapa saja yang memilih tempat kembali yang penuh kesengsaraan, sedang pasti akan merasakan kematia cepat atau lambat, Allah berfirman :
Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakanlah pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga maka sesungguhnya ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”. (QS.Ali-Imron : 185).
Hakikat/realita seperti inilah yang harus dicamkan dalam setiap hati, realita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, terbatas waktunya lalu semuanya kan pasti berakhir.
Orang yang sholih dan jahat pasti kan mati
Orang yang berjihad dijalan Allah dan yang tidak pasti kan mati
Orang yang menyibukkan diri dengan aqidah dan yang menjadi budak manusia juga mati
Para pemberani yang tak pernah gentar pasti mati
Para penakut yang bercita-cita hidup seribu tahun lagi juga kan dikubur karena mati
Orang-orang yang punya angan-angan tinggi dan rendah kan mati
Pencinta dunia yang hidup mengabdi padanya juga akan mati, semuanya pasti mati,
Setiap jiwa pasti kan menelan hakikat yang pahit ini, meninggalkan dunia yang fana. Tidak ada perbedaan antara satu jiwa dengan jiwa yang lain dalam menenggak gelas kematian yang berputar kepada setiap orang. Perbedaan hanya satu yaitu kemana dia akan kembali kesurga atau neraka
Artinya : “Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakanlah pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga maka sesungguhnya ia telah beruntung.”
Inilah yang menjadikan manusia berbeda, inilah tempat kembali yang abadi yang manusia berpisah karenanya, inilah tempat kembali yang berhak untuk selalu dipikirkan dan direnungkan serta bersungguh-sungguh untuk meraihnya, dan itulah tempat kembali yang mengerikan dan berhak untuk dijadikan bahan renungan sekaligus tameng dari berbuat dosa dan noda.
Ayat-ayat Qur’an yang bercerita tentang kematian
Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang bercerita tentang kematian, diantaranya adalah :
Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya, sekarang sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya” (QS.Ali-Imron : 143).
Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “Dimana saja kamu berada, kematian akan mendatangimu walaupun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh”. (QS.An-nisa” 78).
Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “katakanlah : sesungguhnya kematian yang kalian lari darinya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu”. (QS. Al-jum’ah : 8).
Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal ?. Tiap-tiap yang berjiwa pasti akan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. (QS.Al-Anbiya’ : 34-35).
Allah ta’ala berfirman :
Artinya : “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalannya. Sesungguhnya Dia Maha perkasa lagi Maha pengampun. (QS.Al-Mulk : 2). Dan masih banyak lagi ayat yang semakna dengan yang diatas.
Hadits Nabi yang bercerita tentang alam kematian :
Sebenarnya banyak hadits-hadits Nabi yang menceritakan tentang kematian dan pengaruhnya dalam kehidupan manusia, tapi kita cukupkan dengan satu hadits yang panjang ini :
Dari Bara’ bin ‘Azib dia berkata : suatu hari kami bersama Nabi mengiringi jenazah orang Anshor, setelah jenazah itu dikuburkan Rasulullah duduk dan kami duduk disekeliling beliau, seolah-olah diatas kepala kami ada seekor burung (maksudnya suasananya sangat tenang tak ada suara). Beliau memegang sebuah ranting sambil dihentakkan ke tanah, kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda : (berlindunglah kalian dari adzab kubur (beliau mengatakannya tiga kali)), lalu beliau bersabda :
‘Sesungguhnya seorang yang beriman jika telah datang kepadanya sakaratul maut, turun kepadanya malaikat dari langit dengan muka putih berseri seolah wajah mereka seperti surya. Mereka membawa kain kafan dan minyak wangi dari surga, hingga mereka duduk sejauh mata memandang, malaikat mautpun datang hingga duduk didekat kepala orang mukmin itu seraya berkata : “wahai jiwa yang baik keluarlah untuk meraih ampunan dan keridhoan Allah, maka keluarlah ruhnya dan berjalan seperti mengalirnya tetesan air dari mulut teko dan langsung diambil oleh malaikat maut kemudian diserahkan kepada para malaikat. Lalu para malaikat tersebut memasukkannya kedalam kafan dan minyak wangi hingga dia keluar darinya dengan semerbak bau yang sangat wangi yang tidak ada duanya dimuka bumi. Para malaikat itu lalu membawanya kelangit, tidaklah mereka melewati malaikat yang lain kecuali mereka bertanya : ruh wangi siapa ini ? ini adalah fulan bin fulan disebutkan dengan sebaik-baik namanya didunia hingga sampai kelangit dunia, lalu mereka minta untuk dibukakan langit tersebut maka dibukakan untuk mereka. Setiap tiba dilangit yang satu semua malaikatnya mengiringi rombongan malaikat bersama ruh tersebut hingga sampai kelangit tujuh. Allah berfirman : tulislah catatan hamba-Ku ini di’Ilyyin, kemudian kembalikanlah dia kedalam jasadnya dibumi. Setelah (dikubur) datanglah dua malaikat dan dia didudukkan :
Dua malaikat itu bertanya : siapa Tuhanmu ?
Dia menjawab : Tuhanku Allah
Dua malaikat bertanya : Apa agamamu ?
Dia menjawab : agamaku islam
Dua malaikat bertanya : siapa lelaki yang diutus kepada kalian ?
Dia menjawab : dia adalah rasulullah
Dua malaikat bertanya : bagaimana kau tahu ?
Dia menjawab : aku membaca Al-Qur’an dan aku beriman dengannya
Lalu ada pangggilan dari langit dan berkata : sungguh benar apa yang dikatakan hamba-Ku, tampakkan dan bukakan baginya pintu surga. Maka dia mencium bau dan wangi surga, dilapangkan baginya kuburannya sejauh mata memandang. Datang kepadanya seorang lelaki yang tampan, bagus pakaiannya, serta harum baunya. Lelaki itu berkata : bergembiralah anda, inilah hari yang dijanjikan kepadamu dulu. Orang mukmin itupun berkata : siapa anda ? wajahmu datang dengan kebaikan ? lelaki itupun menjaab : aku adalah amal sholihmu. Orang mukmin itupun berkata : Ya Allah, percepatlah hari kiamat, percepatlah hari kiamat hingga aku bisa kembali lagi kepada keluarga dan hartaku.
Dan jika seorang kafir telah mendekati kematian, turun kepadanya malaikat dengan muka yang seram, sambil membawa pakaian dari rambut. Mereka duduk sejauh mata memandang, kemudian malaikat maut pun datang hingga duduk disamping orang kafir tersebut seraya berkata : hai jiwa yang busuk, keluarlah kepada kemurkaan Allah. Maka ruhnya keluar dari jasadnya dan dicabut dengan keras oleh malaikat maut seperti dicabutnya besi yang bercabang dari kain yang basah, lalu diambillah dan diserahkan kepada para malaikat lalu mereka masukkan kedalam pakaian dari rambut tadi. Dia keluar darinya dengan bau yang busuk yang tidak ada bandingannya dimuka bumi. Lalu malaikat naik ke langit bersama dengan ruh tersebut, mereka tidak melewati malaikat yang lainnya melainkan mereka bertanya : bau busuk apa ini ? malaikat yang membawa ruh kafir tadi menjawab : itu bau fulan bin fulan dengan disebutkan sejelek-jelek namanya didunia hingga sampai kelangit dunia. Para malaikat yang membawa ruh tadi minta dibukakan pintu langit tapi tidak dibukakan, lalu Rasulullah membaca ayat :
Artinya : “sekali-kali tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk surga, hingga unta masuk kelobang jarum”. (QS. Al-A’raf : 40)
Allah berfirman : “tuliskan catatan amalnya di dalam sijjin (tempat yang sempit) di kerak bumi”. Kemudian rohnya dilemparkan ke bawah dengan keras kemudian beliau membaca ayat :
Artinya : “Barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh”. (QS.Al-Haj : 31).
Ruhnya dikembalikan ke dalam jasadnya, 2 malaikat mendatanginya lalu didudukkan dihadapan mereka.
Dua malaikat itu bertanya : siapa Tuhanmu ?
Dia menjawab : Haa .. aku tidak tahu
Dua malaikat bertanya : Apa agamamu ?
Dia menjawab : Haa .. aku tidak tahu
Dua malaikat bertanya : siapa lelaki yang diutus kepada kalian ?
Dia menjawab : Haa .. aku tidak tahu
Lalu ada panggilan dari langit yang berkata, “dia itu pendusta, maka tampakkan dan bukakan pintu neraka baginya”. Lalu di merasakan panasnya neraka dan disempitkan baginya kuburnya hingga tulang-tulangnya hancur lebur. Setelah itu seorang laki-laki yang berwajah seram, berpakaian jelek serta berbau busuk mendatanginya seraya berkata, “bergembiralah dengan adzab yang menimpamu.Ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu dahulu” Orang itupun berkata, “siapa kamu?wajahmu sangatlah buruk dan membawa keburukan” Maka dia mengatakan, “aku adalah amal jelekmu”. Dan dia berkata, ”wahai Tuhanku jangan Engkau bangkitkan hari kiamat. (lihat jami’shoghir 1672).
Wahai Abdullah : bertakwalah kepada Allah, janganlah anda sepertinya, padahal kau telah mengetahui bahwa dunia ini kan sirna, dan akhirat kan menghadang. Ingatlah selalu bahwa kematian pasti kan menjemputmu, renungkan perbuatan jelek dan baikmu ! bersegeralah ntuk beramal sholih selagi anda masih hidup didunia ini. Seorang penyair berkata :
فلو أنا إذا متنا تركنا لكان الموت راحة كل حي
و لكنا إذا متنا بعثنا و نسأل بعده عن كل شيئ
Seandainya kita mati lalu dibiarkan begitu saja
Maka kematian adalah sesuatu yang nyaman bagi setiap yang hidup
Akan tetapi jika kita mati kita akan dibangkitkan kembali
Dan akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang kita kerjakan.
Seorang penyair lain juga berkata :
تزود من التقوى فإنك لا تدري إذا جن الليل هل تعيش إلى الفجر
فكم من فتى أمسى و أصبح ضاحكا و قد نسجت أكفانه و هو لا يدري
و كم من صغار يرتجى طول عمرهم و قد أدخلت أجسادهم ظلمة القبر
و كم من صحيح مات من غير علة و كم من سقيم عاش طولا من الدهر
Artinya :
Berbekallah dengan ketakwaan karena engkau tidak tahu
Jika malam telah datang apakah kamu masih bisa hidup sampai fajar?
Berapa banyak anak muda yang pada petang dan pagi harinya tertawa
Padahal kain kafannya telah disiapkan dan dia tidak menyadarinya
Dan berapa banyak anak kecil yang diharapkan berumur panjang
Sedangkan jasadnya telah dimasukkan kedalam liang lahat yang gelap
Dan berapa banyak orang yang sehat mati tanpa sakit terlebih dahulu
Dan berapa banyak orang yang sakit masih bisa hidup lama !!!
mereka ini pembom yg membom club malam ,bar, tempat orang berzina,minuman keras;mabok ‘narkoba, di bali
oleh karena itu mereka dianugerahkan syahhid (surga)..